Heboh Perdebatan Minum Susu dan Kencing Unta, Benarkah Campuran Ini Baik Untuk Kesehatan?

12 Januari 2018
|Chandra W.
135SHARES

Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia dihebohkan dengan video unggahan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir. Dalam video itu, Bachtiar meminum campuran susu unta dan kencing unta yang katanya pula, dapat mengobati penyakit kanker dan baik bagi pencernaan. Sebagian dari kita pasti merasa jijik, tapi penasaran juga, apakah betul kencing unta memiliki khasiat bermanfaat bagi tubuh?

1. Seperti biasa, masyarakat Indonesia termakan isu ini begitu saja sebab ada hadis yang mendasarinya

Begini bunyi hadis tersebut:

"Iklim Madinah tidak sesuai dengan beberapa orang, jadi Nabi memerintahkan mereka untuk mengikuti gembalanya, yaitu untanya, dan minum susu serta air kencingnya (sebagai obat). Maka mereka mengikuti gembala yaitu unta dan meminum susu dan air kencing mereka sampai tubuh mereka menjadi sehat," (Bukhari: 590).

Jika benar bunyi hadisnya seperti itu, maka kita dapat menggarisbawahi kata Madinah. Madinah adalah sebuah kota di Arab Saudi yang memiliki iklim gurun. Apakah jika kencing dan susu unta dikonsumsi di wilayah beriklim selain iklim gurun juga memberi manfaat yang sama? Tentu masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahuinya. 

2. Praktik itu bermula dari suku Uraynah yang sakit saat tinggal di Madinah

Suku Uraynah yang datang dari luar Madinah tidak cocok dengan iklim Madinah. Oleh Nabi Muhammad SAW dianjurkan untuk meminum campuran air kencing dan susu unta sebagai obat. Inilah yang kemudian menjadi dasar dan acuan masyarakat di wilayah beriklim gurun (sebagian besar wilayah Timur Tengah) untuk mengonsumsi air kencing dan susu unta. Bahkan air kencing unta dijual di toko-toko sampai di pinggir jalan. Praktik ini biasa dijumpai di Timur Tengah. Jadi sesungguhnya ini adalah tradisi lama yang hingga kini masih mengakar di Arab Saudi dan sekitarnya.

3. Pada tahun 2015, isu ini sebenarnya sempat mengemuka saat wabah MERS merebak di Timur Tengah

Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (MERS) adalah virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut dengan gejala demam, batuk dan napas sesak terkadang juga disertai pneumonia dan gangguan pencernaan seperti mulas dan diare. Virus ini berjenis zoonotic, artinya bisa menular dari hewan ke manusia melalui kontak tidak langsung sekalipun. Misal, melalui produk hewani yang dikonsumsi manusia. MERS coronavirus diduga menyebar dari unta dromedari (salah satu jenis unta di Arab Saudi).

4. Meskipun telah digunakan sebagai obat, sebenarnya belum ada klaim ilmiah yang mampu melegitimasi kegunaan kencing unta untuk menyembuhkan penyakit

Pernah ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Ahmad A. Ahmadani dari Fakultas Kedokteran Universitas Al-Jazeera Sudan. Ia menggunakan urin unta yang rasanya dinetralkan menggunakan susu untuk mengobati pembengkakan pada hati. Lima belas hari kemudian, perut orang tersebut kembali ke ukuran semula. 

5. Urin unta mengandung potasium, albumen dan magnesium dalam kadar yang cukup tinggi

Hal ini disebabkan oleh frekuensi minum seekor unta yang biasanya hanya empat kali selama musim panas dan sekali selama musim dingin. Meskipun demikian, belum ada penelitian lanjutan apakah kandungan pada urin unta dapat menyembuhkan penyakit tertentu. 

6. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Fatin Khorshid menunjukkan bahwa urin unta dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor di hewan percobaan

Namun sekali lagi, itu baru diujikan pada hewan percobaan. Sementara pada manusia belum ada yang teruji secara klinis. Urin yang digunakan pun urin unta yang telah diliofilisasi atau dikurangi kadar airnya dengan sublimasi dan mengubahnya ke dalam bentuk gas. World Health Organization (WHO) juga telah mengeluarkan larangan untuk mengonsumsi urin unta bahkan susu dan daging unta terutama secara mentah-mentah. Sementara itu Asosiasi Medis Islam Malaysia menyatakan bahwa jika masih lebih banyak ruginya daripada manfaatnya, maka masih dianggap haram dari perspektif Islam. Lebih baik jika sudah ada buktinya secara medis.

Tentu saja semua itu menjadi pilihan masing-masing untuk mengonsumsinya atau tidak. Di Arab Saudi sendiri saking larisnya urin unta, pernah ada kasus toko yang ternyata menjual urin pemilik tokonya sendiri yang diklaim sebagai urin unta pada akhir tahun 2015. Kalau menurutmu, bagaimana? Mau coba mengonsumsi urin unta?

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
135SHARES