Setahun Menukangi Timnas Indonesia, Ini Rapor Luis Milla. Ternyata Makin Meningkat!

www.rayapos.com

Tahun lalu, tepatnya tanggal 20 Januari 2017, Luis Milla Aspas diperkenalkan sebagai arsitek baru Timnas Indonesia. Ketika itu memang cukup mengejutkan bagi beberapa publik, sebab tak ada yang menyangkan bahwa PSSI akhirnya memilih eks gelandang Barcelona dan Real Madrid, yang dikabarkan menjadi pelatih termahal dalam sejarah sepak bola Indonesia. Namun hal ini sebenarnya juga wajar, sebab pelatih asal Spanyol ini memiliki track record yang bagus, salah satunya membawa Timnas U-19 (2010) dan U-21 Spanyol (2011) menjuarai Piala Eropa.

Tapi tentu saja Spanyol dan Indonesia sangat berbeda, dari kualitas pemain, budaya, hingga filosofi sepak bolanya. Bulan Januari ini Luis Milla sudah genap setahun menjadi juru taktik Timnas Indonesia. Lalu, seperti apakah rapor atau kinerja Milla selama ini?

1. Awal melatih, Milla terpaksa mengubah pola latihan yang sudah dibangun sejak lama

www.thejakartapost.com

Pertama memulai melatih, Milla langsung dihadapkan dengan gangguan besar yakni saat Timnas U-23 batal bermain di Islamic Solidarity Games (ISG). Akhirnya, Milla dan stafnya terpaksa mengubah pola latihan yang sudah disusun dari jauh hari. Namun tak hanya itu saja, timnas juga sempat dijadwalkan untuk pemusatan latihan di Spanyol bulan Juni tahun lalu. Tapi rencana ini juga batal dan sebagai gantinya pemusatan latihan dilakukan di Bali.

2. Ada benturan prinsip atau cara pandangnya dengan PSSI

www.viva.co.id

Bagi Milla, pematangan pemain harus melalui sebuah kompetisi yang baik. Namun hal ini berbeda dengan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Ia sempat mewacanakan pemusatan latihan jangka panjang bagi timnas dan akan menanggung gaji pemain karena lama absen bersama klubnya. Akhirnya dua perbedaan ini menemui titik tengah, yakni tetap melakukan pemusatan latihan jangka pendek tapi dengan waktu yang cukup intens.

3. Para pemain timnas mengalami banyak perkembangan yang signifikan di tangan Milla

www.goal.com

Salah satunya adalah Febri Hariyadi. Pemain berusia 21 tahun ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan bersama timnas. Saat ini ia telah mempu menjadi team-player dan tahu momen yang tepat untuk memberikan umpan-umpan silang. Ia juga lebih jago menggocek bola - ditambah dengan kecepatannya yang sering mengecoh lawan. Namun tak hanya Febri saja, polsesan Luis Milla juga meningkatkan permainan Osvaldo Haay, David Maulana, Andy Setyo hingga Gavin Kwan Adsit.

4. Bagian ‘puzzle’ yang hilang akhirnya mulai terlengkapi

breakingnews.co.id

Sepertinya Milla sudah mendapatkan susunan tim yang paling ideal untuk Asian Games 2018 nanti. Terlebih di ajang pesta olahraga itu, pelatih asal Spanyol ini bisa menambah tiga pemain senior ke dalam pasukannya, salah satunya adalah Ilija Spasojevic yang nampaknya ia adalah karakter pemain yang dicari Milla selama ini. Sebab, selama ini timnas selalu buntu di lini depan atau finishing yang belum sempurna, sehingga pemain naturalisasi ini bisa diandalkan untuk membobol gawang lawan. Namun sebelumnya, Milla juga sudah mencoba Boaz Solossa, Lerby Eliandry, Marinus Wanewar hingga Ezra Walian.

5. Perjalanan timnas selama kepelatihanan Luis Milla
okberita.com

Luis Milla sudah menjalani 22 laga bersama timnas senior dan U-23. Hasilnya sebenarnya tidak buruk, namun juga tidak bisa dikatakan memuaskan. Sebab dari total 22 pertandingan, hanya 10 laga saja yang ditutup dengan kemenangan. Hal lain lagi yang cukup positif adalah, tim asuahan Milla cukup produktif  karena telah mengoleksi 35 gol dan 19 di antaranya bersama Timnas U-23.

Tapi hal baik itu tercoreng. Pertama, gagal di Kualifikasi Piala AFC U-23 2018. Kedua, di SEA Games 2017 dan Timnas U-23 hanya berada di peringkat ketiga. Namun nampaknya kegagalan ini membuat timnas banyak belajar. Sebab dari waktu ke waktu, pola taktikal permainan timnas mulai terlihat jelas dan tertata. Hal inilah yang juga diakui oleh Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. “Kalau melihat perkembangan timnas di Sea Games Kuala Lumpur kemarin, sampai melawan Islandia. Pemain terlihat sudah mengerti taktik yang diinginkan oleh pelatih,” katanya seperti yang dikutip dari Bolasport.

Itulah tadi catatan setahun perjalanan Luis Milla bersama Timnas Indonesia. Memang tidak bisa dibilang cukup bagus, tapi sebenarnya juga tidak buruk. Semoga saja dari waktu ke waktu timnas makin berkembang dan banyak belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Bukan Messi atau Ronaldo, Pesepak Bola Terkaya di Dunia Ternyata Orang Asia!

Bukan Messi atau Ronaldo, Pesepak Bola Terkaya di Dunia Ternyata Orang Asia!

Saat Ini Barcelona Jadi Klub Termewah di Dunia. Lini Depannya Senilai 45 ton Emas!

Saat Ini Barcelona Jadi Klub Termewah di Dunia. Lini Depannya Senilai 45 ton Emas!

Selain Ezra dan Evan, 5 Pemain Indonesia Ini Juga Merumput di Liga Luar Negeri

Selain Ezra dan Evan, 5 Pemain Indonesia Ini Juga Merumput di Liga Luar Negeri

Kiprah Pemilik Nomor 7 di MU Sangat Gemilang, Mampukah Alexis Sanchez Samai Mereka?

Kiprah Pemilik Nomor 7 di MU Sangat Gemilang, Mampukah Alexis Sanchez Samai Mereka?

Wonderkid Barcelona Ini Disiapkan untuk Jadi Suksesor Lionel Messi. Kenalan yuk!

Wonderkid Barcelona Ini Disiapkan untuk Jadi Suksesor Lionel Messi. Kenalan yuk!

Transfer Selesai, Alexis Sanchez Bikin Kesal Para Fans Arsenal

Transfer Selesai, Alexis Sanchez Bikin Kesal Para Fans Arsenal

loading