Kamu Percaya Dengan 10 Mitos tentang Dinosaurus Ini? Coba Baca Lagi Deh Faktanya!

26 November 2017
|Meidiana
57SHARES

Dinosaurus dan kehidupannya adalah topik yang selalu menarik dan nggak pernah ada habisnya untuk dibicarakan. Hewan purba yang melegenda ini selalu membuat kita berimajinasi tentang wujudnya yang sebenarnya, apakah benar seperti di film-film atau seperti apakah. Tidak hanya membuat kita berimajinasi, film-film tentang makhluk raksasa ini pun juga memiliki andil besar dalam membentuk perspektif kita tentangnya. Lalu, karena kurangnya informasi yang akurat, muncul deh mitos-mitos tentang hewan ini yang mungkin sebagian besar masih kita percayai sampai kini.  Seperti dilansir oleh toptenz.net, berikut YuKepo sajikan 10 mitos tentang Dinosaurus yang masih banyak dipercaya oleh masyarakat, termasuk kamu mungkin.

1. Tyrannosaurus Rex (T. Rex) Memiliki tangan yang lemah dan tidak berguna

Dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, tangan T. Rex memang terlihat kecil sehingga banyak yang mengira bahwa kedua tangannya itu tak berguna. Kenyataannya, tangan T. Rex dapat mengangkat objek yang berat, bahkan menurut penelitian, mereka mampu  mengangkat beban dengan berat ratusan pon dengan mudah. Memang benar kita tidak boleh meremehkan hal-hal yang tampaknya kecil karena siapa tau dia justru menyimpan kelebihan atau kekuatan yang luar biasa, seperti tangan T. Rex ini misalnya.

2. Setiap hewan purba adalah Dinosaurus

Banyak orang, mungkin termasuk kita, yang berpikir bahwa setiap makhluk yang hidup dari periode Trias sampai periode Kapur adalah Dinosaurus. Tenyata, istilah dinosaurus sebenarnya hanya berlaku bagi sekelompok hewan tertentu saja yang hidup pada zaman tersebut. Pterodactyl yang sering kita anggap sebagai dinosaurus saja ternyata secara taksonomi tidak diklasifikasikan dalam genus yang sama seperti dinosaurus, bahkan juga  tidak termasuk mamalia dan ikan pada zaman itu.

 

3. Dinosaurus selalu menyeret ekornya

Lucu juga sih sebenernya kalau kita berpikir bahwa dinosaurus selalu berjalan dengan menyeret ekornya, padahal hewan-hewan modern saja tidak berjalan seperti itu. Akan tetapi dalam budaya pop, dinosaurus nyatanya memang sering digambarkan sebagai hewan yang menyeret ekornya dan juga sering disebut bangsa kadal. Kedua hal tersebut salah besar, lho, karena berdasarkan penelitian, para ahli paleontologi tidak menemukan tanda-tanda seretan ekor yang mengikuti ribuan jejak kaki dinosaurus yang ditemukan.

4. Induk Dinosaurus adalah orang tua yang jahat

Induk dinosaurus memang sering digambarkan sebagai orang tua jahat, yang setelah bertelur lalu meninggalkan anak-anaknya. Akan tetapi, itu  tidak benar karena ada bukti baru yang menunjukkan bahwa banyak spesies dinosaurus yang benar-benar merawat anaknya. Ahli paleontologi nyatanya pernah menemukan sisa-sisa fosil hewan dewasa dari spesies Philydrosauras yang dikelilingi keenam anaknya. Percaya deh, sebuas-buasnya induk hewan, mereka pasti juga banyak memiliki naluri keibuan kok.

5. Dinosaurus adalah reptil pertama yang menguasai bumi

Oleh karena dinosaurus menguasai bumi selama jutaan tahun sebelum manusia, akhirnya banyak yang berasumsi bahwa bahwa merekalah reptil pertama (dan satu-satunya) yang menguasai bumi. Faktanya, para ilmuwan telah menemukan fosil-fosil sekelompok makhluk yang jutaan tahun mendahului hewan purba tersebut, yaitu sekelompok yang para ilmuwan sebut sebagai “fosil reptil paling jelek". Kelompok itu disebut sebagai Pareiasaurus dan menurut ahli paleontologi, Michael Benton dari University of Bristol, mereka  mewakili puncak evolusi vertebrata di darat sebelum dinosaurus.

