Ingin Cantik, Tapi Wajah Malah Rusak. Gini Emang Kalo Pake Filler, Tapi Nawar

08 September 2017
|Romlah Sundari
306SHARES

Menjadi cantik dan awet muda memang tampaknya menjadi impian banyak perempuan di dunia. Hanya demi terlihat cantik, banyak perempuan yang rela melakukan berbagai cara. Meskipun harus merogoh kocek dalam-dalam dan menjalankan prosedur yang sakit serta berisiko tinggi. Salah satu prosedur kecantikan yang menjadi populer belakangan ini di Indonesia adalah prosedur filler wajah. Prosedur ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan ke dalam lapisan kulit. Biasanya, perempuan melakukan prosedur filler ini untuk menyamarkan kerutan sehingga terlihat lebih muda atau memberikan fitur wajah yang lebih menarik.

Namun, filler wajah datang dengan bahayanya sendiri seperti yang dialami oleh Tracie Samara, seorang perempuan asal Amerika Serikat. Tracie yang ketika mudanya merupakan seorang model mengeluhkan kondisi wajahnya yang tampak semakin tua karena keriput yang menandai gurat-gurat usianya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk melakukan prosedur filler wajah pada seorang dokter di Miami yang menawarkan prosedur filler secara gratis. Nahas, keinginannya untuk menjadi cantik malah justru merusak wajahnya dan hingga sebelas tahun kemudian, wajahnya tidak kunjung sembuh seperti sedia kala.

Kesalahan Tracie terletak pada tergiurnya ia oleh iming-iming prosedur filler wajah gratis. Mengingat prosedur ini merupakan prosedur gratis, maka besar kemungkinan bahwa yang melakukan prosedur ini pada Tracie adalah tenaga medis yang belum berpengalaman dan bukanlah seorang professional yang memiliki jam terbang tinggi. Selain itu, prosedur ini menjadi lebih berisiko karena bahan filler yang digunakan pastilah yang murah dan dipertanyakan kualitasnya.

Memang terdapat dua jenis cairan yang banyak digunakan untuk prosedur filler wajah, yaitu silicon dan kolagen. Silikon menjadi lebih murah daripada kolagen karena silicon merupakan zat kimia yang anorganik dan akan menetap di lapisan kulit karena tidak dapat dipecah oleh tubuh. Ketika silicon disuntikkan ke dalam lapisan kulit, maka hal ini akan memaksa tubuh untuk menyelimutinya dengan kolagen dan membuat kerutan di area yang disuntik tersebut menjadi tersamarkan dengan hadirnya kolagen. Namun, karena silicon merupakan zat anorganik yang asing bagi tubuh, maka silicon memiliki risiko gagal yang lebih tinggi daripada kolagen.

Inilah yang terjadi pada Tracie, ia menggunakan silicon sebagai bahan filler wajahnya. Namun, ia tidak benar-benar mengetahui silicon apa yang dimasukkan ke dalam lapisan kulitnya, apakah silicon yang memang dibuat khusus untuk kepentingan medis atau justru silicon yang digunakan untuk kepentingan industri. Karena memang beberapa dokter di Amerika Serikat diketahui telah melakukan tindakan tidak etis dengan menggunakan bahan filler wajah berupa silicon grade industri. Beberapa minggu setelah prosedur filler tersebut, bagian bawah mata Tracie membengkak sedemikian rupa hingga ia hampir tidak dapat melihat. Wajahnya mengalami infeksi di beberapa bagian dan terbentuk benjolan-benjolan keras di wajahnya yang seharusnya tidak terjadi setelah prosedur filler. Tracie pun menjalani beberapa prosedur operasi demi mengeluarkan silicon dari dalam lapisan kulitnya. Meski begitu, wajah Tracie yang sudah terinfeksi tidak dapat kembali normal. Bahkan, sebelas tahun setelah kejadian tersebut, wajah Tracie tidak kembali ke bentuk asalnya.

Walaupun sudah mendapatkan pengalaman buruk dari prosedur kecantikan yang tidak alami seperti ini, namun Tracie tetap tidak kapok dan berniat untuk melakukan operasi plastik guna mengembalikan kecantikannya. Hmm, semoga kali ini prosedur operasi plastik Tracie tidak bermasalah lagi, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
306SHARES