Asian Games 1962, Tonggak Sejarah Dunia Olahraga Indonesia

08 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
299SHARES

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Negara kita tercinta ini selepas kemerdekaan terus berusaha menggaungkan namanya ke seluruh dunia. Salah satunya adalah dengan ikut serta dalam ajang olimpiade terbesar se-Asia, yakni Asian Games. Kebetulan sekali Indonesia berhasil memenangkan pemilihan sebagai tuan rumah Asian Games 1962 dalam votting yang dilakukan oleh Dewan Federasi Asian Games di Tokyo pada Asian Games 1958, tepatnya pada tanggal 23 Mei 1958.

Indonesia pun segera melakukan berbagai pembenahan guna mempersiapkan segalanya. Soekarno pun mengeluarkan sebuah pernyataan, “Berapa pun biaya yang harus dikeluarkan tidak akan jadi masalah asalkan harga diri dan martabat bangsa Indonesia diakui di mata dunia,”. Pernyataan dari orang nomor satu Indonesia kala itu langsung membakar semangat rakyat Indonesia. Berbagai infrastruktur dan gedung olahraga pun segera dibangun dalam kurun waktu yang hanya empat tahun. Nah, berkaitan dengan hal tersebut, YuKepo mau ngajak kamu melihat rangkaian proses dari pembangunan berbagai infrastruktur guna menyambut Asian Games 1962. Yuk, kepo!

1. Pada tanggal 8 Februari 1960, Presiden Soekarno menancapkan tiang pancang Stadion Utama sebagai simbol dimulainya pembangunan Kompleks Olahraga Senayan

2. Pada bulan Juni 1961, Stadion Renang yang memiliki kapasitas 8.000 penonton telah selesai dibangun

3. Pada bulan Desember 1961, Stadion Madya dengan kapasitas 20.000 orang penonton rampung dibangun

4. Kemudian pada tanggal 25 Desember 1961 yang bertepatan dengan Hari Natal, Stadion Tenis yang berkapasitas 5.200 orang selesai dibangun

5. Lalu pada tanggal 21 Mei 1962, Istana Olahraga yang berkapasitas 10.000 orang selesai dibangun
6. Menyusul Gedung Bola Basket yang rampung dibangun pada bulan Juni 1962. Gedung ini dapat menampung sebanyak 3.500 orang penonton

7. Terakhir, pada tanggal 21 Juli 1962, Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berkapasitas kurang lebih 100 ribu penonton selesai dibangun. SUGBK pun memecahkan rekor sebagai stadion terbesar se-Asia Tenggara

8. Presiden Soekarno pun membangun berbagai infrastruktur non-olahraga, salah satunya adalah patung Selamat Datang yang dibangun oleh Edhie Sunarso pada tahun 1961

9. Selain patung Selamat Datang, Presiden Soekarno juga menerbitkan perangko edisi khusus Asian Games

10. Prestasi para atlet Indonesia pada saat itu pun sungguh membanggakan. Indonesia berada di posisi kedua di bawah Jepang dalam klasemen akhir dengan meraih total 21 medali emas, 26 medali perak, dan 30 medali perunggu

Di umurnya yang masih tujuh belas tahun, prestasi olahraga Indonesia dapat dikatakan teramat membanggakan. Impian Soekarno untuk menjadikan martabat Indonesia diakui oleh seluruh dunia pun dapat terlaksana. Semoga saja pada perhelatan Asian Games 2018 nanti Indonesia bisa mengulang prestasi bersejarah seperti yang terjadi pada tahun 1962, bahkan kalau bisa sih lebih bagus lagi. Semoga.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
299SHARES