6. Dinosaurus selalu meneror mamalia dan hewan non-Dinosaurus lainnya

Dalam film-film,  dinosaurus selalu digambarkan sebagai binatang buas yang dengan perkasanya menginjak-injak apa saja yang dilewatinya dan membuat sekelompok mamalia berlarian  dan bersembunyi ketakutan. Faktanya, banyak lho di antara dinosaurus yang justru dimangsa oleh mamalia dan hewan non-dinosaurus lainnya, misalnya saja Razanandrongobe, hewan sekerabat dengan buaya, yang bisa melahap reptil raksasa ini. Hewan mamalia pun dengan ukuran kecilnya mereka juga selalu melawan dinosaurus dengan masuk ke sarangnya yang tak terlihat lalu memangsa telur mereka yang belum menetas. Nah, menurut para ilmuwan, tindakan para mamalia tersebutlah yang menjadi salah satu penyebab kepunahan hewan purbakala ini.

7. Pterodactyl adalah Dinosaurus terbang

Mitos selama ini mengatakan bahwa Ptereodactyl adalah dinosaurus terbang. Dalam film-film pun, Pterodactyl juga hampir selalu muncul. Akan tetapi, faktanya, Ptereodactyl hanyalah reptil kecil bersayap dari periode Jurasik dengan lebar sayap 3—4 kaki saja. Selama ini yang orang sebut sebagai Ptereodactyl sebenarnya adalah Pteranodon, binatang dari periode Kapur dengan lebar sayap 23 kaki. Semoga besok jangan salah sebut lagi, ya.

8. Dinosaurus mati karena gagal ber-evolusi

Awalnya banyak ilmuwan yang berpendapat bahwa dinosaurus mati karena tidak berhasil dalam ber-evolusi, tidak seperti mamalia yang terus ber-evolusi dalam kondisi ekstremnya iklim pasca-serangan asteroid. Namun, sebagian besar teori tersebut telah dibantah karena baik mamalia maupun reptil raksasa ini, keduanya sama-sama ber-evolusi untuk bertahan dari kepunahan massal. Di masa sekarang, meskipun kita mungkin tidak melihat banyak makhluk semacam kadal raksasa yang berkeliaran di bumi, ternyata ada banyak lho burung yang merupakan keturunan dinosaurus.

9. Hantaman sebuah asteroid raksasa menjadi satu-satunya pemusnah Dinosaurus

Menurut para ilmuwan, sebuah asteroid raksasa mungkin saja menghantam bumi dan memulai peristiwa terjadinya kepunahan, tetapi hal itu sama sekali bukan satu-satunya penyebab kepunahan massal hewan purba misterius ini. Para ilmuwan baru-baru ini mulai mempertimbangkan bahwa ledakan sebuah supervolcano di India-lah yang mungkin sebenarnya menjadi penyebab kepunahan massal, yang membunuh 3/4 kehidupan di bumi. Lalu, letusan hebat gunung-gunung berapi yang terus berlanjut dan efek-efek yang ditimbulkannya juga menjadi salah satu penyebab kepunahan massal pada masa itu.

10. Dinosaurus hidup dalam satu periode sekaligus

Banyak yang percaya bahwa dinousaurus hidup dalam satu periode zaman. Akan tetapi, itu ternyata nggak benar. T. Rex, Stegosaurus, Pterosaurus, Brontosaurus, Triceratopus, dan Apatosaurus yang selalu muncul bersama-sama dalam film juga hanya fiksi. Faktanya, mereka berasal dari zaman-zaman dan spesies yang berbeda. T. Rex berasal dari zaman Kapur atau Cretaceous, sedangkan Stegosaurus jutaan tahun tahun lebih tua dari T. Rex. Jauh banget tuh.

Oleh karena kita nggak pernah mengalami sendiri hidup di zaman Dinosaurus dan juga bukan orang yang ahli di bidang paleontologi, kita jadi percaya saja dengan film-film dan mitos-mitos yang bertebaran dan nggak sesuai dengan fakta ilmiah. Semoga setelah mengetahui beberapa fakta tadi, kita nggak salah lagi ya dalam memersepsikan hal-hal yang berkaitan dengan hewan purbakala yang satu ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
57SHARES