Kenapa Sih Kita Cenderung Suka Ikut-ikutan Tren Kekinian? Ternyata Begini Alasannya

13 Juni 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Sadar nggak sih bahwa banyak sekali hal-hal di dunia ini yang secara nggak langsung mengontrol perilaku dan pikiran kita terhadap sesuatu? Ketika kamu membuka sebuah aplikasi sosial media, kamu melihat sebuah pola kekinian yang terjadi di sekitarmu dan kamu pun terpengaruh sehingga melakukan dan memikirkan hal yang sama. Misalnya nih yang baru-baru ini ramai dibicarakan adalah usaha kue khas daerah para selebriti tanah air yang menjadi tren hingga banyak orang yang penasaran ingin mencoba. Lalu, kenapa ya kita seolah ‘dikontrol’ oleh orang banyak?

Nggak bisa dipungkiri memang kita adalah makhluk sosial yang memang membutuhkan orang lain untuk bisa bertahan hidup. Kebutuhan akan orang lain tersebut salah satunya adalah menjadi bagian dari orang lain alias penerimaan. Kita butuh dihargai dan diterima. Dengan adanya kesamaan dalam perilaku maupun pemikiran, kita yakin bahwa kita akan lebih mudah diterima orang lain menjadi bagian dari kelompok yang kita anggap baik, keren, atau sesuai dengan kepribadian kita. Ketika kita menampilkan perilaku yang ekstrem alias anti-mainstream dan orang lain yang kita anggap signifikan nggak bisa menerimanya, maka kita merasa berbeda dan sendiri. Hal inilah yang membuat kita cenderung ikut arus atau tren.

Di sisi lain, kita sering menganggap bahwa apabila sesuatu itu ramai dilakukan oleh orang lain, maka sesuatu tersebut benar atau bahkan mungkin baik. Misalnya, berpikir “kalau semua orang punya akun Instagram, kenapa aku nggak?” sehingga memiliki akun Instagram menjadi sebuah anggapan yang baik, benar, dapat diterima, dan bisa menyesuaikan dengan tren masa kini. Padahal zaman dulu, ketika teknologi belum semaju sekarang, nggak ada sosial media pun orang masih tetap bisa hidup. Tapi kalau sekarang, kayaknya mengikuti tren adalah sesuatu yang nggak bisa kita tepis. Mau nggak mau, cepat atau lambat kita pun akan terbawa arus tersebut.

Sebenarnya, fenomena ikut-ikutan tren terlah ada sejak zaman purbakala lho. Di zaman dulu, orang-orang hampir selalu hidup berkelompok, berburu dan mencari makan pun mengikuti aturan kelompok. Perilaku seperti ini adalah perilaku yang nggak bisa terkikis pada manusia modern sekali pun. Makanya, nggak heran kalau ikut-ikutan tren nggak bisa dielakkan, secara nggak sadar kita udah berusaha untuk menjadi bagian dari tren itu sendiri.

Nah, begitulah ternyata apa yang ada di dalam diri kita sehingga kita terus menjadi orang yang cenderung suka ikut-ikutan tren. Apapun bentuknya, yang jelas kita harus bisa memilih mana yang baik dan benar serta mana yang nggak. Lebih baik lagi kalau kita mengikuti tren yang positif ya agar hidup kita lebih bermanfaat.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES