Apakah Mineral Hanya Dapat Diperoleh dari Air Minum? Ini Penjelasannya

13 Juli 2017
|Chandra W.
3SHARES

Tubuh manusia membutuhkan banyak asupan air setiap hari. Sebagian besar orang Indonesia kini mengikuti anjuran minum air putih delapan gelas atau dua liter per hari. Asupan ini sebenarnya adalah total dari jumlah yang dianjurkan. Katakanlah kamu minum kopi satu gelas di pagi hari, makan semangkuk sop untuk sarapan, minum beberapa gelas air putih, dan minum segelas teh di sore hari. Seandainya total cairan dari semua itu sudah delapan gelas, maka terpenuhilah kebutuhan cairan harian rata-rata setiap orang. Delapan gelas adalah total cairan yang masuk, bukan air putih saja.

Pertanyaannya kemudian adalah seperti apakah air putih yang sebaiknya kita minum? Tentu sebagian besar dari kita akan menjawab air mineral. Tapi tahukah kamu mineral apa saja yang dibutuhkan tubuh, berapa jumlahnya dan seberapa kadar mineral dalam air minum dapat memenuhi kebutuhan mineral tubuh? Saat ini banyak sekali iklan air minum yang menawarkan kandungan mineral melebihi produk lain, misalnya. Meminta air putih di kafe atau tempat makan pun sekarang sulit sekali dilakukan. Ujung-ujungnya pelayan akan memberikan air kemasan atau air mineral.

Mineral berfungsi sebagai kofaktor—senyawa yang penting untuk aktivitas enzim, sekaligus katalisator penyeimbang bagi tubuh manusia. Dilansir dari Tempo, dalam air putih, idealnya terkandung mineral-mineral berikut ini:

Kalsium: menjaga kesehatan tulang dan gigi. Berperan penting dalam proses kontraksi, relaksasi otot, pembekuan darah, dan menunjang imunitas tubuh. Sodium: menjaga keseimbangan cairan tubuh. Menopang transmisi saraf, kontraksi otot, absorpsi glukosa, dan menjadi alat angkut zat gizi melalui membran sel. Magnesium: membantu proses pencernaan protein. Memelihara kesehatan otot dan sistem jaringan penghubung. Membantu menghilangkan timbunan lemak di dinding dalam pembuluh darah. Sebagai zat pembentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin. Kalium: membantu pembentukan sel, pembentukan organ dalam tubuh dan jaringan. Bikarbonat: memelihara keseimbangan keasaman darah, menyokong proses pencernaan dalam perut.

Selain lima jenis mineral tersebut, ada banyak jenis mineral lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya Seng, Sulfur, Natrium, dan Klorin. Mineral-mineral ini dapat diperoleh dari berbagai bahan makanan seperti seledri, garam, hingga kacang-kacangan, dan daging. Kekurangan dan kelebihan mineral sama-sama buruk dampaknya bagi tubuh. Mulai dari diare, mudah lelah, muntah-muntah, hingga hipertensi.

Untuk menjaga asupan mineral, kita perlu mengonsumsi sayur, buah, daging, dan air mineral dalam takaran yang pas. Jadi untuk yang berpikiran bahwa mineral hanya dapat diperoleh dari air mineral, buang jauh-jauh pikiran itu mulai sekarang ya. Dan jangan berpikiran untuk mengonsumsi lebih banyak air mineral dari kebutuhan tubuhmu. Kalau ingin minum ya minum, karena yang berlebihan itu tidak baik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
3SHARES