Dari Tulang Keropos Sampai Tensi Naik, Inilah 6 Dampak Buruk dari Kebiasaan 'Mager'!

08 Desember 2017
|Lulu Lukyani

Hari libur memang paling enak dipakai buat males-malesan, ya. Mager, diem di kasur, tidur-tiduran, nonton TV, bersantai saja deh maunya. Mager, alias malas gerak, pasti kita rasain kalau kita lagi gak punya kerjaan atau kegiatan yang perlu dilakuin. Mungkin kita berpikir kalau mager ini salah satu bentuk istirahat tubuh setelah melakukan banyak aktivitas sepanjang minggu.

Tapi tahu gak nih, ternyata mager ini punya dampak buruk lho buat kesehatan. Memang segala sesuatu yang berlebihan, pasti akan jadi gak baik meskipun aktivitasnya sendiri itu sebenarnya baik. Sama kaya mager nih, kalau kita keseringan males-malesan dan lebih banyak tiduran daripada bergerak, tubuh kita akan kena dampak buruknya. Nah, biar kamu gak sering-sering mager, yuk, langsung kita kepoin berbagai dampak buruk dari aktivitas menyenangkan yang satu ini!

1. Stres

Sejumlah penelitian mengungkapkan, malas bergerak bisa memicu munculnya berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit jantung hingga otak. Dampak yang paling kerap muncul adalah stres. Orang yang tidak bergerak secara aktif, akan lebih mudah mengalami stres. Para ahli mengatakan bahwa kemungkinan seseorang mengalami stres akan lebih rendah ketika tubuh bergerak aktif. Untuk menyiasatinya, kalian bisa melakukan olahraga secara rutin. Melakukan olahraga berarti melepaskan hormon endorfin yang akan akan membuat suasana hati lebih bahagia dan stres pun bisa dihindari.

2. Gangguan tidur

Jika tubuh bergerak aktif, maka tubuh akan melepaskan hormon yang membuat kita tidur nyenyak di malam hari. Sebaliknya, jika kalian tidak banyak melakukan aktivitas dan tubuh tidak aktif bergerak, tidak akan banyak energi yang terpakai. Akibatnya, kalian bisa tetap terjaga sepanjang malam dan pola tidur pun akan menjadi tidak teratur.

3. Metabolisme melambat

Tubuh yang tidak bergerak aktif akan mempunyai metabolisme yang juga tidak aktif. Metabolisme yang lambat adalah salah satu dampak terburuk jika kalian malas bergerak. Salah satu akibat dari metabolisme yang lambat adalah kegemukan atau obesitas yang bisa menimbulkan berbagai risiko penyakit lainnya.

4. Tekanan darah tinggi

Sirkulasi darah dalam tubuh yang malas bergerak menjadi tidak lancar. Hal inilah yang menyebabkan orang yang malas bergerak lebih berisiko mempunyai tekanan darah tinggi atau hipertensi dibandingkan dengan orang yang tubuhnya aktif. Tekanan darah tinggi ini bisa memicu penyakit jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal.

5. Meningkatkan berat badan

Masalah kegemukan atau obesitas sangat berkaitan dengan aktivitas tubuh. Tubuh yang jarang bergerak tidak akan membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi. Sehingga kalori-kalori dari makanan yang dikonsumsi akan menumpuk dalam tubuh dan akan mengakibatkan kegemukan. 

6. Tulang lemah

Kebiasaan malas bergerak, semakin lama akan membuat kekuatan tulang menjadi semakin berkurang dan tulang akan melemah. Malas bergerak akan meluruhkan otot-otot di sekitar tulang. Jika tulang sudah tidak berfungsi dengan baik, maka risiko penyakit tulang seperti osteoporosis dan pengeroposan tulang akan lebih cepat terjadi.

Ayo, ayo bergerak! Udah gak mau lagi dong keseringan mager? Ingat ya, kesehatan tubuh gak cuma bergantung pada asupan makanan kita, tapi juga pada aktivitas yang sehari-hari kita lakukan. Daripada mager, mending kita ngelakuin hal-hal positif yang bikin lebih produktif. Yuk ah, jangan mager! 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lulu Lukyani
Gak Punya Quote Nih!
SHARES