Bayi Ini Kena Herpes Simplex, Cuma Karena Sebuah Ciuman

27 Juli 2017
|Romlah Sundari

Jika sedang menjenguk teman atau saudara yang baru saja melahirkan, kita pasti sering merasa gemas dengan bayi mereka. Karena gemas, kita lantas ingin menggendong serta menciumnya. Dan seringkali, orangtua sang bayi justru senang saat tamu-tamunya ingin menggendong dan mencium bayi lucu yang masih sangat lemah itu. Namun kebiasaan ini, meski banyak dilakukan, ternyata dapat menjadi sangat berbahaya, lho!

Hal ini dibuktikan oleh Nicole dan Shane Sifrit, pasangan dari Iowa, Amerika Serikat. Bayi mereka, Mariana Reese Sifrit, harus meregang nyawa diumurnya yang ke 18 hari. Bayi cantik ini diduga terkena virus Herpes Simplex atau HSV-1 yang meski tidak berbahaya bagi orang dewasa, namun dapat jadi mematikan bagi bayi yang daya tahan tubuhnya masih sangat lemah. Virus Herpes Simplex ini pada orang dewasa hanya akan menimbulkan lepuhan-lepuhan kecil di sekitar mulut, akan tetapi pada kasus tertentu, meski langka, dapat berkembang menjadi Viral Meningitis. 

Pada kasus-kasus langka dimana HSV-1 berkembang menjadi penyakit Viral Meningitis, selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang akan mengalami peradangan. Sedangkan bayi yang berumur kurang dari 1 bulan belum memiliki ketahanan tubuh yang cukup untuk bertahan melawan penyakit ini. Karena itu, bayi Mariana yang baru berumur kurang dari satu bulan, dapat meninggal akibat Viral Meningitis.

Diduga, bayi Mariana tertular virus Herpes Simplex ini karena sebuah ciuman dari salah satu penjenguknya yang gemas. Orangtua bayi ini sudah berupaya semaksimal mungkin dengan membawa Mariana ke rumah sakit secepat mungkin saat bayinya terlihat pucat dan lemas.

Meski saat itu orangtua Mariana sedang mengadakan resepsi pernikahan, mereka langsung menghentikan perayaan dan membawa bayi mereka ke rumah sakit anak. Saat itu barulah diketahui bahwa Mariana terkena virus HSV-1 yang sudah berkembang dan menyebabkan viral meningitis. Padahal, kedua orangtua Mariana terbukti melalui tes tidak memiliki virus tersebut. Sehingga mereka berkesimpulan bahwa bayi Mariana tertular virus ini akibat para penjenguknya.

Mariana langsung mendapat penanganan intensif dari dokter karena umurnya yang masih kurang dari satu bulan membuatnya sangat lemah. 48 jam setelah diboyong ke rumah sakit, Mariana telah menjalani enam kali transfusi darah, akan tetapi ginjal dan hati Mariana berhenti bekerja dan Mariana mengalami perdarahan dalam. Dari situ, Mariana diangkut ke Rumah Sakit Universitas Iowa dimana sejumlah ahli berupaya untuk menyelamatkan hidup Mariana. Sayangnya, setelah 11 hari dirawat dan berusaha diselamatkan dengan berbagai cara, Mariana tetap tidak tertolong.

Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi Nicole dan Shane Sifrit, orangtua Mariana. Mereka menghimbau bagi orangtua untuk tidak membiarkan bayinya disentuh oleh orang lain. Dan kepada mereka yang hendak menjenguk bayi yang baru lahir, orangtua Mariana menghimbau untuk terlebih dulu meminta izin kepada orang tua bayi tersebut dan mencuci tangan sebelum menyentuh bayinya.

Dari pengalaman keluarga Sifrit ini, kita dapat belajar bahwa ekspresi kasih sayang seperti ciuman pun tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Karena kontak fisik, apalagi seintim sebuah ciuman dapat berakibat fatal jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Sebuah ciuman ternyata dapat berakibat pada kematian!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES