Melihat Kegemaran Jenderal Ahmad Yani dalam Berolahraga

www.yukepo.com

Jenderal Ahmad Yani merupakan salah satu jenderal yang menjadi korban keganasan dari G30S/PKI. Selain beliau, masih ada keenam jenderal lainnya, yakni Donald Ifak Panjaitan, M.T. Haryono, Piere Tendean, Siswono Parman, Suprapto, dan Sutoyo Siswomiharjo. Mereka dibunuh secara keji di wilayah Lubang Buaya. Namun, artikel ini tidak akan membahas mengenai tragedi mengenaskan tersebut. Dalam artikel ini, YuKepo akan mengajak kamu untuk melihat salah satu kegemaran berolahraga Jenderal Ahmad Yani. Penasaran? Langsung aja kita kepoin bareng.

Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada tanggal 19 Juni 1922. Semasa hidupnya, beliau merupakan salah satu jenderal yang paling disegani. Namun, di balik kesibukannya sebagai seorang petugas, ada satu hal yang tidak bisa untuk tidak beliau kerjakan di setiap waktu senggangnya, yakni berolahraga

www.kaskus.co.id

Yani mulai menyukai dunia olahraga sejak bersekolah di HIS (Hollandsch-Indische School) dan MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwisj) pada tahun 1929. Menurut penuturan dari Amelia Yani -puteri dari sang jenderal- yang tertuang dalam Profil Seorang Prajurit TNI, ayahnya senang pada olahraga renang, lempar cakram, lempar lembing, dan semua cabang atletik. Kemudian, ketika pada masa penjajahan Jepang, Yani mulai melakoni olahraga Ken-Do, yakni olahraga beladiri yang berasal dari Jepang. Yani terus melatih dirinya terutama ketika tengah menjalani pendidikan perwira Pembela Tanah Air di Bogor.

“Yani ahli dalam olahraga ini. Badannya atletis, sempurna sekali untuk gerakan-gerakan dengan samurai (kayu),” kenang Amelia seperti yang dikutip dari Historia.

Ketika Indonesia telah merderka, Ahmad Yani diperintahkan untuk memimpin sebuah resimen yang ada di Tegal, Jawa Tengah. Di sana, Yani tetap menjalankan kegemarannya dalam berolahraga dan kali ini tenis, sepak bola, dan renang menjadi olahraga favoritnya. 

historia.id

“Hari-hari tertentu bapak senang main tenis. Sudah menjadi cara rutin bahwa setiap sore sepulang bapak dari bermain tenis, kami dibawanya ke pinggir laut untuk berenang. Dalam sepakbola, bapak adalah penyerang tengah dan kesebelasannya bernama Kesebelasan Kapuk. Kapuk adalah kapas pengisi bantal, kasur dan guling, jadi kesebelasan yang empuk, begitulah,” cerita Amelia.

Selain itu, Yani juga tak ketinggalan untuk mencicipi olahraga golf, olahraga yang biasanya dimainkan oleh para tokoh elite politik. Tragisnya, olahraga tersebut menjadi olahraga terakhir yang dimainkan oleh Yani. 

www.indosport.com

“Sesudah makan siang bersama (30 September 1965), bapak berangkat ke Senayan untuk latihan memukul golf ditemani Om Bob (Bob Hasan). Sepulangnya, bapak berpesan pada Pak Dedeng (sopir pribadi) untuk membersihkan alat-alat golf yang baru saja dipakainya, kemudian disuruh menyimpannya. Alat-alat itu tak pernah digunakannya lagi,” kenang anak-anak dari Jenderal Ahmad Yani dalam Tujuh Prajurit TNI Gugur: 1 Oktober 1965.

Kini, Jenderal Ahmad Yani telah tenang di alam sana. Namun, segala memori tentang kehidupan dan perjuangannya masih akan tetap terkenang selama Negara Indonesia masih berdiri tegak!

 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Sejarah Singkat Kelahiran Google, Mesin Pencari Penguasa Jagat Maya - Keepodotme

Sejarah Singkat Kelahiran Google, Mesin Pencari Penguasa Jagat Maya - Keepodotme

Kedatangan Tokoh serta Selebritis Dunia Warnai Kekalahan PSG dari Real Madrid

Kedatangan Tokoh serta Selebritis Dunia Warnai Kekalahan PSG dari Real Madrid

Aliando Syarief, Aktor Muda yang Digandrungi Remaja - Keepodotme

Aliando Syarief, Aktor Muda yang Digandrungi Remaja - Keepodotme

Gol Beruntun Juve Hancurkan Mental Pemain Spurs

Gol Beruntun Juve Hancurkan Mental Pemain Spurs

3 Pulau Tersembunyi di Jakarta yang Punya Pesona Alami Memukau - Keepodotme

3 Pulau Tersembunyi di Jakarta yang Punya Pesona Alami Memukau - Keepodotme

Bocor! Beredar Info Manchester United Menyesal Membeli Alexis Sanchez

Bocor! Beredar Info Manchester United Menyesal Membeli Alexis Sanchez

loading