Berbagai Alasan Diving dari Para Pesepak Bola yang Bikin Kesal

18 Februari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
305SHARES

Sebagian besar pemain sepak bola sangat membenci tindakan diving. Namun, banyak juga para pesepak bola yang melakukan hal tersebut. Aksi yang tergolong tindakan kurang terpuji ini bahkan sering dilakukan oleh banyak pemain hebat, misalnya Ronaldo maupun Messi.

Namun, menurut Mauricihio Pochettino, diving adalah bagian dari sepak bola dan merupakan taktik yang digunakan untuk mengelabui musuh dan juga wasit. Meski ini dapat membuat kerugian besar bagi tim yang menjadi korban aksi diving, namun nyatanya aksi diving masih banyak dilakukan.

Perlu sedikit tindakan tegas bagi pelaku aksi yang satu ini dan tanah Inggris menjadi pelopor diberikannya sebuah hukuman bagi para pelaku diving. Apa hukuman bagi para pelaku diving? Lalu, kira-kira alasan logis yang seperti apa sih yang membuat para pemain melakukan aksi yang tidak terpuji ini? Langsung aja kita pantau bareng-bareng!

1. Sulitnya mendapatkan perlindungan wasit saat masih berdiri tegak

Mendapatkan perlindungan wasit ketika masih menguasai bola memang sulit dilakukan. Ketika bola itu berhasil direbut dan dikuasai oleh lawan, sementara kita masih berdiri tegak tentunya sang pengadil sulit untuk memberikan hukuman tendangan bebas ataupun sepakan 12 pas. Oleh karena itu, para pemain biasanya akan menjatuhkan dirinya ketika menerima kontak dengan lawan meski hanya sebatas sentuhan lucu dan berharap agar sang wasit memberi keuntungan buat timnya.

2. Adanya penilaian yang menganggap terjadinya kontak sebagai sebuah pelanggaran

Memang kebanyakan para wasit di liga top Eropa sangat detil dan teliti melihat kontak dari para pemain. Namun, akibat saking detil dan telitinya terkadang mereka sulit untuk membedakan mana yang beneran pelanggaran dan mana yang bukan. Nah, keuntungan ini dimanfaatkan banget oleh para pemain sepak bola yang menganggap bahwa terjadinya sebuah sentuhan/kontak dapat mengakibatkan terjadinya pelanggaran. Jadi, mereka pun akan berakting jatuh ketika terjadi kontak dengan lawan meskipun kontaknya itu cuma ngelus-ngelus punggung doang.

3. Tingginya kemungkinan terjadinya sebuah gol melalui tendangan pinalti

Mengingat tendangan pinalti adalah tendangan yang sangat spesial, maka banyak dari para pemain sepak bola yang memanfaatkan aksi diving mereka untuk mendapatkan sepakan 12 pas. Karena memang rasio terjadinya gol melalui tendangan pinalti lebih besar daripada melalui open play secara tendangan pinalti kita hanya dihadapkan dengan bola dan juga kiper lawan tanpa adanya penjagaan. Jika berhasil mengelabui wasit, maka keuntungan besar akan didapat. Tapi, jika gagal, yaa siap-siap buat kena kartu kuning, deh.

4. Belum berlakunya hukuman retrospektif secara universal

Saat ini, jika seorang pemain berhasil mengelabui wasit dan mendapatkan keuntungan berupa tendangan pinalti, maka tim tersebut akan meraih keuntungan. Dan jika pertandingan wasit kembali melihat tayangan ulang dan ternyata melihat bahwa sang pemain melakukan diving, maka tidak ada yang bisa diperbuat oleh wasit tersebut. Itulah salah satu keuntungan aksi diving yang merajai dunia sepak bola. Namun, baru-baru ini, FA, selaku badan otoritas sepak bola tertinggi di Inggris telah menerapkan hukuman retrospektif bagi para pelaku aksi diving.

Pemain yang ketahuan melakukan aksi diving akan dikenai sanksi larangan bermain dua pertandingan dan jika lawan yang mendapatkan kartu kuning atau merah, maka hukuman dari kartu tersebut akan dicabut. Salah satu pemain yang udah terkena hukuman ini adalah gelandang West Ham United, Manuel Lanzini kala West Ham menjamu Stoke City pada ajang Premier League, Sabtu (16/12/2017) malam.

Itu dia beberapa alasan yang membuat para pemain sepak bola kerap melakukan aksi diving. Tentu saja aksi ini kurang terpuji dan cenderung mencoreng istilah fair play dalam dunia olahraga. Bagi kamu yang sering melakukan aksi ini, mendingan segera tobat deh daripada tim kamu kena batunya ntar, lho.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
305SHARES