McD Hentikan Penggunaan Ayam Antibiotik. Ternyata Ayam yang Selama Ini Kita Makan Mengerikan!

25 Agustus 2017
|Romlah Sundari
1SHARES

Beberapa waktu lalu, restoran makanan cepat saji ternama dunia, McDonald, mengeluarkan kebijakan baru yang menyatakan bahwa perusahaannya akan berhenti untuk menerima pasokan ayam yang menggunakan antibiotik pada masa pertumbuhannya. Perusahaan ini juga berkomitmen untuk meminimalisir penggunaan antibiotik dalam daging hewan ternak yang mereka gunakan lainnya seperti sapi dan babi.

Wacana mengenai penggunaan daging bebas antibiotik oleh McD sebenarnya sudah berhembus sejak tahun lalu saat perusahaan ini menyatakan akan berupaya mengurangi pasokan ayam ber-antibiotiknya. Nah, baru-baru ini, McD menyatakan telah berhasil melakukan transisi sempurna dari penggunaan ayam antibiotik ke ayam bebas antibiotik. Meskipun untuk olahan daging lainnya McD mengaku belum dapat menggunakan daging yang bebas antibiotik, namun bukan berarti bahwa kini semua gerai McD sudah menggunakan ayam bebas antibiotik. Kebijakan ini baru dapat diadopsi di Amerika Serikat secara tidak penuh yang berarti masih terdapat ayam antibiotik di beberapa gerai. Pada tahun 2018, Kebijakan ini dijadwalkan akan berlaku secara penuh di wilayah-wilayah lain, yaitu Brazil, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Kanada. Pada tahun 2027, direncanakan semua gerai McD akan menggunakan ayam bebas antibiotik dalam menunya.

Namun, apa alasan di balik kebijakan McD ini? Memang apa pentingnya ayam bebas antibiotik? Bukankah selama ini kita mengonsumsi ayam yang disuntik dengan antibiotik dan kita masih baik-baik saja, sehat-sehat saja? Ternyata ayam antibiotik memiliki bahaya yang laten bagi kehidupan manusia secara keseluruhan. Pernah dengar ada yang mengatakan bahwa sebaiknya kita tidak memakan bagian leher dan sayap ayam karena kedua bagian tersebut adalah tempat di mana peternak menyuntikkan berbagai obat-obatan dan antibiotik bagi hewan ternak? Meski perkataan ini tidak seratus persen akurat, namun ternyata pernyataan ini mengandung kebenaran juga.

Benar bahwasanya hewan ternak pasti disuntikkan berbagai antibiotik untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Namun, seperti halnya jika kita makan makanan berpengawet, bukan berarti organ kita akan ikut "awet". Konsumsi antibiotik yang berlebihan pada hewan juga tidak berarti bahwa hewan tersebut akan terbebas dari penyakit. 

Pasalnya, konsumsi antibiotik yang berlebihan justru akan memutasi bakteri dalam tubuh hewan dengan sedemikian rupa sehingga muncullah jenis bakteri baru yang resisten terhadap obat-obatan dan antibiotik. Jenis-jenis bakteri yang resisten terhadap obat-obatan ini dapat menjadi fatal jika tersebar ke manusia. Menurut WHO, bakteri yang resisten terhadap obat-obatan atau biasa disebut dengan AntriMicrobial Resistent (AMR) ini telah bertanggung jawab atas setidaknya 700.000 kematian di dunia setiap tahunnya. Menurut prediksi, pada tahun 2050 kelak, AMR akan dapat membunuh 10 juta jiwa setiap tahunnya jika tidak dilakukan langkah yang efektif untuk mencegahnya.

Jadi, meskipun selama ini kita merasa baik-baik saja setelah mengonsumsi ayam antibiotik, namun ketahuilah bahwa konsumsi antibiotik pada hewan ternak berpotensi menimbulkan kepunahan manusia di masa depan. Pun bukan hanya hewan ternak, konsumsi antibiotik yang berlebihan pada manusia juga dapat menimbulkan dampak yang sama. Oleh karena itu, kurangi konsumsi antibiotik kita, baik yang dikonsumsi dalam bentuk obat, maupun yang dikonsumsi melalui daging hewan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
1SHARES