Ingin Sehat dengan Diet Ketat, Remaja Ini Malah Nyaris Buta, Kok Bisa?

05 Oktober 2017
|Romlah Sundari
2.5 KSHARES

Bentuk tubuh yang ideal memang menjadi impian banyak orang. Bukan hanya perempuan, laki-laki pun kini juga turut terobsesi dengan tubuh yang ideal. Memimpikan bentuk tubuh yang lebih ideal memang tidak salah, namun obsesi yang berlebihan untuk mendapatkan bentuk tubuh tersebut sering kali justru membawa petaka. Karena demi mendapatkan tubuh yang diinginkan, orang-orang rela melakukan berbagai cara, dari yang sehat hingga yang dapat menghancurkan tubuh. Atau yang lebih berbahaya lagi, ada pula orang-orang yang mengikuti cara yang dianggap sehat, namun sebenarnya justru dapat merusak tubuh, seperti diet ketat yang tidak didampingi pengetahuan cukup mengenai nutrisi.

Namun, diet bukanlah hanya untuk menguruskan tubuh semata. Ada alasan-alasan lain yang dapat membuat seseorang melakoni diet ketat, seperti kondisi kesehatan yang membuat seseorang tidak bisa memakan makanan tertentu atau bahkan alergi makanan. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang remaja laki-laki di Kanada berusia sebelas tahun. Remaja ini melakukan diet ketat untuk mengatasi alerginya terhadap berbagai makanan dan penyakit eksim yang dideritanya. Diet ketat yang ia lakukan ini hanya berisikan kentang, daging, apel, mentimun, dan sereal.

Akan tetapi, siapa sangka bahwa diet ketat yang dilakoni oleh remaja sebelas tahun ini justru membuatnya harus menghadapi komplikasi lain hingga ia kehilangan penglihatannya? Ya, remaja laki-laki ini mengalami gangguan penglihatan selama delapan bulan hingga akhirnya ia dibawa ke rumah sakit setelah kondisi penglihatannya semakin buruk dan dapat dikatakan buta. Saat dibawa ke rumah sakit, jarak pandang yang dimiliki oleh remaja laki-laki ini hanyalah 30 cm dari wajahnya sehingga membuat ia secara legal dapat disebut buta.

Lalu, bagaimana bisa diet ketat yang tujuannya menghindari berbagai pemicu penyakit justru membuat remaja ini menderita kebutaan? Ternyata, diet ketat yang dilakoni oleh remaja ini tidak mencukupi kebutuhan akan nutrisi-nutrisi yang penting bagi tubuh, salah satunya adalah vitamin A. Sebagaimana yang telah kita ketahui, vitamin A ini merupakan zat yang penting bagi mata dan sistem penglihatan kita. Karena itulah orang tua kerap menyuruh anaknya memakan wortel karena wortel dikenal sebagai salah satu sumber vitamin A yang baik bagi tubuh.

Kekurangan vitamin A membuat protein keratin di mata remaja ini mengering sehingga menimbulkan "titik bitot", yaitu bercak-bercak kering keratin di bola matanya. Selain itu, remaja ini juga mengalami kebutaan total di malam hari dan mata yang kering. Kondisi ini merupakan penanda tubuh yang kekurangan vitamin A. Namun, karena tidak dihiraukan, kondisi remaja ini menjadi begitu parah hingga akhirnya harus ditangani oleh dokter. Ia sudah sampai mengalami kerusakan di sel-sel retinanya sehingga dokter tidak dapat mengembalikan penglihatan remaja ini. 

Belajar dari kasus di atas, ada baiknya kita tetap memerhatikan asupan nutrisi kita meskipun sedang melakukan diet ketat untuk tujuan apa pun. Meski mungkin kita memiliki banyak alergi terhadap berbagai makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan itu, cobalah untuk menggantinya dengan tambahan suplemen. Diet memang boleh saja dilakukan dan mungkin dapat menyehatkan tubuh, akan tetapi diet harus diimbangi dengan pengetahuan yang baik akan kebutuhan nutrisi tubuh. Jadi, jangan asal ngikut metode diet artis yang tidak memiliki basis ilmiah ya, bisa-bisa kita malah berabe!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
2.5 KSHARES