Menaruh Alat Kelamin di Dalam Trophy Saat Perayaan, Pemain Lilllestrom SK Dihujani Kritikan

14 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Merayakan kemenangan saat tim menjadi juara tentunya sudah lumrah dilakukan. Hal itu sah-sah saja, tidak ada yang melarang. Namun, apa yang dilakukan oleh salah seorang pemain dari tim Lilllestrom SK saat merayakan gelar juara Piala Raja Norwegia ini tampaknya haram untuk dilakukan oleh semua pesepakbola dan bahkan oleh semua atlet. Apa yang dilakukannya? Berikut ulasannya. Yuk, kepo!

Final Piala Raja Norwegia mempertemukan antara tim Lillstrom SK melawan Sarpsborg 08. Pertandingan yang digelar Ulleval Stadium pada tanggal 3 Desember 2017 kemarin dimenangkan oleh Lillestrom SK dengan skor 3-2. Masing-masing gol untuk Lillestrom dicetak oleh Simen Kind Mikalsen (2’), Mats Haakenstad (11’), dan Frode Kippe (58’).

Sementara gol untuk Sarpsborg 08 dicetak oleh Patrick Mortensen (24’) dan gol bunuh diri dari Frode Kippe (64’). Kemenangan ini membuat Lillestrom SK kembali menjadi juara setelah sepuluh tahun lamanya. Para pemain beserta pelatih dan official pun merayakan keberhasilan ini. Perayaan pun digelar dengan melakukan parade para Senin pagi waktu setempat. 

Hari perayaan pun tiba. Para pemain beserta tim dan para suporter bersuka cita. Namun, tanpa diduga-duga, salah seorang pemain melakukan sebuah tindakan yang tidak semestinya ia lakukan. Adalah Aleksander Melgalvis Andreassen, pemain bertahan Lillestrom SK yang membuat heboh suasana perayaan tersebut.

Awalnya, Andreassen tampak seperti pemain lainnya: melakukan perayaan dengan cara berjoget. Namun, lama kelamaan tampaknya birahi Andreassen semakin memuncak. Entah apa yang dipikirkannya, ia melucuti pakaiannya sendiri satu per satu hingga akhirnya telanjang bulat. Kemudian, ia memegang trofi piala dan apa yang dilakukannya kemudian sungguh di luar dugaan. Ia memasukan alat kelaminnya ke dalam trofi tersebut sambil tetap menari-nari. Setelah peristiwa itu, ia pun menjadi buah bibir di berbagai media. 

Pihak FA Norwegia pun mengecam tindakan dari Andreassen tersebut. Menurut Yngve Haavik selaku Direktur Komunikasi FA Norwegia mengatakan bahwa sudah seharusnya Andreassen menghormati piala tersebut dengan memberikan respek dan penghormatan yang pantas. Haviik pun merasa jika tindakan Andreassen tersebut dilakukan secara tidak sadar karena euforia yang berlebihan. Namun, tetap saja tindakan tersebut adalah sebuah tindakan yang salah. 

Mendengar berbagai komentar pedas yang menghampirinya, Andreasssen pun menjawab dengan santai. Ia mengakui bahwa tindakannya tersebut memang sesuatu yang salah, namun ia tidak pernah menyesalinya. Bahkan ia berceloteh dengan mengatakan, “Apakah saya harus meminta maaf kepada Raja? Kalau memang iya, sebuah kehormatan bagi saya untuk dapat berbicara dengannya,” ujarnya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES