Benarkah Permen Karet Sulit Dicerna? Inilah 7 "Fakta" Sains yang Hanya Mitos

01 Juli 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Sains yang merupakan pengertian dari ilmu pengetahuan seringkali membuat kita cepat percaya. Cukup tambahkan “menurut sains,…” maka sebuah informasi akan terlihat lebih meyakinkan. Padahal, kalau nggak ada sumber yang tercantum atau penelitian yang membuktikan, maka anggapan “fakta” sains itu belum bisa benar-benar dianggap betul. Justru beberapa “fakta” sains ada yang salah atau yang disebut juga dengan miskonsepsi (salah konsepsi). Nah, berikut ini adalah beberapa “fakta” sains yang sebenarnya adalah miskonsepsi.

1. HIV berasal dari monyet yang berhubungan seksual dengan manusia?

Kemungkinan besar HIV nggak menular ke manusia melalui hubungan seksual antara monyet dan manusia. Seperti yang dilansir dari National Center for Biotechnology Information, HIV/AIDS menular pada manusia ketika monyet dijadikan hewan buruan untuk makanan. Kontak antardarah inilah yang membuat manusia mendapatkan virus HIV dan tertular AIDS.

2. Kelelawar adalah hewan yang buta?

Banyak yang meyakini “fakta” sains yang menyatakan bahwa sebenarnya kelelawar adalah hewan yang nggak bisa melihat alias buta. Padahal, kelelawar nggak buta sama sekali. Hal ini dibuktikan oleh usatoday.com yang menyebutkan bahwa kelelawar dapat melihat dengan menggunakan echolocation untuk navigasi sehingga dengan kata lain kelelawar dapat melihat meski bukan hanya dengan matanya.

3. Menelan permen karet akan dicerna selama 7 tahun?

Waktu kecil mungkin kamu panik banget kalau nggak sengaja tertelan permen karet. Tenang aja, permen karet nggak memakan waktu tujuh tahun untuk dicerna. Seperti yang dilansir scientificamerican.com, sebenarnya, kita nggak akan mencernanya sama sekali. Tubuh punya sistem sendiri yang bisa mendeteksi bahan makanan apa yang dapat dicerna sehingga permen karet hanya akan terlewat dalam beberapa jam. Tapi, lebih baik jangan sengaja dicoba, ya!

4. Menyentuh katak akan menyebabkan kutilan?

Siapa coba yang masih percaya mitos ini? Sebenarnya, katak atau kodok nggak akan menyebabkan kamu jadi kutilan, kok. Seperti yang dilansir webmd.com, justru berjabat tangan dengan seseorang yang memiliki kutillah yang bisa membuat kamu juga ikutan punya kutil. Hal ini disebabkan Papillomavirus pada manusia dapat menyebar melalui sentuhan.

5. Meng"kretek"in sendi bisa memicu penyakit tulang?

Ngaku deh, apakah kamu termasuk orang yang senang meng"kretek"in sendi-sendi jari atau leher? Mitosnya, kalau sering-sering meng"kretek"in jari, maka akan memicu penyakit tulang seperti arthritis. Padahal, kenyataannya itu nggak benar, kok. Seperti yang dilansir Journal of The American Board of Family Medicine, penyebab osteoarthritis adalah usia, cedera, obesitas, dan genetika.

6. Mencukur rambut akan membuat rambutmu jadi lebih tebal?

Tahu nggak sih, “fakta” sains yang menyebutkan bahwa mencukur rambut akan membuatnya jadi lebih tebal hanyalah mitos belaka. Hal ini seperti yang dilansir mayoclinic.org, mencukur rambut nggak akan membuatnya lebih tebal. Mencukur hanya akan membuatnya terasa lebih kasar untuk sementara waktu. Itu karena ujung rambutnya tumpul, bukannya lancip. Jadi, hanya berasa lebih tebal aja, bukan benar-benar jadi tebal.

7. Makanan mengandung gula menyebabkan anak jadi hiperaktif?

Banyak yang mengira bahwa memberikan makanan yang mengandung gula yang banyak seperti permen, kue, atau cokelat akan membuat anak menjadi hiperaktif. Sebenarnya, memberikan gula pada anak nggak membuat mereka hiper. Dalam beberapa percobaan seperti yang dilansir uamshealth.com, anak-anak akan hiper bila diberi minuman bergula atau malah yang bebas gula.

Nah, mana “fakta” sains yang kamu yakini sampai saat ini? Bener apa hanya termasuk miskonsepsi, tuh? Kalau ada informasi yang berlabel fakta ilmiah atau sains, cek dulu ya kebenaran dari sumbernya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES