Gadis Kecil Ini Alami Menopause di Umurnya yang ke-5 Tahun, Kenapa Ya?

14 Oktober 2017
|Romlah Sundari
2.9 KSHARES

Sebagai perempuan, sudah merupakan hal yang wajar untuk mengalami proses puber dan menstruasi atau menopause. Proses ini merupakan bagian dari perkembangan organ reproduksi perempuan dan menjadi pertanda terkait kesiapan seorang perempuan untuk mengandung dan melahirkan. Biasanya, proses puber diawali oleh pengalaman menstruasi pertama dan mengalami perubahan bentuk tubuh yang terjadi ketika seorang perempuan menginjak umur remaja. Akan tetapi, bagaimana jika proses pendewasaan tubuh perempuan ini terjadi terlalu cepat? Mungkinkah seorang perempuan mendapatkan menstruasi pertamanya saat masih balita?

Nyatanya, hal ini dialami oleh seorang gadis kecil di Australia bernama Emily Dover. Gadis cilik ini mulai mengalami tanda-tanda pubertas, seperti payudara yang mulai tumbuh, bau badan, dan jerawat di saat ia masih berusia dua tahun. Tidak berhenti di situ, gadis ini juga mengalami menstruasi pertamanya saat ia masih berumur 4 tahun dan kini di usianya yang baru menginjak umur 5 tahun, Emily sudah merasakan proses menopause yang biasanya dialami oleh perempuan berusia 50 tahun ke atas. Bagaimana bisa? Mengapa Emily mengalami proses yang seharusnya terjadi hanya pada perempuan dewasa tersebut?

Ternyata, apa yang dialami Emily merupakan sebuah kondisi medis yang cukup langka bernama Addison’s Disease. Penyakit ini merupakan suatu kelainan kelenjar adrenal yang membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dan aldosteron dengan tidak normal. Produksi hormon yang tidak normal inilah yang memicu Emily untuk mengalami pubertas lebih cepat atau yang secara ilmiah lebih sering disebut dengan central precocious puberty. Selain pubertas yang lebih cepat, Emily juga mengalami beberapa komplikasi akibat Addison’s disease yang dideritanya, seperti congenital adrenal hyperplasia, autisme, dan gangguan kegelisahan.

Addison’s disease hingga kini belum diketahui apa penyebabnya. Namun, diduga kuat penyakit ini terjadi karena sistem imun menyerang kelenjar adrenal sehingga kelenjar tersebut memproduksi hormon secara tidak normal. Penyakit ini terhitung cukup langka karena hanya terjadi pada satu orang dari setiap 100.000 orang di Australia dan satu dari setiap 8.400 orang di Inggris. Biasanya, penyakit ini ditandai dengan gejala-gejala, seperti mood yang buruk secara berkepanjangan, kelelahan, otot yang lemas, dan berkurangnya nafsu makan.

Dalam kasus Emily, gejala yang dirasakan oleh gadis kecil ini adalah pertumbuhan yang terlalu cepat. Pada saat berusia empat bulan, Emily sudah tampak seperti anak berusia satu tahun. Tentu saja pertumbuhan ini tidak wajar dan mengkhawatirkan. Namun, awalnya dokter mengira bahwa Emily hanya mengalami pertumbuhan pesat yang disebabkan oleh gen bawaannya. Baru setelah melewati tes darah, diketahui bahwa Emily mengidap Addison’s disease. Gadis kecil ini harus belajar mengenakan pembalut alih-alih diapers karena penyakitnya.

Kini Emily sedang berobat untuk mengontrol produksi hormonnya dengan suntikan. Suntikan inilah yang membuat Emily sampai mengalami menopause di usianya yang kelima. Namun, prosedur pengobatan ini tidaklah murah. Karena itu, keluarga Emily menggalang dana secara online melalui platform crowdfunding. Duh, kasihan, ya. Semoga Emily lekas sembuh dan mampu menjalani hari layaknya gadis kecil biasanya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
2.9 KSHARES