Kemarin Indonesia Alami Fenomena Unik, Yaitu Hari Tanpa Bayangan. Yuk Simak 5 Faktanya!

22 Maret 2018
|Chandra W.
0SHARES

Hidup di negara yang dilalui garis khatulistiwa membuat kita warga Indonesia mengalami momen-momen penting kaitannya dengan rotasi atau serta revolusi Bumi. Salah satunya, hari tanpa bayangan yang jatuh tepat pada hari Rabu kemarin, 21 Maret 2018. Kenapa orang-orang pada heboh? Memang apa saja sih yang terjadi pada hari tanpa bayangan ini?

1. Dalam setahun, sebenarnya ada dua hari tanpa bayangan, yaitu setiap 21 Maret dan 23 September

Entah kenapa pada jadi heboh, padahal ini sebenarnya fenomena biasa. Pada dua hari tanpa bayangan ini, matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.

2. Tidak semua kota dan negara dapat mengalaminya. Kalaupun mengalami, waktunya berbeda-beda tiap kota

Di Indonesia, hanya ada dua kota yang benar-benar mengalami hari tanpa bayangan pada tanggal 2 Maret dan 23 September, yaitu Kota Bonjol di Sumatera Barat dan Kota Pontianak di Kalimantan Barat. Sementara untuk Jakarta, hari tanpa bayangan terjadi pada tengah hari setiap tanggal 4 Maret dan 8 Oktober. Di Belitung setiap tanggal 13 Maret dan 1 Oktober, di Sabang setiap 5 April dan 8 September, serta di Solo setiap tanggal 1 Maret dan 18 Oktober.

3. Sebenarnya, bayangan kita tidak benar-benar hilang, melainkan jatuh tepat di bawah kita dan memendek dibandingkan hari-hari biasanya

Karena posisi matahari tepat di atas garis khatulistiwa, bayangan benda jatuh tepat di bawahnya, seolah menghilang.

4. Penyebabnya adalah posisi Bumi yang ‘miring’ terhadap matahari

Matahari menempuh lintasan yang berbeda setiap hari. Maka ia juga terbit di lokasi, waktu, dan ketinggian yang berbeda setiap hari. Hal ini terjadi karena rotasi Bumi dan revolusi Bumi mengelilingi matahari. Sumbu rotasi Bumi miring sekitar 66,6 derajat terhadap bidang orbit. Makanya, seolah-olah matahari terkadang ada di belahan Bumi Utara, kadang di Selatan.

5. Pada hari-hari tersebut, panjang durasi siang dan malam sama, yaitu 12 jam

Posisi ini disebut juga ekuinoks yang berasal dari dua kata dalam bahasa Latin aequus (setara) dan nox (malam). Setelah itu matahari perlahan akan bergeser ke utara sampai mencapai 23,4 derajat lintang utara pada 20 atau 21 juni. Saat itu juga belahan Bumi utara mulai mengalami musim panas dan sebaliknya, belahan Bumi selatan mulai mengalami musim dingin.

Nah, untuk kamu yang tinggal di luar Kota Bonjol, Sumatera Barat dan Kota Pontianak, Sumatera Barat, mungkin hari ini kalau kamu keluar masih tetap ada bayangannya. Mungkin juga kotamu tidak termasuk kota-kota yang mengalami hari tanpa bayangan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES