Makan Seblak Bisa Sebabkan Usus Buntu? Apa Benar?

18 Oktober 2017
|Median
0SHARES

Tak ditampik lagi, banyak orang yang menyukai kuliner khas Bandung yang satu ini, seblak. Terutama bagi penyuka pedas, seblak adalah makanan yang pantang untuk dilewatkan. Makanan yang terbuat dari kerupuk basah yang ditumis dengan bumbu dan berbagai campuran lain, seperti makaroni, daun bawang, irisan bakso, sosis, ceker, dan bahkan seafood ini menjadikan seblak sebagai sajian idola tersendiri yang sangat menggoda. Selain dari kerupuknya yang kenyal, seblak juga memiliki cita rasa pedas yang istimewa, apalagi sekarang sudah banyak yang menjualnya dengan tingkat kepedasan yang bervariasi. Pro banget pokoknya buat kamu yang tidak terlalu suka pedas. Mungkin kamu juga termasuk salah satu penggemar seblak atau jangan-jangan malah sudah di barisan penggemar seblak garis keras?        

Kabar nggak enaknya, belum lama ini ada informasi bahwa seorang anak di Bandung dikabarkan mengalami radang usus buntu karena suka makan seblak. Informasi tersebut berasal dari postingan seorang ibu di Facebook yang menduga anaknya terkena radang usus buntu karena pengaruh kerupuk kenyal dalam seblak yang tidak baik untuk pencernaan. Dengan mengutip kembali penjelasan dari dokter yang menangani anaknya, sang ibu mengatakan bahwa radang usus buntu anaknya bukan disebabkan oleh cabai, melainkan kerupuk kenyal seblak yang tidak bisa dicerna. Postingan yang kemudian menjadi viral di kalangan warganet tersebut pun membuat banyak orang resah, terutama bagi penjual dan penggemar seblak. Wah, bener nggak sih makan seblak bisa sebabkan radang usus buntu?

Jangan keburu panik dulu, ya. Menurut penjelasan ahli gizi dari IPB, Hardiansyah, seperti yang dikutip dari Kompas.com, pernyataan bahwa kerupuk kenyal dapat mengakibatkan radang usus buntu itu tidak masuk akal. Semua makanan yang masuk ke dalam lambung dapat dicerna dan dihancurkan, kecuali batu atau biji jambu. Pencernaan saja dapat mencerna daging kenyal, seperti kikil, apalagi kerupuk yang hanya berasal dari tapioka. Kemungkinan yang lebih masuk akal adalah adanya biji cabai yang mengendap dan menginfeksi usus. Kebiasaan anak dalam mengonsumsi makanan dan minuman juga perlu diperhatikan. Bisa jadi, peradangan sudah lama terjadi, hanya saja baru mengalami puncaknya ketika setelah makan seblak. Mengutip dari Detik.com, pendapat serupa juga dituturkan oleh dokter spesialis pencernaan dari RSCM, Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH. Apendisitis atau peradangan usus buntu biasanya terjadi karena infeksi oleh bakteri, sepertinya tidak mungkin kalau disebabkan oleh kerupuk. Prinsipnya, makanan yang tidak bersihlah yang menyebabkan infeksi pada usus, bukan makanan yang kenyal.

Cukup bikin lega juga ya penjelasan dari kedua ahli di atas. Buat kamu yang sering makan seblak, sekarang nggak perlu galau lagi deh buat makan seblak. Kalau kamu sering banget makan seblak dan kuliner pedas lainnya, pastikan saja selalu minum air putih yang banyak, sering makan makanan berserat, pastikan juga biji cabai yang akan kamu makan sudah tertumbuk halus, dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan tangan dan makanan. Lebih baik lagi nih kalau kamu bisa memilih tempat-tempat menjual seblak yang kehigienisan makanannya terjamin. Walaupun sudah klise banget, tapi memang benar kan kalau kebersihan itu pangkal kesehatan?

 

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
0SHARES