Heboh Anak Lemas Setelah Makan Permen Susu Mengandung Narkoba. Benar Nggak Ya?

23 Desember 2017
|Chandra W.
0SHARES

Awal bulan Desember ini tersiar kabar bahwa seorang anak di Banyumas, Jawa Tengah mengalami demam setelah memakan permen susu. Demamnya sempat turun setelah diberi obat yang mengandung ibuprofen. Namun hingga tiga hari berlalu anak ini selalu lemas. Neneknya lalu membawanya ke Puskesmas. Setelah meminum obat dari Puskesmas, kondisinya berangsur pulih. Neneknya pun menduga ada kandungan berbahaya dalam permen tersebut yaitu narkoba. Benarkah demikian?

Dari empat anak yang membeli dan memakan permen tersebut, hanya satu anak yang mengalami reaksi demam, mual dan muntah. Tiga anak lainnya baik-baik saja. Permen itu ternyata kembang gula lunak bermerek Pindy rasa susu dan stroberi yang sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI MD 224510008005 diproduksi oleh PT. Inasentra Unisatya – Kabupaten Bogor.

Permen susu ini lantas dibawa ke BPOM Semarang untuk dites di laboratorium. Hasil tesnya menunjukkan bahwa Pindy permen susu negatif mengandung zat psikotropika. Artinya, permen ini masih aman untuk dikonsumsi. Meskipun demikian, hasil tes urin anak itu menunjukkan positif benzodiazepin,salah satu jenis psikotropika. Tes dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas. Hingga kini belum dapat diketahui darimana zat ini berasal.

Isu permen mengandung narkoba bukan hanya kali ini terjadi. Sebelumnya, permen dengan kemasan menyerupai dot bayi di Surabaya pada Maret 2017 lalu. Permen yang diimpor dari Tiongkok ini juga terbukti negatif empat parameter narkoba, termasuk amphetamin yang dapat menimbulkan ketagihan. Permen dot tersebut juga telah mengantongi nomor izin edar resmi sebagai makanan luar dan aman dikonsumsi. Laporan lain di Surabaya juga menyebutkan jelly stick dan permen berbentuk domba mengandung narkoba.

Selain di Surabaya dan Banyumas, di Ambarawa juga isu serupa santer terdengar dan menyebar melalui sebaran pesan di grup-grup Whatsapp. Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa ada permen yang sebenarnya adalah pil PCC yang dijual hanya dua ribu rupiah serenteng. Kabar tersebut ternyata hoax. Ditreskrimsus Polda Jateng bekerjasama dengan BPPOM melakukan pengecekan di pasar-pasar dan sekolah-sekolah yang ditengarai menjadi tempat beredarnya permen pil PCC tersebut dan tidak ada temuan yang dapat mengonfirmasi keberadaannya.

Jika kelak kamu atau orangtuamu mendapat pesan berantai dari grup chatting apa saja dan isunya menghebohkan, jangan langsung disebarkan ya. cek dulu kebenarannya. Jika memang curiga ada suatu bahan makanan yang mengandung zat psikotropika, segera laporkan pada BNNK atau kepolisian setempat. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES