Kalau Tidak Ada Orang Ini, Mungkin Shakhtar Bisa Menang Lebih dari Setengah Lusin

25 Februari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

AS Roma harus mengakui keunggulan dari tuan rumah, Shakhtar Donestsk dalam lanjutan babak 16 besar Liga Champions Eropa. I Giallorossi menyerah 1-2 di tangan pasukan Kroty. Meski sempat memimpin hingga paruh pertama usai, Edin Dzeko dan kawan-kawan tak mampu membendung permainan agresif dari tim tuan rumah di babak kedua. Alhasil, Shakhtar berbalik unggul 2-1 dan memenangkan pertandingan.

Jalannya laga

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Memasuki menit ke-3, terjadi kemelut di depan gawang AS Roma, beruntung Alisson masih sigap mengawal gawang dari serigala ibu kota. Peluang terbaik didapat tim tamu pada menit ke-6. Menyambut sepak pojok Kolravo, Dzeko yang berdiri bebas nyaris membuat Roma unggul andai sepakannya tidak berhasil dimentahkan oleh Andriy Pyatov. 

Akhirnya, AS Roma berhasil unggul ketika memasuki menit ke-41. Menerima umpan manis Dzeko, Cengiz Under berhasil menceploskan bola ke gawang Pyatov dengan kaki kirinya. Meski sempat ditepis, namun laju bola tak terbendung hingga gol pun tercipta. Keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Shakhtar yang tidak mau dipermalukan di hadapan puluhan ribu pendukungnya meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Ferreyra sukses menggetarkan gawang Alisson setelah sebelumnya berhasil mengelabui Konstantinos Manolas. Kedudukan sama kuat 1-1. 

Shaktar kemudian berhasil menambah keunggulannya melalui tendangan bebas cantik yang dilesakkan Fred pada menit ke-71. Tuan rumah berbalik unggul 2-1. Meski banyak sekali peluang tercipta, namun skor 2-1 untuk keunggulan Shaktar Donetsk bertahan hingga pertandingan usai. 

Kehebatan Alisson dipuji pelatih lawan

AS Roma bisa saja kebobolan lebih dari dua gol andai saja penjaga gawang mereka, Alisson Becker tidak bermain gemilang. Penjaga gawang asal Brasil ini total tujuh kali melakukan penyelamatan gemilang selama pertandingan berlangsung. Tiga di antaranya ketika terbang untuk menepis tendangan jarak jauh Taison, menepis dengan satu tangan bola sepakan Marlos dan Ferreyra dari jarak dekat.

"Kami bisa saja menang dengan marjin lebih besar. AS Roma harus berterima kasih pada kiper mereka. Dia membuat banyak penyelamatan hebat," ujar Paulo Fonseca seperti dikutip dari laman Football Italia (22/2/2018).

Kehadiran Alisson di bawah mistar gawang AS Roma membuat tim asal ibu kota tersebut hanya menderita 0,76 gol per pertandingan. Bahkan, pelatih kiper AS Roma, Roberto Negrisolo, menjuluki Alisson sebagai Lionel Messi-nya penjaga gawang. Saat ini, I Lupi pun menjadi tim kedua dengan pertahanan terbaik di Liga Italia.

Meski kalah, bukan berarti peluang AS Roma untuk melangkah ke babak selanjutnya sudah sirna. Pasukan Eusebio Di Francesco hanya butuh hasil 1-0 untuk dapat melenggang ke babak selanjutnya. Kita tunggu aja deh apakah AS Roma berhasil melakukan misinya atau tidak. Selamat buat Shaktar Donetsk, ya


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES