Impor Beras Terus Padahal Indonesia Negara Agraris, Inilah Solusi Jangka Panjangnya: Beras Hibrida

Sumber Gambar

Siapa di sini yang rasanya belum kenyang kalau belum makan nasi? Sekitar 250 juta penduduk Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok sehingga kebutuhan beras sangat tinggi. Meskipun kita bangga dengan gelar negara agraris, nyatanya pemerintah masih harus impor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan yang mencapai 2,5 juta ton beras per bulan. Lalu apakah nggak ada solusi yang bisa diterapkan selain impor? Ada kok, jawabannya adalah beras hibrida.

1. Coba kita lihat dulu yuk, seberapa banyak Indonesia mengimpor beras sejak tahun 2000 hingga 2018

kelanakota.suarasurabaya.net

Dari tahun 2000-2015, dilansir dari Kompas.com, Indonesia mengimpor sekitar 15,39 juta ton beras atau senilai Rp 78,70 triliun (kurs 13.500). Lalu pada tahun 2016-2017 pemerintah ‘beristirahat’ dari impor beras. Awal tahun ini, karena terjadi kelangkaan, pemerintah kembali membuka keran impor beras sebanyak 500.000 ton. Karena kelangkaan ini pula, harga beras mencapai Rp 13.000/kg.

2. Dari negara mana saja sih Indonesia mengimpor beras?

www.sinarharapan.co

Ternyata ada banyak negara yang menjadi sumber beras impor bagi Indonesia, di antaranya Vietnam, Thailand, China, India, Pakistan, Amerika Serikat , Taiwan, Singapura dan Myanmar. Dari semua negara tersebut, beras paling banyak diimpor dari Vietnam. Sekitar 7,44 juta ton atau 50% dari keseluruhan jumlah impor beras.

3. Tidak ada yang tahu mengapa Indonesia yang gemah ripah ini masih juga kesulitan memenuhi kebutuhan sendiri alias swasembada beras

Sumber Gambar

Entah karena ada tangan-tangan yang bermain di baliknya, atau karena faktor lain. Di Indonesia sendiri, produksi gabah terus menurun sejak tahun 2010. Pada tahun 2011 misalnya, produksi beras hanya 5,1 ton/hektar dengan total produksi 65,39 ton (data dari BPS 2011). Jumlah ini menurun 1,63% dari tahun 2010.

4. Salah satu solusi yang sedang diusahakan adalah budidaya beras hibrida
Sumber Gambar

Dalam pembukaan International Hybrid Rice Symposium 2018 dengan tema ‘Ketahanan Pangan Melalui Pemanfaatan Padi atau beras Hibrida di Tengah Kondisi Perubahan Iklim’  yang diselenggarakan di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta (27/02), disampaikan bahwa padi hibrida dapat meningkatkan hasil panen hingga 20% lebih tinggi dibandingkan padi non-hibrida dan dapat menjadi solusi yang layak untuk membantu mempercepat target swasembada beras di Indonesia.

5. Apa itu beras hibrida? Seberapa menguntungkannya budidaya beras hibrida di Indonesia?
Sumber Gambar

Dilansir dari Litbang Pertanian, varietas unggul hibrida (VUH) adalah kelompok tanaman padi yang terbentuk dari individu-individu generasi pertama (F1) turunan suatu kombinasi persilangan antar tetua tertentu. Singkatnya, padi hibrida adalah hasil persilangan antar varietas yang kemudian menghasilkan sifat tanaman unggulan dari segi ketahanan terhadap hama, jumlah produksi per hektar dan sebagainya. Dengan kondisi keterbatasan lahan dan air serta kekeringan atau banjir yang dapat mempengaruhi produktivitas padi, benih hibrida bisa menjadi solusi.

6. Beberapa varietas padi hibrida telah dikembangkan dan diproduksi di Indonesia

www.satuharapan.com

Di antaranya Sembada B9 yang telah diuji dari Jawa hingga Kalimantan dan pernah mencapai produktivitas tertinggi dengan menghasilkan 12-13 ton beras per hektar di Kalimantan Timur. Selain itu ada pula varietas padi hibrida Maro dan Rokan, disusul Hipa 3 dan Hipa 4 pada tahun 2004, Hipa 5 Ceva dan Hipa 6 Jete. Beberapa perusahaan dari sektor swasta telah memproduksi benihnya. Namun kendala yang ditemui di lapangan masih ada, yaitu ketahanan terhadap hama. Beberapa beras hibrida tidak tahan terhadap hama wereng meski produksinya lebih tinggi 1-1,5 ton/hektar dibandingkan padi inbrida.

7. Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan pembiayaan terhadap riset-riset di bidang pertanian

Sumber Gambar

Menurut Dr. Bruce Tolentino, Deputi Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI), selama lebih dari 40 tahun IRRI dan Indonesia telah bekerja sama dalam kemitraan untuk menghasilkan peningkatan produktivitas padi, meningkatkan kesejahteraan bagi petani padi Indonesia dan meningkatkan kapasitas keilmuan para peneliti junior melalui pelatihan di IRRI. Diharapkan kemitraan ini dapat terus berkembang dan dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.

Sumber Gambar

Di Indonesia sendiri hingga saat ini sudah banyak petani yang menggunakan benih padi hibrida dan sukses saat panen. Di antaranya lahan pertanian di Subak Tajen, Bali; Seyegan, Yogyakarta; Ngawi, Jawa Timur dan lain-lain. Produksi beras hibrida pada gilirannya diharapkan mampu mengurangi kuota impor beras dan mempercepat Indonesia menuju swasembada beras. Semoga ya!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Heboh Ibu yang Diduga Gangguan Jiwa Gigit Tangan Polisi Hingga Berdarah. Benarkah Begitu?

Heboh Ibu yang Diduga Gangguan Jiwa Gigit Tangan Polisi Hingga Berdarah. Benarkah Begitu?

Lupakan Silikon dan Filler, Sekarang Zamannya Operasi Pusar Biar Kayak Model Internasional!

Lupakan Silikon dan Filler, Sekarang Zamannya Operasi Pusar Biar Kayak Model Internasional!

Heboh Remaja Bertelur Di Gowa, 7 Fakta Ini Perlu Kamu Ketahui. Bikin Ngilu!

Heboh Remaja Bertelur Di Gowa, 7 Fakta Ini Perlu Kamu Ketahui. Bikin Ngilu!

Geli! Penumpangnya Kentut Terus Menerus, Pesawat Ini Melakukan Pendaratan Darurat. Kenapa Begitu, ya?

Geli! Penumpangnya Kentut Terus Menerus, Pesawat Ini Melakukan Pendaratan Darurat. Kenapa Begitu, ya?

Bisa Menangis Darah, Perempuan 21 Tahun Disebut Penyihir dan Ditinggal Suaminya. Miris Banget!

Bisa Menangis Darah, Perempuan 21 Tahun Disebut Penyihir dan Ditinggal Suaminya. Miris Banget!

Bukan Cuma Hantu, Makhluk Hidup dalam Tetesan Air Laut Ini Juga Tak Kasat Mata!

Bukan Cuma Hantu, Makhluk Hidup dalam Tetesan Air Laut Ini Juga Tak Kasat Mata!

loading