7 Tren Kesehatan Tubuh Paling Aneh Ini Bakal Bikin Kamu Bergidik

stylecaster.com

Kesehatan memang menjadi aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang. Meski seringkali diabaikan, namun kesehatan adalah motor utama yang menjaga kita agar tetap berfungsi secara normal dalam kehidupan. Karena pentingnya kesehatan, maka muncullah berbagai tren kesehatan. Meski beberapa tren kesehatan ini terbukti baik dan dapat menjaga kesehatan atau bahkan menyembuhkan penyakit, namun muncul pula berbagai tren kesehatan yang aneh dan justru dapat merusak tubuh. Karena itu, ini dia 7 tren kesehatan yang salah kaprah dan tidak boleh ditiru.

1. Pil Plasenta

biohomecares.com

Terdapat tren mengonsumsi pil yang terbuat dari plasenta manusia di berbagai negara. Pil plasenta ini dibuat dari plasenta manusia yang dikeringkan dan dihancurkan menjadi serbuk yang lantas dikemas dalam bentuk pil atau kapsul. Menurut pengikut tren kesehatan ini, pil plasenta dapat mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan dan mencegah depresi pascamelahirkan yang banyak dialami oleh ibu-ibu. Namun tidak ada riset saintifik yang mendukung klaim ini. Menurut ahli nutrisi, plasenta justru berfungsi menyaring racun agar tidak memasuki tubuh janin yang masih lemah. Mengonsumsi kembali plasenta berarti mengembalikan racun-racun tersebut kedalam tubuh.

2. Diet Telur Cacing

www.huffingtonpost.co.uk

Di Cina, beberapa perempuan mengonsumsi telur nematoda, sejenis cacing yang berbentuk bundar dan merupakan parasit bagi tubuh. Konsumsi telur cacing ini namun dipercaya merupakan metode yang efektif untuk menurunkan berat badan. Telur cacing ini akan menetas dalam perut dan membuat berat badan turun secara drastis. Namun tentu saja memasukkan parasit kedalam tubuh bukanlah ide yang baik. Infeksi cacing ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti anoreksia, gangguan pernafasan, hingga pembesaran organ hati.

3. Breatharianism

www.thetrentonline.com

Tren kesehatan aneh yang satu ini datang dari India dan banyak diadopsi oleh orang-orang di seluruh dunia. Ide utama dari breatharianism adalah bahwa sinar matahari dan spiritualitas sudah dapat mencukupi kebutuhan nutrisi seseorang. Penemu metode ini, Prahlad Jani, mengklaim sudah berhasil hidup selama 70 tahun tanpa makanan maupun minuman dan bertahan hidup melalui nutrisi yang diberikan oleh matahari dan teknik pernapasan yang benar. Namun tentu saja tren kesehatan ini berbahaya dan tidak masuk akal, tercatat, sudah ada empat orang yang meninggal karena tren kesehatan yang satu ini.

4. Urine Therapy

www.myhealthylivingcoach.com

Sesuai dengan namanya, tren kesehatan yang satu ini menggunakan urin untuk menyehatkan badan. Menurut pengikut tren kesehatan ini, air kencing manusia mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga meminum kembali urin kita memberikan banyak keuntungan bagi tubuh. Terapi ini diklaim dapat menyembuhkan semua penyakit dan membuat kulit jadi lebih halus. Namun menurut berbagai ahli kesehatan, urin adalah hasil dari proses pembuangan tubuh sehingga urin mengandung berbagai zat yang sudah tidak dibutuhkan tubuh, termasuk vitamin dan mineral yang berlebihan dalam tubuh. Sehingga meskipun mengonsumsi urin tidak mematikan, namun praktik ini tidak memberikan manfaat apapun bagi tubuh.

5. KE Diet

www.nytimes.com

KE Diet adalah metode untuk mengurangi berat badan dengan memasukkan selang kecil kedalam hidung. Melalui selang ini, sebuah larutan rendah kalori akan dialirkan dan memenuhi asupan nutrisi tubuh pengikut diet ini. Metode diet ini memang terbukti dapat mengurangi berat badan dan telah digunakan oleh para dokter saat menangani kasus-kasus obesitas. Namun metode ini justru dapat merusak jika dilakukan secara bebas bagi mereka yang sebenarnya sehat. 

6. Wine Bayi Tikus

id.pinterest.com

Minuman yang dianggap menyehatkan ini terbuat dari arak beras dan bayi tikus yang berumur kurang dari tiga hari. Belasan bayi tikus ditenggelamkan kedalam arak beras dan dibiarkan untuk terfermentasi selama 12-14 hari. Minuman ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari gangguan hati hingga asma. Namun tidak ada riset ilmiah yang mendukung klaim ini.

7. Puasa air

www.drcarney.com

Jika breatharianism terdengar terlalu tidak masuk akal, diet air masih terdengar lebih masuk akal meskipun sama-sama memiliki efek yang berbahaya bagi tubuh. Diet ini dilakukan dengan hanya mengonsumsi air selama beberapa hari berturut-turut. Air tersebut bisa berupa air mineral biasa maupun air infused. Meski air memang baik bagi tubuh, namun konsumsi air saja tanpa dibarengi dengan asupan nutrisi lainnya dapat menyebabkan berkurangnya massa otot dan memperlambat metabolisme tubuh secara permanen.

Setiap orang pasti ingin menjaga dirinya tetap sehat melalui berbagai cara. Beberapa orang mengatur pola makan mereka, beberapa melakukan olahraga secara rutin, dan beberapa lagi melakukan keduanya secara bersamaan. Sebenarnya, untuk menjaga tubuh tetap sehat, pola makan yang baik dan olahraga yang teratur sudah cukup. Mengikuti suatu tren kesehatan mungkin dapat memberikan manfaat tersendiri, namun sebelum menjalankannya, kita harus menelitinya kembali karena ternyata tidak semua tren kesehatan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Mengapa Pria Cenderung Jadi Gemuk Setelah Menikah? Ini Penjelasannya

Mengapa Pria Cenderung Jadi Gemuk Setelah Menikah? Ini Penjelasannya

Oarfish Dipercaya Sebagai Ikan Pendeteksi Gempa. Mitos atau Fakta?

Oarfish Dipercaya Sebagai Ikan Pendeteksi Gempa. Mitos atau Fakta?

Brewok Bikin Pria Terlihat Lebih Keren? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Brewok Bikin Pria Terlihat Lebih Keren? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Benarkah Permen Karet Sulit Dicerna? Inilah 7 "Fakta" Sains yang Hanya Mitos

Benarkah Permen Karet Sulit Dicerna? Inilah 7 "Fakta" Sains yang Hanya Mitos

Sindrom Stockholm: Saat Jatuh Cinta Pada Orang yang Jahat Padamu

Sindrom Stockholm: Saat Jatuh Cinta Pada Orang yang Jahat Padamu

Mengejutkan, Ternyata Inilah Fungsi dari Bulu Ketiak yang Harus Kamu Tahu

Mengejutkan, Ternyata Inilah Fungsi dari Bulu Ketiak yang Harus Kamu Tahu

loading