Exa Raudina Khoiroti, Atlet Downhill Kebanggaan Indonesia

15 Oktober 2017
|Mohammad Syahrial
0SHARES

Gak semua orang berani melakukan olahraga ekstrem. Apalagi olahraga-olahraga ekstrem yang dikenal sebagai olahraga berbahaya. Ya, namanya ekstrem pasti berbahaya, makanya diperlukan kesiapan yang cukup, mulai dari fisik, mental, juga peralatan yang menunjang keamanan saat melakukannya. Gak gampang kan? Gak gampang emang, tapi semua kesulitan itu akan terbayar ketika kamu sudah melakoninya. Adrenalin kamu akan terpacu ketika melakukan suatu olahraga ekstrem. Takut dengan bahaya dan persiapan yang tidak mudah membuat banyak orang enggan mencoba olahraga ekstrem, tapi tidak dengan Exa Raudina Khoiroti. Exa justru tidak pernah kapok melakukan olahraga ekstrem, yaitu bersepeda downhill, bahkan Exa telah banyak meraih prestasi dari olahraga menuruni bukit dengan bersepeda ini. Perempuan cantik asal Kota Gudeg ini selalu merasa senang dengan olahraga yang digelutinya. Mau tau cerita selanjutnya mengenai Exa dan sepeda downhillnya? Yuk, langsung aja kita kepoin!

Awal perkenalan Exa dengan olahraga sepeda terbilang tidak sengaja. Setelah perempuan kelahiran tahun 1994 ini berhenti bermain bulu tangkis,  Exa diajak sang Ibu, Siti Edy Muslikhah, untuk bersepeda. Dari kebiasaannya bersepeda ini, Exa bertemu dan berkenalan dengan Nur Warsito, atlet dan pelatih di Yogyakarta, pada lintasan BMX Bantul. Warsito pun mengajak Exa untuk menekuni olahraga sepeda. Hingga pada tahun 2008, ketika Exa berusia empat belas tahun, Warsito mengajak Exa mengikuti kompetisi sepeda balap BMX.

Exa sempat menolak ajakan Warsito untuk mengikuti kompetisi sepeda balap BMX. Lucunya nih, sang ibu yang mendukung Exa menekuni olahraga ini mengiming-imingi Exa uang Rp1 juta agar putrinya mau mengikuti kompetesi sepeda balap. Tergiur tawaran dari ibunya, Exa pun menerima ajakan dari Warsito. Tidak disangka, Exa berhasil menyabet juara tiga di kelas Women Elite dalam kompetisi tersebut. Prestasi awalnya ini akhirnya memacu Exa untuk serius menekuni olahraga sepeda. Berawal dari iming-iming sang ibu, Exa jadi jatuh cinta beneran deh sama olahraga sepeda.

Berbagai kejuaraan balap sepeda, baik di dalam maupun di luar negeri mulai diikuti Exa. Latihan secara rutin pun selalu dilakoninya agar skill bersepedanya semakin terasah dan fisiknya semakin siap sebagai seorang atlet. Exa mengaku sejak awal tidak pernah merasa takut untuk terjun ke dunia olahraga ekstrem. Baginya, bersepeda menuruni bukit dengan kecepatan tinggi membuat adrenalinnya semakin terpacu dan ketika Exa berhasil melewati trek yang sulit, Exa pun merasakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri.

Pencapaian Exa saat ini tentu tidak didapat dengan perjuangan yang mudah. Latihan yang keras ia lakukan setiap tiga kali dalam seminggu. Jatuh ketika latihan adalah hal yang sangat biasa Exa alami, tapi hal itu tidak membuat Exa mudah menyerah dan malah justru membuatnya semakin bersemangat mempelajari teknik bersepedanya agar tidak sering lagi terjatuh ketika latihan. Semangat Exa yang begitu besar untuk menekuni olahraga ini juga berasal dari dukungan orang tuanya. Walaupun orang tua Exa sering khawatir dengan keselamatan putrinya ini, Exa mampu meyakinkan kedua orang tuanya untuk terus memberikannya dukungan dengan berbagai prestasi yang ia raih.

Pengalaman yang cukup ekstrem memang sempat dirasakan Exa ketika ia mengikuti kompetisi sepeda downhill di Thailand pada tahun 2011. Exa mengalami kecelakaan yang mengakibatkan bahunya dislokasi.

“Jadi waktu lomba di Thailand, waktu sedang menuntun naik sepeda itu bahu saya copot dan tidak terasa. Akhirnya saya tidak boleh melanjutkan lomba dan harus pulang ke Indonesia agar dioperasi” ungkap Exa.

Kejadian ini tentu tidak mematahkan semangat Exa. Tiga bulan setelah operasi, Exa pun langsung disibukkan untuk persiapan PON 2016. Salut banget sama semangatnya!

Saat ini segudang prestasi sudah Exa raih. Berbagai gelar juara dari kompetisi dalam dan luar negeri pun berhasil ia capai. Di antaranya ia berhasil meraih gelar juara dalam PON 2012, Singapore Festival Cycling, Asean Mountain Bike Cup 2014 di Malaysia dan Filipina, Singapore Mountain Bike Festival Open, ASEAN Downhill Cup 2015, PON 2016, dll. Exa mengungkapkan bahwa ia akan terus menekuni olahraga ini dan terus memberikan kebanggaan untuk Indonesia. Indonesia patut bangga nih punya Exa, atlet muda dengan segudang prestasi yang luar biasa.

Wah, seru banget ya cerita Exa dan kegemerannya bersepeda downhill. Walaupun dirinya pernah mengalami cedera yang cukup parah, namun Exa tidak pernah kapok untuk bersepeda downhill. Ini nih yang patut kita tiru, guys, tidak mudah menyerah dan terus berprestasi di bidang yang digeluti. Ada yang mau mulai mencoba olahraga ekstrem?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mohammad Syahrial
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES