Kenapa Kita Bisa Kesemutan? Waspada Bahaya di Balik Tubuh yang Sering Kesemutan

06 Juli 2017
|Olphi Disya
1.2 KSHARES

Yakin deh, kamu pasti pernah kan merasakan kesemutan? Biasanya sih seringnya itu di bagian kaki dan tangan. Kamu akan ngerasa kayak digelitik, ditusuk-tusuk jarum, bahkan sampai mati rasa karena kesemutan. Umumnya, kesemutan dialami ketika kita duduk terlalu lama dengan posisi kaki didudukkan di bawah bokong kita atau ketika tidur dengan menindih tangan sendiri. Tapi, kok efeknya bisa begitu ya? Lalu, kenapa dinamai dengan kesemutan?

Sebenarnya kesemutan itu ada istilah medisnya lho. Dalam dunia kesehatan, kesemutan disebut dengan paresthesia. Tapi kalau di Indonesia kita menyebutnya dengan kesemutan karena mengalami sensasi seperti dikerubungi semut-semut yang berjalan di kulit kita. Kesemutan merupakan sensasi seperti digelitik, ditusuk-tusuk, terbakar, hingga mati rasa atau kebas. Biasanya memang terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti kaki, tangan, jari tangan, dan jari kaki. Sebenarnya, kesemutan itu mudah untuk menghilang, tapi ya bergantung pada penyebab dari kesemutan itu sendiri. Penyebab utama dari kesemutan adalah penekanan pada syaraf dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan sensasi yang nggak biasa. Namun, ketika syaraf tersebut nggak tertekan, maka sensasi kesemutan akan segera hilang dengan sendirinya.

Tapi, perlu diwaspadai kalau kamu sering mengalami kesemutan. Bisa jadi itu adalah gejala penyakit lain yang lebih berbahaya. Kesemutan kronis bisa jadi tanda penyakit stroke, hati, ginjal, atau bahkan tumor otak lho. Hal ini karena kesemutan berhubungan langsung dengan sistem syaraf di mana jika kamu mengalami penyakit syaraf yang kronis maka akan terjadi neuropathy. Nah, penyebab utama seseorang menderita neuropathy adalah karena tingginya kadar gula darah atau hyperglycemia. Selain neuropathy, kesemutan kronis lainnya adalah radiculopathy yang mengarah pada sakit-sakit di badan, seperti otot tangan dan kaki yang lemas, sakit leher, hingga kesemutan ekstrem.

Nah, biar kamu nggak mengalami kesemutan yang ternyata cukup berbahaya apabila sering dialami, kamu bisa menghindarinya kok. Kamu bisa menghindari untuk melakukan gerakan berulang seperti menggerak-gerakkan kaki, beristirahat setelah melakukan gerakan berulang tersebut, dan tentunya hindari posisi duduk atau tidur dalam waktu lama yang menekan bagian tubuh yang lain. Tapi, kalau kamu sering mengalaminya, lebih baik periksakan ke dokter, ya!

Kesemutan biasanya terjadi karena kebiasaan. Mengalami kesemutan artinya kita udah ‘merusak’ sistem syaraf kita sendiri. Meskipun bisa kembali dalam waktu cepat, tapi kalau bisa sih hindari kesemutan ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
1.2 KSHARES