Kenapa Orang Pintar Kebanyakan Melakukan Hal Bodoh?

11 November 2017
|Mega Fitriyani
748SHARES

Orang pintar katanya identik dengan mereka yang pandai matematika, fisika, dan pelajaran eksak lain. Padahal, tidak juga. Banyak orang cerdas yang tidak bisa berhitung, tapi sangat mahir di bidang lain, misalnya musik. Namun, ada satu hal yang kita sepakati bersama soal orang pintar. Orang pintar dapat berpikir lebih cepat dan efektif daripada orang yang bodoh. Namun, ternyata orang-orang pintar justru suka melakukan hal yang bodoh? Yuk, kepo penjelasannya.

Kita akan mengawali dengan sebuah kasus sederhana. 

“Sebuah pemukul dan sebuah bola harganya 20.000. Harga pemukul lebih mahal 15.000 ribu daripada harga bola. Berapa harga bola?” Kebanyakan orang akan menjawab harga bola adalah 5000 dengan yakin tanpa keraguan. Kamu salah satunya? Jika iya, sayangnya, itu adalah jawaban yang salah. Jawaban yang benar adalah Rp. 2500 dan harga pemukul kasti itu adalah Rp. 17.500.

 

Penelitian tentang hal ini pernah dilakukan oleh Daniel Kahneman, seorang peraih Nobel dan profesor psikologi di Universitas Princeton, lebih dari lima dekade lalu. Ia mengajukan pertanyaan ini kepada banyak orang dan menganalisis jawaban mereka. Selama ini, manusia dianggap sebagai makhluk yang paling rasional. Namun, dengan salah menjawab pertanyaan di atas, ada kesimpulan penting yang perlu kita garis bawahi, yakni manusia ternyata tidak serasional itu. 

Ketika dihadapkan pada situasi yang tidak pasti dan mereka dipaksa membuat keputusan, mereka cenderung menjadi ceroboh. Meski mengetahui bahwa perhitungan mereka mungkin melanggar hukum-hukum aritmetika yang ada, namun mereka memilih untuk melakukan hal yang paling mudah, yakni menyederhanakan persoalan. Mereka mengabaikan berbagai kemungkinan lain dan memutuskan untuk menjawab dengan cara yang paling sederhana. Menurut pikiran mental mereka, mereka akan mencari cara yang paling mudah, tidak membutuhkan banyak usaha, dan paling cepat. Padahal, cara termudah itu sering kali salah.

Hal seperti ini nyatanya juga dilakukan oleh mereka dengan tingkat kecerdasan yang tinggi. Bahkan, dalam banyak kasus, orang-orang dengan kecerdasan lebih tinggi sering melakukan kesalahan daripada orang kebanyakan. Hal ini karena orang-orang dengan tingkat kecerdasan yang tinggi sering berpikir bahwa kemampuan mereka membuat mereka akan lebih sulit melakukan kesalahan. Padahal, hal yang terjadi justru sebaliknya. Kepercayaan diri yang tinggi itu justru membuat mereka lebih mungkin melakukan kesalahan daripada orang-orang yang kurang cerdas.

Di bawah ini adalah contoh lainnya.

"Sekelompok orang diberi informasi bahwa di sebuah danau terdapat bunga-bunga lili yang setiap harinya bertambah besar dua kali lipat. Untuk memenuhi danau dengan bunga-bunga itu dibutuhkan waktu 48 hari. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menutupi setengah danau?"

Kebanyakan orang akan menjawab 24 hari, sebuah tebakan yang sedehana. Padahal, jawaban yang benar adalah 47 hari. Tebakan 24 hari adalah bukti bahwa manusia sering kali berpikir terlalu sederhana dan mengabaikan fakta-fakta yang ada. Mereka yang pintar mungkin lebih cepat menjawab, namun banyak tebakan mereka yang ternyata keliru.

Lagi-lagi, penyebabnya adalah keyakinan diri dan intuisi mereka. Semakin sering mereka berhasil dalam hidup, semakin yakin mereka pada kemampuan mereka. Maka, semakin tidak kritis mereka terhadap pemikiran mereka sendiri. Itulah yang menyebabkan orang-orang pintar cenderung melakukan hal-hal bodoh.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
748SHARES