Mengerikan! Inilah 7 Kiper yang Pernah Alami Cedera Serius hingga Meninggal

06 November 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
Olahraga
0SHARES

Sepak bola bukan hanya sekadar olahraga, namun sepak bola juga menjadi ajang pertaruhan nyawa bagi sebagian orang. Tentu masih lekat diingatan kita mengenai tewasnya kiper sekaligus kapten dari tim Persela Lamongan, Choirul Huda. Akibat berbenturan dengan rekan setimnya, Choirul Huda tergeletak tak sadarkan diri dan langsung dibawa ke rumah sakit. Namun sayang, nyawanya tidak bisa terselamatkan. Selain peristiwa naas tersebut, banyak sekali momen ketika para pesepak bola harus berjuang melawan maut ketika tengah berada di atas lapangan. Namun, untuk artikel kali ini, YuKepo hanya akan membahas mengenai deretan kiper yang pernah mengalami cedera serius yang mengakibatkan dirinya tak sadarkan diri hingga ada yang harus meregang nyawa. Siapa sajakah mereka? Yuk, kita kepo!

1. Petr Cech

Kiper utama Arsenal, Petr Cech sempat mengalami insiden yang sangat tidak mengenakan ketika masih berseragam The Blues, Chelsea. Pada pertandingan melawan Reading, Oktober 2006 silam, Cech mengalami gegar otak setelah kepalanya terkena lutut dari penyerang Reading, Stephen Hunt. Akibat insiden tersebut, Cech sempat tak sadarkan diri. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan. Hingga saat ini, ia pun masih mengenakan pelindung kepala akibat trauma yang cukup dalam atas insiden tersebut.

2. Nelson Dida

Derbi Della Madonnina tersaji pada pertandingan perempat final Liga Champions musim 2004/2005. Pada leg kedua yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Inter Milan harus dihukum dengan kekalahan 0-3 akibat insiden pelemparan petasan yang dilakukan oleh oknum suporter. Korbannya tak lain dan tak bukan adalah kiper utama AC Milan kala itu, Nelson Dida. Kiper asal Brazil tersebut mengalami cedera yang cukup serius pada bagian kepalanya dan harus segera mendapatkan pertolongin medis. Christian Abbiati pun akhirnya masuk menggantikan Dida di sisa pertandingan. 

3. Tom Heaton

Pada pekan keempat Liga Premiere Inggris, kejadian yang tidak mengenakan menimpa dua penjaga gawang di tim yang berbeda, yakni Tom Heaton di kubu Burnley dan Ederson Moraes di kubu Manchester City. Untuk Heaton, dirinya mengalami cedera yang cukup parah, yakni dislokasi bahu setelah bertabrakan dengan rekan setimnya, Ben Mee. Akibat cedera yang cukup parah ini, kapten tim Burnley ini diprediksi bakal absen selama berbulan-bulan lamanya dan tentu kabar ini menjadi kabar buruk bagi tim Burnley.

4. Ederson Moraes

Selain Tom Heaton, kiper termahal Liga Premiere Inggris, Ederson Moraes mengalami nasib serupa. Namun, berbeda dengan Heaton yang mengalami dislokasi bahu, Moraes menderita cedera yang cukup parah setelah menerima tendangan dari Sadio Mane tepat di wajahnya pada laga Manchester City kontra Liverpool. Ia pun seketika langsung terkapar dan tak sadarkan diri. Beruntung tim medis dengan sigap langsung merawat Moraes dan membawanya ke rumah sakit terdekat. 

5. Oscar Ustari

Kabar terbaru datang dari kiper tim Atlas, Oscar Ustari. Mantan kiper Getafe tersebut mengalami cedera lutut yang sangat mengerikan kala timnya bersua dengan Tigres dalam lanjutan Liga MX Meksiko. Kiper berusia 31 tahun tersebut meringis kesakitan setelah dirinya melakukan tendangan ke tengah lapangan. Usut punya usut, ternyata tulang lutut dari Ustari bergeser dan sangat jelas terlihat bahwa tulang lututnya bergeser ke depan. Asli, ngilu bener ini ngeliatnya!

6. Aji Saka

Selain dari luar negeri, ada juga nih kiper dari Indonesia yang mengalami insiden naas di tengah lapangan. Pertama dari Aji Saka, kiper dari tim Persegres Gresik United ini mendadak kejang-kejang di tengah lapangan saat timnya bersua dengan Arema FC di Stadion Petrokimia, Rabu (12/7/2917). Penyebabnya adalah benturan pada bagian kepala belakang. Dari pemeriksaan CT Scan, Aji Saka mengalami cedera kepala ringan, ditambah dengan konvulsi atau kejang. Beruntung nyawa kiper ini dapat terselamatkan.

7. Choirul Huda

Berbeda dengan Aji Saka, kiper sekaligus kapten tim Persela Lamongan, Choirul Huda, mengalami insiden yang menewaskan dirinya. Choirul Huda mengalami trauma benturan di bagian dada sehingga mengakibatkan henti napas pada dirinya setelah bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues saat Persela Lamongan berhadapan dengan Semen Padang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh tim dokter untuk mengembalikan fungsi vital tubuhnya. Namun, apa daya, takdir berkata lain. Choirul Huda pun pergi dengan damai di RSUD Sugiri, Kabupaten Lamongan pada 15 Oktober 2017 pukul 17.15 WIB.

Sangat mengerikan apabila olahraga nomor satu di dunia ini harus mengambil “tumbal” demi keeksistensiannya di dunia olahraga. Ini menjadi suatu peringatan dan pelajaran bahwa kecelakaan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Kematian tidak ada yang tahu. Oleh karena itu, sudahkan Anda berbuat kebaikan hari ini? Mari kita segera bertobat mumpung nyawa masih di kandung badan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES