Duh, Bahaya Banget! Ini Nih 7 Dampak Buruk dari Kebanyakan Makan Jeroan!

09 Desember 2017
|Galih Wisnu Brata
1.4 KSHARES

Di Indonesia, makan jeroan hewan merupakan hal yang wajar dan banyak ditemukan di mana-mana. Biasanya, jeroan tersebut berasal dari ayam, sapi, dan kambing. Yang tergolong jeroan, antara lain adalah hati, ampela, jantung, paru-paru, babat, dan usus. Sate usus, sambal hati, dan soto babat adalah makanan-makanan hasil olahan jeroan.

Ternyata, di beberapa negara seperti Australia dan Amerika, jeroan hanya dianggap sampah dan dijadikan makanan untuk hewan ternak. Hal itu dilakukan karena jeroan dinilai memiliki dampak buruk apabila dimakan oleh manusia. Inilah 7 bahaya makan jeroan bagi tubuh manusia.

1. Mengandung racun

Memang beberapa peneliti mengatakan bahwa jeroan mengandung beberapa nutrisi yang baik bagi tubuh. Tapi, jeroan juga tidak lepas dari racun, lho. Jeroan, khususnya jantung dan hati, mengandung berbagai racun yang dibawa oleh darah. Merkuri, arsenik, timah, dan selenium adalah beberapa kandungan racun yang terdapat di jantung dan hati. Jadi, kalau kita makan jeroan hewan, sama saja dengan menelan racun-racun tersebut dan meracuni tubuh sendiri.

2. Mengganggu pencernaan

Jeroan yang dianggap paling menganggu proses pencernaan adalah usus. Usus memiliki tekstur yang keras sehingga sulit untuk dicerna tubuh. Selain itu, usus juga mengandung banyak bakteri karena usus adalah salah satu organ pencernaan. Jadi, apabila ingin mengolah usus, harus dipastikan bahwa usus telah dicuci dengan bersih, ya.

3. Membuat sakit pinggang, encok, rematik, dan asam urat

Jeroan mengandung kadar purina yang tinggi. Purina adalah zat yang menyebabkan asam urat. Selain itu, jeroan juga bisa menimbulkan sakit pinggang, encok, dan rematik. Jika beberapa penyakit tersebut sedang kalian alami, kalian harus menghindari makan jeroan agar penyakit tidak semakin parah.

4. Mengganggu pertumbuhan janin

Ibu yang sedang hamil membutuhkan asupan gizi yang cukup agar si ibu dan janin senantiasa sehat. Makan jeroan menjadi salah satu hal yang wajib dihindari oleh ibu hamil. Kenapa? Karena jeroan mengandung zat-zat yang dapat mengganggu pertumbuhan si janin. Selain itu, jeroan juga bisa memicu munculnya alergi pada ibu yang sedang hamil.

5. Mengandung kolesterol yang tinggi

Makanan yang diolah dari hewan memang memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi, tak terkecuali jeroan. Bahkan kandungan lemak dan kolesterol di jeroan bisa dikatakan sangatlah tinggi. Kandungan kolesterol paling tinggi bisa ditemukan di bagian usus, otak, dan hati. Jika terlalu banyak mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi seperti jeroan akan menyebabkan munculnya penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke.

6. Menyebabkan sakit kepala belakang

Kandungan zat dalam jeroan, terkadang bisa membuat yang memakannya mengalami sakit kepala di bagian belakang. Jika sakit kepala di bagian belakang tersebut terus berlanjut, sebaiknya hentikan memakan jeroan. Namun apabila setelah berhenti mengonsumsi masih sering terjadi sakit kepala, segeralah mengonsultasikannya ke dokter.

7. Memunculkan jerawat

Banyak makan jeroan yang mengandung lemak bisa menjadi salah satu pemicu munculnya jerawat dan masalah kulit lainnya. Apalagi jika jeroan diolah bersama dengan santan, lengkap sudah kumpulan lemak yang akan dikonsumsi. Dengan mengonsumsi makanan yang berlemak, kulit akan menjadi gelap, kering, dan keriput. Duh, amit-amit!

Makan jeroan bukan menjadi larangan, akan tetapi akan jauh lebih baik jika dikurangi. Sehabis makan jeroan, jus lemon menjadi minuman yang tepat untuk mempercepat pembakaran lemak. Susu atau yogurt juga bisa dikonsumsi setelahnya agar proses pencernaan lancar. Mengonsumsi buah juga dapat meminimalisir jumlah kolesterol dalam tubuh, seperti apel.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
Gak Punya Quote Nih!
1.4 KSHARES