Hebat! Peneliti Berhasil Temukan Cara Mendeteksi Gejala Depresi Lewat Instagram

10 Agustus 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling banyak dialami. Semua orang dapat mengalami depresi, dan semua orang pun dapat berjuang melawannya. Menurut penelitian, satu dari setiap empat orang di Inggris menderita gangguan mental depresi. Jumlah yang fantastis ini membuat kita bertanya-tanya, apakah ada orang-orang di sekeliling kita yang mengalami depresi namun menyembunyikannya dari mata publik. Padahal, depresi dapat diatasi dengan baik jika sang penderita mendapatkan dukungan dan dorongan moral dari orang-orang yang disayanginya. Untuk mengetahui apakah orang-orang di sekitarmu mengalami depresi atau tidak, kamu dapat berupaya mempelajari gejala depresi. Atau lebih mudahnya, kini peneliti di Amerika Serikat telah berhasil menemukan algoritma yang tepat untuk membuat sebuah program deteksi gejala depresi melalui akun sosial media, Instagram.

Penelitian untuk menciptakan algoritma ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, para peneliti mengumpulkan 166 orang peserta yang bersedia menjadi sampel bagi penelitian ini. Para peserta diminta memberikan akses ke feeds instagram mereka dan sejarah penyakit atau gangguan mental yang pernah mereka derita. Peneliti menggunakan acuan dari riset-riset psikologi yang sebelumnya telah ada untuk mengidentifikasi ciri-ciri mereka yang mengalami depresi dari 44.000 foto tersebut.

Di tahap kedua, peneliti membangun sebuah algoritma yang menghasilkan program AI atau kepandaian artifisial yang mampu mendeteksi kondisi mental seseorang, apakah ia sedang mengalami depresi atau tidak. Untuk menguji algoritma yang telah disusun, para peneliti ini meminta sejumlah orang untuk melihat feeds instagram seseorang dan diminta menilai kondisi mental pemilik feeds instagram tersebut. Di samping itu, peneliti juga memindai feeds instagram tersebut menggunakan program AI yang telah mereka ciptakan. Dan hasilnya, program AI tersebut memiliki tingkat akurasi sebesar 70 persen, jauh lebih tinggi daripada tingkat akurasi deteksi depresi oleh psikolog dan dokter yang hanya sebesar 42 persen.

Menurut peneliti, indikator yang mereka gunakan yaitu warna dan filter yang digunakan, dan jumlah wajah yang ada di feeds instagram. Ternyata, mereka yang mengalami depresi cenderung lebih suka mengunggah foto-foto berwarna gelap dan cenderung lebih suka menggunakan filter inkwell di instagram yang membuat foto kehilangan warnanya.

Sedangkan mereka yang berada dalam kondisi sehat cenderung lebih suka mengunggah foto dengan warna-warna yang hangat dan cerah. Untuk indikator jumlah wajah, ternyata mereka yang depresi mengunggah lebih banyak selfie atau swafoto dibandingkan mereka yang sehat. Namun jumlah wajah pada feeds instagram orang yang depresi ternyata secara total lebih sedikit daripada mereka yang berada dalam kondisi sehat. Hal ini berkorelasi dengan gejala depresi di mana penderitanya enggan bersosialisasi sehingga mereka lebih kerap mengambil selfie daripada berfoto bersama orang lain.

Hmmm, yuk coba kita perhatikan feed instagram orang-orang di sekitar kita, apakah mereka baik-baik saja? Atau jangan-jangan menunjukkan gejala depresi tapi kitanya yang nggak sadar?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES