Apakah Seekor Kucing Beneran Punya Stok 9 Nyawa? Ini Dia Faktanya!

10 Desember 2017
|Indana Putri
4SHARES

Kalian pasti pernah nonton film "Tom and Jerry", 'kan? Di film itu diceritakan Tom si kucing usil yang demen banget ngerjain Jerry si tikus tapi malah Tom yang kena senjata makan tuan. Jerry si tikus yang cerdik selalu berhasil mengalahkan Tom dengan berbagai trik. Anehnya, meskipun udah dilindes sampe penyet, dipentung sampe benjol, dipotong-potong ekornya, bahkan diledakkan berkali-kali pake dinamit sampe gosong, Tom masih bertahan hidup!

Untungnya nih, "Tom and Jerry" cuma kartun belaka, guys. Karena jika ceritanya jadi kenyataan, Tom pasti udah mati. Nah, dari kartun Tom and Jerry inilah akhirnya timbul pemikiran, "Kok kucing nggak mati-mati, ya? Apa bener kucing punya 9 nyawa?"

Kamu pasti sering banget mendengar legenda kalau kucing punya 9 nyawa. Bener nggak sih kucing? Kok bisa ya? Faktanya akan segera dikuak!

Dalam ajaran Islam, kucing dikenal sebagai hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW. Hewan satu ini juga terdapat dalam beberapa mitos kuno di berbagai negara. Salah satunya adalah Mesir. Di Negara Piramida ini, kucing dipercaya sebagai jelmaan dewa matahari yang sedang mengunjungi dunia bawah. Kucing juga dipercaya sebagai penjaga pintu gerbang perbatasan antara alam gaib dengan alam manusia, sehingga mereka seringkali diartikan sebagai hewan yang mistis dan seringkali mendapat perlakuan khusus.

Lalu, apakah ada hubungan antara kesaktian kucing dengan nyawanya yang berjumlah 9?

Ternyata tidak ada korelasi antara mitos kesaktian kucing dengan nyawa 9! Sama seperti makhluk hidup lainnya, kucing hanya memiliki 1 nyawa. Namun seringkali dikatakan kucing memiliki 9 nyawa karna kucing bisa menyelamatkan dirinya ketika terjatuh dari ketinggian. Hal ini pun bisa dijelaskan secara logis kenapa kucing bisa tetap selamat meskipun jatuh dari lantai 46!

Jawabannya: karena kucing memiliki keseimbangan yang baik.

Kucing diberi keistimewaan berupa Terminal Velocity, yaitu kecepatan jatuh maksimum 60 mil/jam. Hal ini lah yang menjelaskan kenapa kucing bisa langsung menyeimbangkan tubuhnya sebelum jatuh berdebum ke tanah.

Ketika kucing jatuh, ia akan segera menyadari posisi apa yang akan ia alami ketika jatuh menyentuh tanah. Jika kucing itu jatuh dalam posisi terbalik, maka ia akan segera membalikkan tubuhnya sehingga kakinya berada di bawah terlebih dahulu. Setelah itu, kucing akan meregangkan keempat kakinya sehingga mirip bajing lompat.

Dengan meregangkan keempat kakinya, tubuhnya akan tertahan oleh angin sehingga dapat mengurangi efek jatuhnya. Hal inilah yang dinamakan terminal velocity, yaitu suatu keadaan dimana kucing dapat merasakan perasaan rileks sehingga ia meregangkan kakinya seperti parasut yang mana dapat menahan tekanan udara sehingga menghambta proses terjatuh. Setelah itu, kucing yang siap mendarat biasanya akan menekuk kedua kaki belakangnya, sedangkan kaki depannya tegak terjulur. Sama seperti posisi manusia yang akan terjun ke kolam renang.

Nah, kemampuan kucing untuk mencapai terminal velocity ini juga nggak sembarangan. Biasanya, kucing dapat mencapai terminal velocity jika terjatuh dari ketinggian kurang lebih 5 lantai. Karena tingginya tempat tersebut, kucing jadi punya cukup waktu untuk membalik tubuhnya dan mencapai titik rileks tadi.

Sebaliknya, jika kucing jatuh dari ketinggian yang lebih rendah, ia tidak akan bisa mencapai terminal velocity sehingga peluangnya untuk jatuh dan mengalami cedera akan lebih besar. Makanya, kucing tetep bisa selamat meskipun terjatuh dari lantai 46 sekalipun. Tapi malah luka-luka kalau cuma jatoh dari lantai 2.

Nah sekarang kamu tau kan kalo kucing bernyawa 9 itu hanya mitos. Yang perlu kamu inget, kemampuan terminal velocity ini hanya dimiliki hewan-hewan tertentu seperti kucing dan bajing loncat. Manusia ngga punya. Jadi jangan coba-coba terjun dari lantai 46 tanpa parasut, ya! 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Indana Putri
Gak Punya Quote Nih!
4SHARES