Kisah Jane Velkovski, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas tentang Mimpinya Menjadi Cristiano Ronaldo

09 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi

Siapa yang tidak kenal mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo? Hampir semua orang tahu tentang pria asal Medeira, Portugal tersebut. Dengan berbagai prestasi yang telah diraihnya wajar saja jika CR7 menjadi sosok idola sebagian besar pecinta si kulit bundar, terutama anak-anak.

Hal itu pula yang dirasakan oleh seorang anak berusia sembilan tahun asal Macedonia bernama Jane Velkovski. Ia telah mengenal sepak bola sedari balita. Kecintaanya terhadap sepak bola diwarisi oleh sang ayah, Gjorgji, yang merupakan penggila sepak bola. Namun sayangnya, ia tidak dapat bermain sepak bola layaknya anak seumurannya.

Jane didiagnosis oleh dokter menderita penyakit Spinal Muscular Atrphy (SMA), semacam penyakit otot yang menyebakan ia tidak dapat berjalan. Mendengar penjelasan dari sang dokter tentunya membuat orangtua Jane sedih, terutama dirinya sendiri. Meskipun demikian, ia memutuskan untuk tidak menyerah dalam menggapai cita-citanya itu. Kecintaannya terhadap sepak bola sudah bulat dan ia tidak akan pernah putus asa meski harus berada di atas kursi roda sekalipun. 

Keteguhan hati Jane membuat orang-orang di sekitarnya takjub dan bangga. Dikutip dari laman UEFA.com, Jane mengungkapkan sebuah filosofi yang tidak mungkin diucapkan oleh seorang anak seumurannya. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak boleh menyerah. Setiap orang harus mewujudkan mimpinya. Keinginannya adalah untuk mencapai hal yang tidak mungkin dan membuat hal yang tidak terpikirkan menjadi kenyataan.

“Saat bermain bola, aku terkadang lupa kalau sedang duduk di kursi roda listrik. Aku juga sering membayangkan mencetak gol seperti Ronaldo dan pada saat itu aku lupa bahwa aku tidak bisa berjalan,” imbuhnya.

Ia juga memperingatkan kepada semua orang untuk tidak mengejek atau menganggap remeh orang-orang seperti dirinya. Berhentilah mengejek dan “membunuh” mimpi mereka untuk menjadi orang hebat.

“Aku ingin mengatakan pada seluruh dunia bahwa semua orang setara dan orang-orang disabilitas seperti dirinya dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang lain. Bahkan, jika mereka tidak bisa melakukannya, itu bukan berarti mereka tidak menikmati hidup mereka,” tegasnya.

Hingga saat ini ia masih terus bermain sepak bola bersama teman-temannya dan berposisi sebagai seorang kiper. Bahkan di timnya saat ini, ia dipercaya untuk memegang ban kapten di lengannya. Ia pun mengambil kepercayaan dari sang pelatih dengan bangga. Ia mengungkapkan bahwa dirinya akan sangat bahagia jika timnya menang dan akan sangat sedih jika timnya kalah. Sungguh kecintaan yang luar biasa terhadap sepak bola.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
SHARES