Dampak Asteroid Mampir ke Bumi: Kerusakan Alam hingga Musnahnya Dinosaurus

09 September 2017
|Chandra W.

Pernahkah suatu hari dalam hidup ketika kamu sedang duduk santai di teras rumah, kamu melihat langit lalu bertanya-tanya, "Seberapa luaskah alam semesta?" atau "Apa saja yang ada di luar Bumi?"? Pelajaran yang kita dapat dari bangku sekolah mengajarkan sebatas tata surya dengan matahari sebagai pusatnya dan berada di dalam galaksi bernama Bimasakti. Luas alam semesta hingga saat ini belum dapat dipastikan dan diukur, serta ada banyak sekali benda langit yang ada di luar Bumi. Selain planet-planet dan bintang-bintang serta jutaan galaksi yang menyebar di bentangan alam semesta, ada satu benda langit bernama asteroid. Meskipun "hanya" berupa batu yang banyak mengorbit di antara planet Mars dan Jupiter, asteroid jumlahnya tak terbatas di ruang angkasa, memiliki orbit sendiri-sendiri, dan sering kali menabrak benda langit lainnya, termasuk bumi. Bayangkan batu dengan diameter setara panjang lapangan sepak bola menubruk bumi dengan kecepatan hingga 45.000 meter/ jam. Seperti apa dampaknya terhadap bumi? Bagaimana kejadian tabrakan antara asteroid dengan bumi di masa lalu?

Pertama-tama, asteroid selalu disalahkan untuk kepunahan dinosaurus. Reptil raksasa penguasa bumi pada 66 juta tahun yang lalu itu dikabarkan punah karena ada asteroid menabrak salah satu sisi bumi. Ilmuwan memperkirakan asteroid yang menabrak bumi saat itu berdiameter sekitar 10 km. Meluncur menuju bumi dengan 40 kali kecepatan suara. Sebagai informasi, kecepatan suara adalah 343 m/ detik (1238 km/jam). Masih ingat bom atom Hiroshima dan Nagasaki? Nah, asteroid ini menghasilkan ledakan yang tujuh miliar, ya benar, tujuh miliar kali lebih dahsyat dari itu.

Pada tahun 1991, jejak asteroid yang memusnahkan spesies dinosaurus ini ditemukan di lepas pantai Meksiko dan dinamai Chicxulub sesuai nama kota terdekat. Dari rekonstruksi dan penelitian yang cukup lama, ilmuwan menemukan bahwa setelah asteroid itu menabrak bumi, ledakannya menimbulkan tsunami dengan tinggi gelombang sekirtar 100-300 meter yang lalu menenggelamkan hingga 500 m pantai di Teluk Meksiko. Menyusul kemudian gempa dengan kekuatan 10 SR dan setelahnya hujan batu menimpa semua makhluk hidup yang ada di radius ratusan kilometer di sekitarnya. Perlu diingat, hujan batu ini bukan batu biasa, ya, melainkan batu yang panas menyala. Jadi, apa pun yang ditimpanya berpotensi untuk terbakar. Tidak heran, hewan sekuat dinosaurus pun sampai punah. Asumsinya, banyak yang mati ketika ledakan pertama terjadi, menyusul yang terbawa gelombang tsunami, lalu mati karena gempa, dan terakhir karena terbakar.

Meskipun tak sampai menghancurkan seluruh isi bumi, dampak dari asteroid tersebut bukan hanya kepunahan dinosarus dalam sekejap saja. Dampak susulan ledakan asteroid ini justru lebih membinasakan dan mengakibatkan kepunahan sekitar 80% dari total spesies yang ada di bumi pada saat itu. Spesies yang dapat menyelamatkan diri paling banyak adalah jenis burung. Kebakaran yang ditimbulkan oleh ledakan asteroid menghanguskan hutan-hutan tropis yang ada saat itu. Tabrakan pertama menghamburkan jutaan ton material ke udara, menyebabkan berkurangnya intensitas sinar matahari yang mampu menerobos atmosfer bumi. Dalam rentang waktu yang lebih panjang, hal ini menyebabkan perubahan iklim. Cuaca menjadi sangat dingin dan hewan-hewan yang tidak sanggup bertahan dalam cuaca ekstrem, perlahan punah. Di sisi lain, gelombang panas yang ditimbulkan ketika ledakan pertama terjadi juga memengaruhi makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Memengaruhi dalam hal ini berarti membunuh.

Selain asteroid fenomenal yang menabrak Bumi pada 66 juta tahun yang lalu hingga memusnahkan hampir seluruh kehidupan yang ada di permukaannya, ada juga beberapa jejak "tabrakan" yang ditemukan setelah itu. Nama-nama kawah asteroid yang terbentuk di antaranya:

1. Kawah Fredefort di Afrika Selatan berdiameter 190 km;

2. Kawah Acraman di Australia berdiameter 90 km; serta

3. Kawah Manicouagan di Kanada berdiameter 100 km.

Beberapa tahun lalu juga sempat dikabarkan sebuah asteroid akan berlintasan orbit dengan bumi, menjadikannya berpotensi untuk menabrak bumi. Beruntung, hal itu tidak sampai terjadi. Jika sampai tertabrak lagi, bumi pasti sudah tidak seperti yang kita tinggali sekarang dan kamu mungkin saat ini tidak sedang membaca tulisan ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES