Heboh Erupsi Gunung Agung. Hati-hati, Begini Dampak Abu Vulkanik Terhadap Kehidupan Manusia!

02 Desember 2017
|Chandra W.
2.4 KSHARES

Fenomena gunung meletus sudah tidak asing lagi bagi kita yang hidup di Indonesia. Terletak di lingkaran Ring of Fire atau cincin api, negeri ini memiliki 127 gunung berapi yang aktif. Terakhir dikabarkan Gunung Agung di Bali telah berstatus awas (level IV) dan telah mengeluarkan material vulkanik berupa magma, abu, dan kerikil hingga 6.000 meter di atas puncak gunung. Lalu apa saja dampak dari ledakan dan material abu bagi kehidupan manusia, baik dari segi kesehatan maupun bidang pertanian hingga penerbangan?

1. Abu vulkanik adalah salah satu material yang dimuntahkan gunung api ketika meletus. Beberapa unsur yang membentuk abu vulkanik di antaranya: alumunium, silika, kalium dan besi

Meskipun partikelnya berukuran sangat kecil dalam satuan mikron, abu vulkanik ibarat semen. Jika terhirup, material silikanya yang tajam dapat melukai bagian paling dalam paru-paru yaitu alveolus. Bagi manusia, risiko paling besar dampak abu vulkanik menyerang sistem pernapasan. Pada saat gunung meletus biasanya paling banyak dilaporkan iritasi selaput lendir dengan gejala bersin-bersin, pilek, beringus dan sakit tenggorokan. Ada juga yang disertai batuk kering dan batuk berdahak. Gejala ini biasanya lebih parah pada orang yang sebelumnya telah mengidap asma, bronkitis, eufisema dan penyakit bawaan pernapasan lainnya.

2. Jika mengenai kulit, dapat menyebabkan gatal-gatal

Abu vulkanik dapat menempel di kulit melalui sebaran langsung ataupun melalui air yang telah tercemar dan tercampur dengan abu vulkanik. Iritasi kulit akibat air tersebut disebabkan oleh sifat air yang telah berubah menjadi asam ketika tercampur abu vulkanik. Selain kulit dan pernapasan, mata juga merupakan bagian tubuh penting yang harus diindungi dari abu vulkanik.

3. Bagi pertanian, dampak negatif abu vulkanik akan terasa terlebih dahulu sebelum dampak positifnya

Saat gunung meletus, abu vulkanik dapat menutupi lahan pertanian baik kebun, ladang maupun sawah dengan ketebalan berbeda-beda. Berhektar-hektar tanaman biasanya tidak dapat diselamatkan dan mati tertutup abu. Namun sesungguhnya dalam waktu beberapa bulan setelah letusan, material vulkanik akan menjadikan tanah lebih subur karena mengandung mineral seperti seng, mangan, selenium dan zat besi. Bagi hewan ternak, akan sangat berbahaya jika mereka memakan rumput yang terselimuti abu. Sering ditemukan hewan ternak mati akibat merumput di padang yang tertutup abu meski hanya setebal satu milimeter.

4. Di sisi lain, abu vulkanik dapat menyediakan bahan bangunan dalam jumlah banyak dan waktu relatif singkat

Material yang terlontar saat gunung meletus berupa batu, kerikil, dan abu serta pasir menumpuk setelah letusan usai. Inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan baik untuk campuran membuat semen atau beton.

5. Pada beberapa kasus, tumpukan abu vulkanik juga dapat dijadikan objek wisata baru sembari mengembalikan kemampuan ekonomi warga yang terkena dampak letusan

Tak jarang setelah sebuah gunung meletus, tumpukan abu vulkanik menarik minat wisatawan untuk datang. Hal ini baik juga untuk warga sekitar karena dapat membantu mengembalikan kemampuan ekonomi setelah semuanya hancur ditimpa letusan misalnya. Contohnya adalah Lava Tour di Gunung Merapi Yogyakarta.

Jadi sebenarnya abu vulkanik memiliki dampak positif dan negatif bagi manusia. Yang memisahkan keduanya hanya masalah waktu. Ketika gunung baru meletus tentu dampaknya lebih banyak negatif. Tapi ketika erupsi telah berakhir, abu vulkanik ternyata justru dapat mendatangkan keuntungan baik dalam bidang pertanian, konstruksi maupun wisata. Bagaimanapun, bukannya berarti kita harus bersyukur atas sebuah bencana. Hanya saja kita jadi dapat melihat segi positif maupun negatif dari suatu hal.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
2.4 KSHARES