Efek Samping Antibiotik, Pria Ini Jadi Seperti Zombie dan Nyaris Meninggal, Kok Bisa?

08 Maret 2018
|Chandra W.
0SHARES

Kalau kamu suka menonton film zombie, pernah membayangkan nggak seandainya ada zombie beneran di kehidupan nyata? Di Amerika Serikat, seorang lelaki mengalami infeksi ringan dan diberi antibiotik oleh dokter. Tapi bukannya sembuh, malah hampir seluruh tubuhnya mengelupas seperti zombie. Ngeri banget. Gimana ceritanya?

1. Seorang lelaki bernama Josh Dennis dari Kolorado mengalami dua sindrom yang hampir saja merenggut nyawanya: Stevens-Johnson Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)

Awalnya Dennis mengalami infeksi di rahang. Seperti kasus infeksi pada umumnya, dokter meresepkan antibiotik untuk menghindari risiko bertumbuhnya parasit. Antibiotik ini diresepkan untuk jangka waktu dua minggu. Namun bukannya sembuh, ia malah hampir mati karena kulitnya seperti terbakar dan mengelupas, gatal-gatal dan iritasi. Ia juga sempat mengalami delusi dan hampir buta.

2. Kulit di telapak kakinya mengelupas hampir seluruhnya ketika ia hendak mandi

Ia memang menyadari bahwa kulitnya mengelupas. Yang tidak ia sangka, ketika ia memutuskan untuk mandi agar gatal-gatal di tubuhnya menghilang, kakinya justru terasa sangat sakit hingga berjalan pun sulit. Ia pun jatuh di kamar mandi dan menyadari bahwa telapak kakinya telah mengelupas seluruhnya.

3. Bibir, mata, dan skrotumnya juga tak kalah mengerikan

Bibirnya mengelupas, matanya hampir tak bisa melihat. Skrotumnya pun terkena iritasi hingga mengerut seperti otak. Bayangkan! Padahal awalnya semua ini hanya karena Dennis mengalami demam akibat infeksi dan diberi antibiotik. Karena kondisinya semakin memburuk, ia pun dibawa ke rumah sakit di Denver, Kolorado.

4. Dalam waktu kurang dari 24 jam, ia didiagnosa dengan sindrom TENS

TENS adalah sindrom yang menyerang kulit, tandanya dapat dilihat dengan timbulnya bercak kemerahan, sel kulit mati dan mengelupasnya kulit. 1,2 juta orang di Amerika Serikat terkena TENS setiap tahunnya. Dampaknya bisa sampai ke kegagalan sistem pernapasan dan abnormalitas fungsi mata. TENS ini adalah salah satu bentuk SJS, namun lebih berbahaya karena menyerang lebih dari 30% bagian tubuh, lebih banyak dari SJS. Gejalanya yang lain di antaranya demam, sakit kepala dan batuk. Hampir semua kasus TENS muncul akibat reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Dalam kasus Dennis, reaksi terhadap antibiotik.

5. Josh Dennis pun segera mendapat penanganan medis secara khusus

Pertama, lapisan kulit yang mengelupas di kakinya diambil, lalu dokter menempelkan membran yang terbuat dari plasenta di antara kelopak matanya untuk melindungi kornea dan menghindarkan dari kebutaan. Baru kulitnya ditangani seperti pasien dengan luka bakar.

6. Banyak saudara dan kerabatnya yang datang menengok, justru ngeri dan jijik dengan kondisinya

Hanya istrinya yang bertahan mendampingi Dennis dari awal hingga akhir pengobatan. Dalam fase halusinasi pun Dennis masih bisa mengenali suara istrinya dan itu yang membuatnya tetap sadar meskipun berada dalam kesakitan yang amat sangat.

7. Dalam masa penyembuhan, Dennis tidak bisa makan macam-macam karena selain bibir, lidahnya juga melepuh

Ia hanya bisa makan makanan yang teksturnya halus. Setelah bisa makan makanan ‘normal’ dan bisa berjalan tanpa kesakitan, Dennis diizinkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan. Ia pun kini menyadari dan memahami apa saja yang tidak boleh ia konsumsi, obat apa saja yang tidak boleh ia makan hanya dengan melihat dari 'kotak peringatan' pada label obat tersebut.

Jadi teman-teman kalau sakit jangan sembarangan makan antibiotik ya. Apalagi tanpa resep dokter. Kan bahaya kalau malah tambah sakit setelah minum antibiotik. Kenali alergimu, kenali sakitmu, dan berobat ke dokter saja. Jangan main dokter-dokteran dan apoteker-apotekeran, bahaya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES