Miris Melihat 8 Kerusuhan Maut yang Terjadi Sepanjang Sejarah Persepakbolaan di Indonesia Ini

07 Agustus 2017
|Robertus Ari
44SHARES

Suporter adalah pemain keduabelas. Lewat dukungan mereka, para pemain lebih terlecut buat meraih kemenangan. Namun, mereka terkadang juga bisa menjadi boomerang. Apalagi ketika tim yang didukungnya mengalami kekalahan. Tekanan psikis kepada pemain semakin tinggi lantaran dituntut harus meraih hasil maksimal. Sementara di sisi lain, hasil yang mereka harapkan tak kunjung datang. Emosi pun mudah meletup yang akhirnya berujung pada kericuhan.

Kasus bentrokan antar-suporter yang terjadi saat laga Persib Bandung dan Persija Jakarta beberapa pekan lalu bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Liga Indonesia sudah ‘akrab’ dengan bentrokan antar-suporter. Berikut YuKepo akan berikan ulasannya untuk kamu semua.

1. 22 Juli 2017: Rico Andrean tewas dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Pertandingan sengit antara Persib Bandung vs Persija Jakarta pada Sabtu, tanggal 22 Juli 2017 lalu memakan korban setelah Rico Andrean (22) tewas dikeroyok oleh salah satu kelompok suporter. Rico Andrean menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Kota Bandung. Akibat pengeroyokan itu, pemuda kelahiran Bandung 14 Juni 1995 ini menderita luka lebam di sekujur tubuh, wajah, dan belakang kepala.

Rico akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (27/7) sekitar pukul 10.25 WIB di RS Santo Yusup, Cicadas, Kota Bandung, Jawa Barat. Dikabarkan juga, Yasmin, rekan SMA Ricko, sempat menggalang dana untuk Ricko yang merupakan seorang yatim piatu.

2. 19 Desember 2015: Aremania tewas di Sragen

Duel panas yang terjadi antara Persebaya Surabaya melawan Arema Malang pada tanggal 19 Desember 2015 silam merembet ke barisan suporter. Sama seperti laga Persija versus Persib Bandung, duel kedua tim ini bisa disebut sebagai “El Classico versi Indonesia” yang kala itu berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Atmosfer panas pertandingan pun membuat dua suporter terlibat bentrok dalam perjalanan menuju Sleman, Yogyakarta. Kedua suporter fanatik ini bertemu di dua titik berbeda, yakni di Kabupaten Sragen Jawa Tengah dan dua orang dilaporkan tewas pada saat itu.

 

3. 12 Oktober 2014: Fans PSCS Cilacap tewas diserang kelompok bercadar

Sekelompok orang bercadar menyerang bus yang ditumpangi puluhan suporter PSCS Cilacap. Kala itu, penyerangan terjadi pada hari Minggu (12/10/2014) malam di Jalan Solo, tepatnya depan lapangan parkir Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Penyerangan itu mengakibatkan satu orang suporter meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka. Kebanyakan dari para suporter terluka akibat terkena sabetan pedang dan lemparan batu. Sementara itu, suporter dari PSCS Cilacap yang meninggal dunia bernama Muhammad Ikhwanudin (19), warga Petenangan, Bantah Sari, Cilacap, Jawa Tengah. Ikhwanudin mengalami luka di bagian wajah dan luka bekas tusukan di sekitar ulu hati.

4. 22 Oktober 2014: Persis Solo vs Martapura FC, suporter tewas ditusuk

Pada bulan Oktober 2014 silam terjadi kerusuhan antar-suporter ketika tuan rumah, Persis Solo menjamu tamunya, Martapura FC di Stadion Manahan Solo, Rabu (22/10/2014). Dalam pertandingan delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia tersebut, seorang suporter lawan, Joko Riyanto, dilaporkan tewas ditusuk. Kerusuhan tersebut dipicu oleh ketidaktegasan kepemimpinan wasit Ahmadi Jafri selama pertandingan. 

5. 10 Maret 2012: Lima suporter Persebaya tewas dilempari batu

Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka pada tanggal 10 Maret 2012 silam. Laga antara Persebaya dan Persela Lamongan berujung sebuah tragedi kematian lima orang suporter Persebaya. Kelimanya tewas setelah diserang suporter Persela Lamongan dengan lemparan batu ketika korban berada di atas kereta api.

 

6. 27 Mei 2012: Laga Persija vs Persib Bandung, tiga suporter tewas di stadion GBK

Lagi, laga Persija vs Pesib Bandung memakan korban pada Mei 2012 di GBK. Ada tiga korban tewas dalam laga panas itu, yaitu Rangga Cipta Nugraha, Lazuardi, dan Dani Maulana yang ketiganya merupakan warga Bandung. Mereka bertiga tewas dikeroyok. Hal ini terjadi karena Kepolisian Daerah Metro Jaya dinilai lalai dalam mengamankan laga Persija melawan Persib. Namun, pihak Kepolisian mengklaim sudah berkoordinasi dengan masing-masing koordinator pendukung dalam pertemuan sebelumnya.

Selain tiga orang tewas, kejadian waktu itu juga mengakibatkan lima orang lainnya mengalami luka-luka dan sempat dilarikan ke RSCM. Sementara, hasil pertandingan itu sendiri berakhir imbang dengan skor 2-2.

7. 25 April 2011: Suporter Pelita Jaya tewas dianiaya Viking Persib

Seorang suporter sepak bola Pelita Jaya Karawang tewas mengenaskan pada tanggal 25 April 2011 yang lalu. Korban bernama Muhammad Azis yang kala itu berusia dua belas tahun mengalami luka serius akibat bacokan samurai di kepala bagian depan. Siswa SMP kelas satu ini menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan sekelompok pemuda yang mengaku sebagai suporter Persib Bandung, Viking.

8. 10 November 2011: Satu suporter Persebaya 1927 tewas di laga melawan Persija Jakarta

Dalam laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) musim kompetisi 2011-2012, laga antara Persebaya melawan Persija lagi-lagi berujung petaka. Salah seorang suporter Persebaya 1927, Purwo Adi Utomo, tewas setelah terjadi kerusuhan antar-suporter kedua tim ini. Kerusuhan terjadi di Stadion Gelora 10 November 2011, Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur. Purwo Adi Utomo atau yang akrab disapa Tomy merupakan siswa sekolah SMKN 5 Surabaya yang ketika itu masih berusia tujuh belas tahun.

Berbagai kerusuhan yang terjadi ini menjadi potret buruk suporter sepak bola Indonesia. Semoga ke depannya hal-hal seperti ini tidak ada lagi di Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Ari
"be kind to each other"
44SHARES