Banyak Dikisahkan Dalam Novel dan Film, Benarkah Kehidupan Bawah Tanah Itu Nyata Adanya?

08 Februari 2018
|Galih Wisnu Brata
5.6 KSHARES

Dalam film-film bergenre science fiction, sering dikisahkan kehidupan bawah tanah. Salah satunya adalah film yang berjudul Journey to the Center of the Earth. Film yang dirilis tahun 2008 tersebut berkisah tentang perjalanan menuju pusat Bumi. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa di bawah tanah terdapat kehidupan. Selain film, terdapat juga novel yang membahas mengenai kehidupan yang unik tersebut.

Karena begitu populernya kisah kehidupan bawah tanah, banyak ilmuwan yang tertarik untuk menelitinya. Para ilmuwan tertarik melakukan penelitian terhadap lubang di perut Bumi. Di abad 21, para peneliti menyebutkan bahwa medan magnet yang berbeda-beda menjadi indikasi adanya lubang di perut Bumi. Tak hanya itu, tingkah aneh kompas saat mendekati kutub juga menjadi alasan. Angin hangat yang berhembus dari kutub utara diduga juga berasal dari lubang perut Bumi. Hal itulah yang menjadikan kutub utara dianggap sebagai tempat yang memiliki lubang yang terhubung ke perut Bumi.

Selain itu, banyak kepercayaan tentang kehidupan bawah tanah dari berbagai negara. Bangsa Tibet dan Mongolia mempercayai bahwa di bawah tanah terdapat kerajaan yang sangat besar. Kepercayaan berbeda muncul di Shambalia. Menurut mereka, bawah tanah dihuni oleh manusia-manusia yang berteknologi canggih. Bahkan, ada yang percaya bahwa tempat tersebut dijadikan tempat penyiksaan.

Namun, anggapan-anggapan tersebut dibantah oleh Doktor Ilmu Geologi dan Mineral dari Russian Academy of Natural Sciences, Mark Sadikov. Mark mengatakan bahwa tidak ada lubang di Kutub Utara. Ia menambahkan bahwa wilayah utara hanyalah berupa zona laut dalam dan terdapat palung di beberapa bagiannya. Untuk teori medan magnet dan kompas yang bertingkah aneh dibantah oleh Maria Gravillo, Pejabat Riset di Artic and Antartic Research Institute. Ia mengatakan bahwa medan magnet di dua kutub terus bergerak meluas dengan berpindah-pindah secara tidak stabil. Berkenaan dengan perilaku kompas yang tidak karuan saat di kutub, ia menjelaskan bahwa medan magnet yang kuatlah yang menjadi penyebabnya.

Dengan pembuktian ilmiah memang tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan di bawah tanah. Namun, ternyata ada lho beberapa negara yang membuat kota bawah tanah. Cina berhasil membuat kota bawah tanah yang dinamai Beijing Underground. Kota yang dibangun tahun 1969 tersebut memiliki luas 30 kilometer persegi dan diklaim mampu menampung 40% penduduk Beijing saat itu. Selain Cina, Spanyol juga memiliki kota bawah tanah, yaitu Setenil de las Bodegas. Kota bawah tanah itu dapat ditinggali oleh sekitar 3.000 jiwa.

Ngomongin misteri kehidupan bawah tanah memang tidak ada habisnya dan selalu menarik untuk disimak. Terlebih lagi dengan didukung oleh fantasi yang diciptakan para penulis, baik penulis novel maupun skenario film. Namun, hingga kini belum ditemukan bukti ilmiah tentang adanya kehidupan bawah tanah. Gimana tertarik untuk menyelidikinya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
5.6 KSHARES