Dihancurkan Manchester City, Bukti Ketidaksiapan Liverpool di Musim Ini

11 September 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Pada akhir pekan kemarin, akhirnya liga-liga top Eropa kembali bergulir. Berbagai pertandingan seru pun kembali tersaji untuk dinikmati oleh para pecinta bola. Salah satu pertandingan yang cukup menarik perhatian dari para pecinta bola adalah duel yang terjadi di Liga Premiere Inggris antara tuan rumah, Manchester City kontra Liverpool. Namun, duel yang diharapkan dapat membuat hati para penggila bola deg-degan berakhir dengan antiklimaks. Secara mengejutkan, Liverpool tumbang dengan skor yang sangat mencolok, yakni 5-0 dari sang empunya stadion. Mungkin kartu merah yang diterima oleh sadio Mane menjadi salah satu faktor yang membuat Liverpool terguncang dan akhirnya harus merelakannya gawangnya dibobol sebanyak lima kali oleh para pemain The Citizen. Namun, ketika kita menilik lebih jauh, masih ada banyak faktor yang membuat Liverpool tampaknya tak akan bisa berlari kencang di musim ini. 

Faktor yang pertama adalah kegagalan Liverpool dalam menggaet pemain incaran mereka di bursa transfer musim panas kemarin. Sebut saja kegagalan Liverpool dalam menggaet Virgil van Dijk. Pemain asal Jerman itu tadinya menjadi pilihan utama Klopp untuk menambal lini belakang pertahanan The Kops. Namun, lambannya kinerja dari tim komiter transfer membuat van Dijk urung melangkahkan kakinya di Anfield. 

Selain itu, mimpi yang dijual oleh Fenway Sports Group (FSG) sebagai pemilik untuk menjadikan Liverpool sebagai rumah bagi para pemain muda tampaknya masih belum terlaksana. Staf kepelatihan gagal mengorbitkan para pemain muda yang digadang-gadang dapat bersinar terang. Misalnya saja Sebastian Coates yang disebut-sebut sebagai calon kapten timnas Uruguay gagal meraih potensinya dan kini akhirnya merumput bersama Sporting CP di Liga Portugal. Selain itu, masih banyak pemain muda yang tadinya diharapkan dapat bersinar bersama Liverpool, tapi kenyataannya menjadi tumbal dari ketidakoptimalan kinerja staf kepelatihan Liverpool. Sebut saja Tiago Illori, Luis Alberto, serta Andre Wisdom. Mungkin, hanya Philippe Coutinho yang dianggap berhasil memaksimalkan potensinya bersama Liverpool di era kekuasaan FSG.

Bukti ketidaksigapan dari staf kepelatihan Liverpool tergambar jelas dari pertandingan yang berlangsung di Etihad Stadium. Pascakeluarnya Mane, The Kops seakan tidak memiliki rencana cadangan guna mengantisipasi hal tersebut. Alhasil, The Citizen dapat dengan mudah membobol gawang Liverpool. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, hampir dipastikan Liverpool tidak akan bertahan lama pada Liga Champions musim ini. 

Meskipun berhembus angin segar yang menyatakan bahwa van Dijk telah setuju untuk bergabung dengan Liverpool pada Januari tahun depan, namun tetap saja tidak akan dapat membantu Liverpool jika tim pelatih serta komiter transfer masih saja lamban dalam mengantisipasi segala hal. Terlebih para pesaing mereka telah banyak berbenah dan tampak lebih siap menghadapi perang di musim ini. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES