Apa yang Terjadi Kalau Namamu Nggak Sesuai dengan Wajahmu?

15 Juli 2017
|Olphi Disya

Nama memang pemberian orang tua kita yang tentu di dalamnya tersirat doa dan harapan yang penuh makna. Tak jarang juga nama menunjukkan dari mana kita berasal sehingga nama dianggap begitu esensial. Dengan kata lain, kita tak boleh sembarangan dalam memberikan nama kepada anak kita. Terlepas dari makna di balik nama, gimana kalau kita bahas tentang kesesuaian antara nama dan wajah seseorang? Meski kedengarannya nggak begitu penting, tapi nyatanya kesesuaian antara nama dan wajah secara nggak sadar bisa memengaruhi sikap seseorang terhadap kita lho. Kok bisa?

Pernah tahu atau kenal dengan seseorang yang wajahnya nggak sesuai dengan namanya? Wajahnya Indonesia banget, tapi namanya kayak orang Rusia yang penyebutannya aja udah bikin lidah keseleo. Pun sebaliknya, wajahnya mah bule banget, tapi namanya kok kayak wong Jowo? Terkadang hal yang kayak gitu membuahkan pertanyaan lanjutan, “Kamu orang mana sih?” Yap! Nama memang erat kaitannya dengan budaya. Kita sebagai orang Indonesia tentu akan lebih familier dengan nama-nama yang Indonesia banget, seperti Budi, Sari, Agus, atau karena mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam, maka kita juga familier dengan nama Muhammad, Annisa, Abdul, dan lain sebagainya. Tapi, apa yang terjadi kalau nama kita nggak sesuai dengan penampilan kita?

Sebuah penelitian eksperimental bernama "Bouba/Kiki Effect" pernah dilakukan oleh Barton and Halberstadt. Pada eksperimen tersebut, peserta diminta terlebih dulu untuk memberikan penilaian seberapa suka mereka terhadap orang-orang yang ada di dalam foto. Setelah itu, mereka ditunjukkan informasi singkat berupa nama (yang bukanlah nama asli) di setiap foto tersebut. Dari situ, dibuktikan bahwa lebih banyak peserta yang menyukai bentuk wajah "rounded" dengan nama yang juga termasuk dalam kategori "rounded" atau bulat. Misalnya, bentuk wajah dengan pipi tembem bernama Bob karena pelafalan namanya membuat mulut membentuk bulat. Intinya, orang yang namanya nggak sesuai dengan wajah cenderung kurang populer, kurang disukai, dan lebih sulit untuk diingat.

Penelitian kedua dilakukan untuk melihat pengaruh kesesuaian nama dan wajah terhadap kecenderungan orang-orang dalam memilih figur politik. Masih dengan teori yang sama, yaitu “Bouba/Kiki Effect” di mana terdapat dua kategori, yaitu "rounded" (bulat) dan "angular" (bersudut). Nama yang "rounded" misalnya adalah Bouba dan yang "angular" adalah Kiki. Begitupun dengan wajah yang mana "rounded" adalah wajah bulat dan "angular" adalah wajah lancip (rahang tegas, tulang pipi menonjol, dagu lancip). Ternyata, kandidat yang memiliki nama dan wajah yang sesuai memperoleh suara 10% lebih banyak dibandingkan dengan kandidat yang memiliki nama dan wajah yang nggak sesuai.

Nah, bagi kamu yang ingin terlihat populer dan ingin disukai banyak orang, coba deh perhatikan lagi apakah selama ini namamu sesuai dengan wajahmu? Tapi, gimana pun juga, nama pemberian orang tua pasti adalah nama yang terbaik, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
SHARES