Ini Lho Alasan Mengapa Orang Cerdas Sedikit Temannya, Apakah Kamu Termasuk?

13 November 2017
|Mega Fitriyani
Sains
0SHARES

Setiap orang butuh kehadiran orang lain untuk merasa diterima, dimengerti, serta untuk bersosialisasi. Kita juga bisa untuk share ide dan bertukar pikiran. Kebutuhan akan kasih sayang juga didapatkan dari interaksi sosial. Namun, orang cerdas tidak membutuhkan teman sebanyak orang dengan kecerdasan rata-rata. Apakah alasannya? Yuk, kepo!

Orang yang cerdas tetap membutuhkan teman meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Kebutuhan untuk mendapatkan teman yang dirasakan cocok ini apabila terpenuhi akan membuat seseorang yang cerdas merasakan kebahagiaan hidup yang lebih baik.

Tingkat kecerdasan yang tinggi membuat seseorang hanya tertarik pada tema pembicaraan yang berat dan serius, termasuk dalam humor. Tidak semua orang mampu mengimbangi kebutuhan pola pikir yang demikian. Jadi, seseorang yang cerdas lebih suka memilih diam daripada memberi tanggapan yang tidak dimengerti orang lain atau menanggapi pemikiran dangkal seseorang yang asal ngomong. Imbasnya, kita sering mendengar ungkapan bahwa orang jenius tidak suka banyak bicara.

Seseorang yang cerdas lebih tertarik dengan ide dan pikirannya sendiri daripada bersosialisasi dengan orang lain. Sebab, berpikir selalu memberikan mereka kesenangan. Berbeda dengan bersosialisasi yang kadang membuat mereka malah tak nyaman. Malahan, seseorang yang cerdas bisa menjadi orang yang sangat pemilih dalam beteman. Mereka memiliki persyaratan khusus tentang keterampilan temannya sehingga jumlah temannya akan sangat sedikit.

Seseorang yang cerdas sangat memperhatikan prioritas. Hal yang tidak menjadi prioritasnya akan ia lakukan belakangan. Hal-hal seperti berkomunikasi dengan yang lain hanya menjadi prioritas ketika hal itu mendatangkan nilai positif. Nilai positif itu seperti membicarakan hal-hal yang menjadi minatnya saja. Mereka ingin menjadi seorang expertist dalam tema tersebut. Maka, bicara dengan orang awam tentang sebuah tema dirasa hanya membuang-buang waktu dan energi.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian mengenai kaitan antara komunikasi dengan teman pada kebahagiaan. Penelitian tersebut menggunakan sampel besar, yaitu sebanyak 15 ribu subjek penelitian dengan rentang usia 18-28 tahun. Penelitian tersebut diprakarsai oleh seorang psikolog dari London School of Economics bernama Satoshi Kanazawa bersama rekannya dari Universitas Manajemen Singapura, Norman Li. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal penting, salah satunya adalah keterkaitan antara kecerdasan dengan kebahagiaan. Hanya komunikasi intensif dengan lawan bicara yang memiliki kecocokan pikiran dengannya yang akan mendatangkan kebahagiaan. Selain itu, seseorang yang dianugerahi kecerdasan tinggi memiliki pandangan bahwa dalam berteman membutuhkan persyaratan yang lebih rumit. 

Dari penjelasan-penjelasan tersebut, wajar kan jika orang yang cerdas sangat selektif dalam berteman? Namun, jika kamu adalah teman si cerdas atau si cerdas itu sendiri, ya tak masalah. Kebahagiaan tidak ditentukan dari seberapa banyak teman yang kamu miliki, namun seberapa berkualitas hubungan dari pertemanan kalian.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
0SHARES