Heboh Cacing yang Ada di Sarden, Ini Lho 5 Fakta Sang Cacing Parasit!

03 April 2018
|Chandra W.
0SHARES

Beberapa waktu yang lalu publik dikejutkan dengan penemuan cacing di dalam produk olahan ikan sarden dan makarel. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 27 merk sarden dan makarel positif mengandung cacing. Tentu saja masyarakat dilanda ketakutan untuk membeli dan mengonsumsi produk tersebut. Ketakutan biasanya disebabkan oleh ketidaktahuan. Maka dari itu, yuk kita mengenal lebih dalam cacing yang terdapat di ikan-ikan tersebut. Dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta yang berhasil dirangkum YuKepo.com.

1. Cacing yang ada dalam tubuh ikan sarden dan makarel berjenis Anisakis sp

Cacing ini termasuk dalam golongan nematoda atau cacing gilig (bentuk tubuhnya bundar memanjang, tidak pipih seperti cacing pita) dan merupakan endoparasit yang paling banyak menginfeksi ikan, baik ikan air tawar maupun ikan laut.

2. Penyakit yang disebabkan oleh Anisakis sp. disebut Anisakiasis

Anisakiasis adalah salah satu penyakit parasit pada ikan yang disebabkan oleh infeksi larva stadium III anisakis sp. dan dapat menginfeksi manusia. Artinya penyakit ini dapat berpindah dari hewan ke manusia (zoonosis).

3. Bagaimana proses penularannya ke manusia?

Penularan kepada manusia terjadi jika manusia memakan ikan laut yang kurang matang atau mentah yang mengandung larva stadium III tadi dalam dagingnya. Dalam kondisi inang yang memungkinkan ia bertahan, larva akan tetap bisa bertahan hidup dan tumbuh.

4. Sebuah jurnal yang meneliti kandungan larva anisakis dalam beberapa jenis ikan laut menemukan bahwa:

Larva anisakis stadium III berwarna putih dan panjangnya 10-15 mm ditemukan pada rongga tubuh ikan. Larva dilengkapi dengan stilet kutikuler atau gigi pengebor (boring tooth). Larva ini banyak ditemukan di ikan kembung, ikan selar, ikan sewanggi, ikan tengiri bahkan ikan kakap putih. Sebagian besar larva ditemukan di dalam ikan karnivora pemakan ikan kecil, cumi kecil dan udang kecil.

5. Larva tidak akan membahayakan manusia jika ikan dimasak sampai matang

Dengan suhu di atas 70 derajat celcius atau didinginkan dengan suhu di bawah -20 derajat celcius selama 24-72 jam. Pada suhu yang disebutkan, larva akan mati dan tidak membahayakan meskipun dikonsumsi manusia. Meski demikian, ada beberapa orang yang berpotensi mengalami reaksi alergi diakibatkan senyawa kimia sejenis protein dalam Anisakis sp. Gejala ringannya berupa hidung berair, mata gatal dan berair, kulit badan dan area sekitar mulut gatal-gatal hingga syok anafilaktik yang ditandai dengan kesulitan bernapas dan penurunan tekanan darah secara drastis.

Jadi, kalau kamu bukan orang yang memiliki alergi, aman-aman saja untuk mengonsumsi ikan kalengan asalkan dimasak lagi setelah dibuka. Pastikan juga ikan yang dikonsumsi belum memasuki tanggal kedaluwarsa dan kemasannya masih tertutup dengan baik. Kecuali kalau kamu geli dan jijik dengan keberadaan cacing parasit ini, lebih baik nggak usah dipaksakan ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES