Bahaya Difteri Merebak! Ini 7 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Agar Nggak Tertular!

starberita.com

Di Indonesia, banyak penyakit yang suka tiba-tiba mewabah. Sebut saja flu burung dan demam berdarah. Belum lama ini kita kembali dihadapkan pada penyakit mewabah lainnya, yaitu difteri. Penyebaran dan penularannya yang mudah melalui saliva dan udara semakin membuat penyakit ini berbahaya. Apalagi hingga saat ini dilaporkan telah lebih dari 30 orang meninggal akibat difteri. Nah supaya lebih waspada dan nggak sampai ketularan, kita kenalan dulu yuk dengan penyakit yang satu ini. Ini dia sepuluh fakta seputar difteri yang perlu kamu tahu!

1. Difteri adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh bakteri bernama Corynebacterium diphteriae

infoimunisasi.com

Bakteri tersebut paling banyak bersarang di tenggorokan dan hidung membentuk selaput putih yang sangat tebal sampai bisa menutup saluran pernapasan. Selain itu, bakteri ini juga mengeluarkan racun atau toksin yang dapat melumpuhkan otot jantung dan saraf. Inilah yang kemudian menyebabkan kematian.

2. Gejalanya yang paling umum adalah demam yang tidak begitu tinggi hingga 38 derajat Celcius dan munculnya selaput putih keabu-abuan di tenggorokan yang mudah berdarah

www.tagar.id

Selaput ini tidak lain hasil pekerjaan bakteri penyebab difteri. Selain itu, gejala lainnya berupa rasa sakit saat menelan dan pembengkakakan jaringan lunak pada leher serta membesarnya kelenjar getah bening yang terdapat pada leher. Adanya selaput pada tenggorokan juga dapat menyebabkan sesak napas dan suara seperti mendengkur.

3. Bukan hanya anak kecil yang dapat terkena difteri. Orang dewasa pun bisa terserang penyakit ini jika belum diimunisasi

lifestyle.okezone.com

Imunisasi sangat penting bagi tubuh manusia karena dapat menghindarkan dari kesakitan yang tidak perlu. Karena itulah bayi dan anak-anak disarankan segera diimunisasi lengkap, termasuk difteri. Orang dewasa yang belum pernah diberi vaksin difteri pun sebaiknya segera divaksin, apalagi jika kekebalan tubuhnya lemah. Imunisasi lengkap idealnya DPT tiga kali sampai umur 1 tahun, 4x sampai umur 2 tahun, 5x sampai umur 5 tahun dan seterusnya sampai 7 tahun. Untuk umur di atas 7 tahun, nama vaksinnya bukan lagi DPT melainkan Td.

4. Ketika seseorang mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segera bawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan diberi antibiotik
www.beritasatu.com

Jangan menunggu terlalu lama sebab bakteri difteri dapat melumpuhkan otot jantung dan saraf. Selain orang yang terkena difteri, orang-orang yang terakhir berinteraksi dan berada dalam satu ruangan yang sama juga harus diperiksa, misal keluarga dan teman terdekatnya karena difteri dapat menular dengan mudah melalui ludah, ingus, ataupun luka terbuka. 

5. Wabah difteri sudah pernah menyebar di Indonesia, hanya saja jumlahnya tak sebanyak tahun 2017
lifestyle.sindonews.com

Sebelumnya pada tahun 2009, wabah difteri juga meluas di Indonesia namun tidak sampai ke 20 provinsi seperti sekarang. Akan lebih banyak kasus serupa terjadi jika anak-anak tidak diimunisasi lengkap. Kesulitannya saat ini, terdapat penolakan orang tua untuk mengimunisasi anak-anaknya. Provokasi lewat media sosial menjadi salah satu faktor. Padahal imunisasi sangat penting bagi kesehatan tubuh anak-anak hingga dewasa.

6. Hingga saat ini sudah ada 20 provinsi se-Indonesia yang melaporkan wabah difteri termasuk di antaranya 11 kejadian luar biasa (KLB)

www.bbc.com

Kejadian luar biasa (KLB) artinya difteri laring, faring, tonsil, bahkan difteri hidung dan kulit. 11 provinsi yang melaporkan KLB di wilayah kota/ kabupatennya pada Oktober-November 2017 adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur dengan Jawa Timur sebagai wilayah dengan kasus difteri paling banyak.

7. Masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan mulai membudayakan hidup sehat

news.okezone.com

Jangan meludah dan buang ingus sembarangan. Dan segera memeriksakan diri atau orang terdekat jika dijumpai gejala difteri. Ketika mulai batuk atau pilek, masyarakat diharapkan selalu memakai masker supaya bakteri tidak semakin menyebar dan menular ke orang sekitar. 

Setelah membaca ini, sudah tahu ya apa itu difteri dan apa yang harus dilakukan saat mengalami gejalanya? Ingat kata-kata yang sering kita dengar dulu waktu zaman SD, Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jaga selalu kebersihan dan cobalah untuk menerapkan gaya hidup sehat. Kalau sudah terlanjur, segera berobat. Jangan ke dukun. 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Posting “The Power of Ukhuwah”, Ernest Prakasa Pertanyakan Logika Arie Untung. Begini Jawabannya! - Keepodotme

Posting “The Power of Ukhuwah”, Ernest Prakasa Pertanyakan Logika Arie Untung. Begini Jawabannya! - Keepodotme

Nggak Cuma di Film, Manusia Ternyata Punya 5 Kekuatan Super Yang Tak Disadari!

Nggak Cuma di Film, Manusia Ternyata Punya 5 Kekuatan Super Yang Tak Disadari!

Karena Nyinyirin Jokowi Soal Foto Keluarganya di Twitter, Kaesang Malah Kena Bully Sama Netizen! - Keepodotme

Karena Nyinyirin Jokowi Soal Foto Keluarganya di Twitter, Kaesang Malah Kena Bully Sama Netizen! - Keepodotme

Kids Zaman Now Makin Banyak yang Sudah Pakai Kacamata Lho. Duh, Kenapa Ya?

Kids Zaman Now Makin Banyak yang Sudah Pakai Kacamata Lho. Duh, Kenapa Ya?

12 Cara Mengecilkan Pori-pori Wajah Bekas Jerawat dengan Ramuan Cuka Apel - Keepodotme

12 Cara Mengecilkan Pori-pori Wajah Bekas Jerawat dengan Ramuan Cuka Apel - Keepodotme

Apakah Seekor Kucing Beneran Punya Stok 9 Nyawa? Ini Dia Faktanya!

Apakah Seekor Kucing Beneran Punya Stok 9 Nyawa? Ini Dia Faktanya!

loading