Heboh Penutupan Pabrik Sabu Cair Berkedok Diskotek MG, Sebenarnya Narkoba Apa Sih Itu?

24 Desember 2017
|Chandra W.
0SHARES

Diskotek MG yang berlokasi di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat beberapa waktu yang lalu digerebek karena ternyata merupakan pabrik tempat produksi sabu cair. Barang terlarang tersebut diproduksi di lantai 4, sedangkan diskotek berada di lantai 1. Sabu cair tersebut diedarkan salah satunya kepada pengunjung diskotek. Hal itu terbukti dengan hasil tes urin 120 pengunjung yang terbukti positif menggunakan narkoba. Mengapa produsen memilih untuk memproduksi sabu cair, bukan sabu kristal seperti biasanya? Lalu apa dampak sabu cair bagi tubuh pemakainya?

Sabu cair atau yang bernama liquid methamphetamin sebenarnya sudah beredar dan diproduksi di berbagai negara, bukan hanya di Indonesia. Sabu dicampur dengan air lalu dikemas dalam botol minuman keras atau bahkan botol air mineral biasa. Produsen mengaku cara ini dipilih agar lebih mudah mengedarkannya dibanding sabu kristal. Mengapa lebih mudah? Sebab penjualan minuman keras legal, sedangkan narkoba jenis apapun ilegal. Dengan mengemas sabu dalam bentuk cair dalam botol-botol miras, sabu cair jadi aman dari pemeriksaan di pelabuhan atau bandara.

Meski demikian, sabu cair sebenarnya lebih berbahaya dibandingkan sabu kristal. Sebab, pengguna tidak tahu dosis yang dimasukan pada cairan tersebut. Selain itu sabu cair juga mengakibatkan rasa haus dan kerongkongan terasa kering sehingga penggunanya justru ingin terus meminumnya. Padahal efek penggunaan sabu dapat merusak fisik dan mental pemakainya. 

Pada tataran fisik, efeknya adalah tremor, kejang spontan, nyeri dada, tekanan darah tinggi, pupil melebar dan naiknya suhu tubuh secara berlebihan atau hipertermia. Sedangkan dampaknya terhadap mental pengguna adalah gangguan pola tidur, kegugupan yang terus menerus, dan mudah tersinggung. Ada juga yang berbicara terus menerus dan sulit dihentikan. Dalam jangka panjang, efeknya lebih menyeramkan dan dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi ginjal, hati, dan paru-paru serta dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan jantung.

Pada tingkatan yang lebih tinggi, pemakai sabu dilaporkan mengalami paranoia dan keinginan untuk bunuh diri. Nggak heran sabu cair atau sabu kristal atau narkoba jenis apapun dilarang peredaran dan konsumsinya, karena efeknya semengerikan itu dan sulit juga menyembuhkannya. Makanya jangan pernah mencicip dan mencobanya bahkan jika hanya setetes. Emang mau masa depanmu rusak di tangan sendiri? 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES