Inilah 4 Prosedur Operasi Alat Kelamin yang Banyak Dilakukan. Ternyata Bahaya!

05 Agustus 2017
|Romlah Sundari

Setiap tubuh pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita seringkali begitu asik mengkritisi bentuk tubuh kita yang dirasa kurang indah atau kurang memuaskan. Mulai dari bagian tubuh yang terlihat mata seperti bentuk bibir, hidung, warna dan tekstur rambut, hingga bagian-bagian tubuh yang sebenarnya tertutupi pakaian. Misalnya payudara, pantat, hingga alat kelamin.

Ya, ternyata alat kelamin pun dapat dimodifikasi sedemikian rupa demi memuaskan keinginan kita akan kesempurnaan tubuh. Terutama di negara-negara barat yang memang lebih terbuka mengenai hal-hal yang berbau seksual, operasi alat kelamin lebih marak terjadi. Namun operasi alat kelamin sebenarnya memiliki tingkat resiko yang tinggi, sehingga harus dilakukan oleh dokter bedah yang benar-benar terpercaya. Karena jika salah, operasi alat kelamin tidak hanya dapat menyebabkan disfungsi alat kelamin tapi bahkan bisa menyebabkan kematian!

Penasaran? Inilah prosedur operasi alat kelamin yang bisa dilakukan!

1. Operasi perubahan jenis alat kelamin

Operasi pengubahan jenis alat kelamin dapat dilakukan kepada kedua jenis alat kelamin. Sesuai dengan namanya, operasi ini dilakukan untuk mengubah alat kelamin pria menjadi wanita dan begitu pula sebaliknya. Biasanya, operasi alat kelamin ini dilakukan oleh para transgender yang ingin menjadi perempuan atau laki-laki seutuhnya, lengkap dengan alat kelaminnya. Terkadang operasi ini juga dilakukan agar dapat berhubungan seks secara normal dengan pasangan. Bagaimanapun, operasi ini terbilang berisiko tinggi. Karena seringkali operasi ini berakibat fatal dan justru membuat alat kelamin menjadi disfungsional.

Seperti yang terjadi pada Irwin, seorang transgender asal Selandia Baru ini mengalami malpraktek saat melakukan operasi pengubahan alat kelamin di Bangkok pada tahun 2013. Ia yang berharap akan kembali ke Selandia Baru dengan rasa bangga telah menjadi perempuan seutuhnya, ternyata justru pulang dengan rasa sakit yang bahkan membuatnya kesulitan berjalan dan beraktivitas. Dan bagian terburuknya, kini Irwin bahkan tidak dapat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya karena rasa malu akan bentuk vagina buatannya yang tidak sempurna dan rasa sakit yang mendera kelaminnya.

2. Labiaplasty

Operasi labiaplasty merupakan prosedur pengubahan bagian ‘bibir’ vagina dalam. Seringkali, operasi ini dilakukan karena perempuan merasa tidak percaya diri dengan bentuk bibir vagina bagian dalamnya yang terlihat lebih menonjol daripada bibir vagina bagian luarnya. Sedangkan gambaran mengenai vagina yang ideal adalah vagina seperti milik Barbie yang mulus, berwarna cerah dan tertutup sempurna oleh bibir luar vagina. Sehingga banyak remaja perempuan berumur belasan tahun atau yang sudah memasuki usia 20an melakukan labiaplasty demi meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Namun vagina tercipta dengan bentuk yang berbeda-beda dan tidak seharusnya bentuk vagina mempengaruhi rasa percaya diri. Karena yang terpenting adalah fungsi dari vagina itu sendiri bisa terpenuhi. Labiaplasty juga merupakan prosedur yang cukup berbahaya, karena jika tidak dilakukan dengan teliti dan hati-hati, bentuk vagina malah bisa jadi terlihat aneh. Bagaimanapun, prosedur ini menjadi semakin populer beberapa tahun belakangan. Bahkan di Inggris, tercatat 2000 orang perempuan melakukan labiaplasty pada tahun 2010.

3. Operasi pembesaran penis

Bukan hanya wanita yang sering tidak merasa percaya diri dengan bentuk vaginanya, pria pun kadang merasa kurang percaya diri dengan ukuran penisnya. Karena itulah ada berbagai metode dan obat pembesar penis yang dapat kita temui di Indonesia. Di Indonesia, prosedur pembesaran penis dilakukan dengan obat-obatan herbal, jamu, atau pijat, lain halnya dengan di negara-negara barat. Sedangkan di luar negeri, prosedur pembesaran penis dilakukan di ruang operasi dengan cara menyuntikkan lemak dari perut dan memindahkannya ke penis.

Meski terdengar sebagai prosedur yang sederhana dan tidak berbahaya, namun ternyata operasi ini dapat menyebabkan berbagai efek samping yang buruk, dari berkurangnya sensitivitas penis hingga kematian. Beberapa waktu lalu di Amerika, seorang pria muda dan sehat yang melakukan operasi pembesaran penis harus berakhir tewas di meja operasi setelah lemak yang disuntikan ke penis justru memasuki pembuluh darah dan menyebabkan emboli di jantung. Kecelakaan ini membuat pria tersebut harus tewas seketika.

4. Prosedur pengembalian selaput dara

Beberapa waktu lalu, Indonesia pernah dikagetkan oleh kabar bahwa Dewi Persik, penyanyi dangdut terkenal tanah air, telah melakukan operasi pengembalian selaput dara. Hal ini ia lakukan kabarnya demi calon suaminya dan untuk membuat kehidupan seks mereka lebih menggairahkan.

Prosedur ini dilakukan dengan memasang selaput dara buatan, baik yang terbuat dari anggota tubuh maupun dari lapisan gelatin buatan, di dalam bukaan liang vagina. Operasi ini kerap dilakukan di berbagai negara timur tengah dan Asia yang memang menaruh nilai penting atas keperawanan seseorang. Tidak hanya untuk alasan itu, seorang bintang porno Jepang, Kyoko Aizome, dikabarkan melakukan operasi pengembalian selaput dara demi salah satu peran dalam filmnya dimana ia akan memecah selaput dara buatannya di depan kamera.

Hmm, obsesi manusia terkadang memang aneh, ya. Bagaimanapun, tidak seharusnya kita merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuh yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Karena seperti apapun bentuk tubuh, yang paling penting bukanlah bentuknya namun fungsionalitasnya. Sebisa mungkin, jangan lakukan operasi alat kelamin ini ya. Syukurilah apa yang kamu punya, karena tubuhmu hanya satu, dan tidak ada cadangannya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES