Kenapa Kukang Bergerak Sangat Lambat? Ini Dia Jawabannya

19 Juni 2017
|Romlah Sundari

Hewan asli Amerika, Kukang, terkenal memiliki gerakan yang sangat lambat. Mereka bergerak hanya sejauh kurang lebih 38 meter dan menghabiskan banyak waktunya untuk tidur. Lambatnya mamalia yang satu ini membuat hewan ini mendapat reputasi negatif sebagai hewan yang pemalas. Namun benarkah mamalia ini hewan yang pemalas? Atau adakah alasan lain dibalik gerakannya yang sangat lambat dan kebiasaan tidurnya yang panjang? 

 

Ternyata, anggapan bahwa kukang adalah hewan yang pemalas sama sekali tidak benar. Meski ia hanya dapat bergerak sejauh 38 meter dalam satu hari, namun bukan berarti hewan ini tidak bergerak. Hewan lucu yang satu ini terus menerus bergerak, hanya saja gerakannya yang lambat namun pasti ini membuatnya tidak dapat berpindah terlalu jauh. Gerakan yang lambat dan kebiasaan tidur yang dimiliki olehnya juga bukanlah karena ia hewan yang pemalas namun karena satu alasan sederhana : manajemen energi.

Ya, mamalia satu ini adalah hewan herbivora yang hanya mengonsumsi daun-daunan, kelopak bunga, dan ranting-ranting sepanjang hidupnya tanpa mengonsumsi lemak, karbohidrat, maupun protein sama sekali. Hal ini membuat ia tidak memiliki banyak energi untuk bergerak. Selain itu, sebagai hewan dengan tingkat suhu tubuh yang rendah, kukang memiliki tingkat metabolisme yang juga rendah. Untuk mencerna makanan, hewan ini membutuhkan waktu sebanyak kurang lebih 50 hari. Tingkat metabolisme yang rendah ini membuatnya tidak memiliki banyak energi untuk digunakan.

Sebagai hewan yang mencoba untuk bertahan hidup di alam liar, kukang harus belajar untuk mengatur pengeluaran energinya agar ia masih tetap dapat bertahan hidup dengan tingkat metabolisme yang begitu rendah itu. Penyesuaian yang dilakukan oleh hewan ini adalah dengan bergerak lambat dan tidur panjang untuk menghemat energi. Hewan ini juga mengatur posturnya agar membungkuk sehingga tidak begitu memancing kehadiran predator pemangsanya. 

Kukang menghabiskan seluruh hidupnya berada diatas pohon, di mana ia bisa dengan mudah mendapatkan makanan dan bersembunyi dari predator tanpa harus mengeluarkan banyak energi. Bentuk penyesuaian kukang ini meski membuatnya terlihat sebagai hewan yang pemalas, namun sebenarnya sangat cerdik. Nyatanya, kukang tercatat sebagai hewan yang sudah ada di muka bumi selama hampir 64 juta tahun. Hal ini berarti bahwa strategi kukang dalam bertahan hidup sudah cukup berhasil. 

Namun kini kukang menghadapi ancaman baru. Bukan lagi predator, tantangan terbaru yang dihadapi oleh kukang kini adalah manusia yang terus menerus menebangi hutan-hutan. Berkurangnya pohon tempat kukang dapat hidup dan bersembunyi dari predator membuat spesies kukang semakin berkurang setiap waktu. Manusia memang sudah harus mulai belajar untuk hidup berdampingan dengan alam alih-alih merusaknya. Jika tidak, maka kukang dan berbagai makhluk hidup lainnya yang akan menjadi korban.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES