Lionel Messi, Aset Terbaik La Masia dan Barcelona (Bagian 2)

20 September 2017
|Muhammad Sidiq Permadi

Setelah minggu lalu kita membahas tentang awal mula pertemuan Messi dengan Barcelona, minggu ini YuKepo akan bercerita tentang perjalanan hidup La Pulga selama menimba ilmu di akademi Barcelona, La Masia. Sedikit mengulas kembali, Leo Messi resmi menjadi bagian dari La Masia usai ayahnya, Jorge, menerima tawaran dari Direktur Olahraga Barcelona kala itu, Carlos Rexach. Carlos berjanji akan memberikan perawatan penuh kepada Messi asalkan dia mau pindah ke Spanyol. Dari sanalah perjalanan Messi dimulai.

Ketika pertama kali menapakkan kaki di Barcelona, semua tampak asing bagi Messi kecil. Namun, satu hal yang tidak asing adalah sepak bola. Ya. Semua tampak berbeda kecuali sepak bola. Setelah beristrahat beberapa waktu, Messi kecil kemudian menjalani tes medis dan perawatan guna mengurangi dampak dari sindrom defisiensi hormon pertumbuhan yang dideritanya. Hasilnya pun dinilai cukup berhasil. Tinggi badan Messi perlahan naik dan saat ini bahkan telah melebihi tinggi dari legenda sepak bola dunia, Diego Armando Maradona. Messi memiliki tinggi 169 cm atau 2 cm lebih tinggi dibandingkan dengan legenda Napoli tersebut. 

Pada awal masa pendidikannya di La Masia, Messi sangat merindukan keluarganya yang berada di Argentina. Hal itu dirasa sangat berat mengingat anak-anak seumurannya memiliki keluarga yang berada di negara yang sama, sementara Messi tidak. Ia pun hanya bisa bertemu dengan keluarganya sebanyak satu atau paling banyak dua kali dalam setahun. Tentunya, ada rasa cemburu di dalam hati Messi kecil, namun ia tetap meneguhkan tekadnya untuk menjadi pemain sepak bola hebat layaknya Maradona, sang maestro sepak bola di negara asalnya.

Waktu demi waktu berlalu, Messi kecil perlahan menjelma menjadi pemain andalan di La Masia. Ia bersama dengan Pique dan Fabregas menjadi trio andalan La Masia kala itu. Kemampuan drible yang dimiliki oleh Messi pun kian hari kian bertambah. Begitu pula dengan kelincahan serta kemampuan olah bola yang dimilikinya. Maka, tak heran jika ia dapat dipromosikan ke dalam empat tim yang lebih senior dalam kurun waktu yang hanya satu tahun, yakni Juvenil B, Juvenil A, FC Barcelona C, dan FC Barcelona B. Semua orang mengakui bakat Messi. Tidak hanya dari jajaran pelatih, namun juga dari para penonton yang hadir pada saat Messi kecil bertanding. 

Hingga saat ini, ia telah menjelma menjadi aset terbaik bagi Barcelona dan Argentina. Mungkin, hanya satu yang membedakan Messi dengan Maradona, yakni trofi piala dunia. Sampai sekarang, Messi dan Argentina belum dinaungi oleh dewi keberuntungan perihal trofi tersebut. Meskipun begitu, namun kita pun tidak bisa membayangkan bagaimana perjalanan Barcelona dan Argentina tanpa Messi di dalamnya. 

Hal yang patut diingat adalah bahwa Messi pernah mencapai titik nadir dalam kehidupannya, namun ia tetap berjuang dan tidak mau menyerah hingga akhirnya menjadi salah satu pemain terbaik dunia saat ini. Karena hasil takkan pernah mengkhianati proses, maka nikmatilah proses tersebut dan jalani semaksimal yang kamu bisa. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
SHARES