Akhir dari Lika-Liku 15 Klub Liga 1 yang Mengancam Mogok Main

12 Oktober 2017
|Robertus Jeje
0SHARES

Meskipun musim kompetisi di Liga 1 belum selesai berjalan, namun sudah muncul berbagai macam permasalahan. Terbaru adalah ancaman boikot lima belas klub yang juga menuntut pembubaran Liga 1. Jika sampai batas waktu 14 Oktober 2017 tuntutan mereka tak dipenuhi, mereka mengancam bakal mogok main.

Dari lima belas klub tersebut, hanya tiga klub yang tak mau ikut, yakni PS TNI, Bali United, dan Persib Bandung, sedangkan yang mengancam mogok main adalah Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Bhayangkara FC, Arema FC, Semen Padang, Barito Putera, Mitra Kukar, Madura United, Persija Jakarta, Persegres Gresik, Perseru Serui, Borneo FC, PSM Makassar, Persela Lamongan, dan Persiba Balikpapan.

Lalu apa sih yang menjadi tuntutan mereka?

Ke-15 klub yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sepak Bola Profesional Indonesia (FKSPI) ini memiliki tiga tuntutan pada operator yang bagi mereka itu sesuatu yang penting dan fair dalam di kompetisi Liga 1, yaitu sisi bisnis, teknis, dan legal yang tampaknya masih jauh dari harapan mereka.

Media Officer Persipura, Bento Madubun, menjadi salah satu wakil dari ke-15 klub tersebut yang mengatakan pihaknya hanya meminta sebuah surat, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Surat itu seharusnya sudah ditandatangani oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), yakni sebagai operator kompetisi. Bento mengatakan bahwa surat tersebut sangat penting bagi klub Liga 1 karena di dalamnya ada hak-hak setiap tim. Selain itu, Bento juga menambahkan bahwa surat itu sudah diberikan pada operator liga di musim-musim sebelumnya.

“Kami hanya membutuhkan surat yang mereka pegang. Semua klub seharusnya mendapat surat itu sebelum kompetisi karena itu hak-hak kami,” ujar Bento, Rabu (4/10/2017) di Jakarta. “Kalau surat itu nggak ada di kami, bagaimana kami bisa memproses kalau ada masalah?,” tambahnya.

Sebenarnya pada hari Selasa (3/10/2017), ke-15 klub sudah berkumpul dan berdiskusi dengan pihak PT LIB di Karawaci, Tangerang. Namun, dalam pertemuan tersebut, pihak PT LIB tidak datang dengan alasan ada agenda penting.

Dari situlah kekecewaan ke-15 klub ini muncul dan berpikir pihak PT LIB seperti tidak menganggap kehadiran mereka. Padahal, menurut mereka, tugas PT LIB harusnya mengurusi klub dan kompetisi.

“Kami sudah mengundang PT LIB untuk berdiskusi. Namun, sepertinya ini bertolak belakang dengan harapan Ketum PSSI dan Presiden Indonesia yang menginginkan adanya tata kelola sepak bola yang lebih baik,” jelas Bento.

Karena hal tersebut, Bento memberikan ancaman kepada PT LIB dan memberikan tenggat waktu untuk mau berdiskusi atau memberikan surat itu kepada semua klub Liga 1.

“Kalau dalam 14 hari ke depan PT Liga Indonesia Baru tidak mengembalikan perjanjian hukum yang sudah disepakati dari awal kompetisi, kami bersama ke-15 klub sepakat akan berhenti kompetisi sementara waktu,” jelasnya.

Bagaimana tanggapan Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI atas hal ini?

Menanggapi hal ini, Ketum PSSI, Edy Rahmayadi memberikan komentar di akun Instagram-nya @edy_rahmayadi. Dalam keterangan tersebut, Edy mengaku sangat memahami tuntutan tersebut dan melihat itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap PT LIB.

“Terkait ancaman lima belas klub Liga 1 yang mogok main dari kompetisi teratas nasional itu sebagai bentuk kekecewaan mereka kepada operator yang tidak membuka aspek-aspek, seperti bisnis, tekis, dan legal,” tulis Edy Rahmayadi sebagai keterangan unggahan Instagramnya Senin, (9/10/2017).

Tak hanya itu, Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI juga menginginkan adanya transparansi dari PT Liga Indonesia Baru. “Kita berjanji akan menyelesaikan masalah ini agar sepak bola nasional kembali kondusif dan berprestasi. Semua demi sepak bola,” tambah Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi juga sempat memberikan pernyataan keras terhadap klub-klub yang mengancam mogok main. Menurutnya, ke-15 klub tersebut hanya mencari sensasi belaka.

“Silahkan kalau mereka mau mogok main. Berarti Liga 1 kita bubarkan saja, mereka nggak perlu main lagi,” tulis Edy Rahmayadi seperti yang dikutip dari Bolasport.com dari akun Instagram @freakingball_.

Lalu apa solusi yang diberikan PSSI?

Pada hari Selasa, (10/10/2017), sebanyak lima belas klub bersama Ketum PSSI dan PT LIB menggelar pertemuan tertutup di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut membahas soal ancaman mogok main di kompetisi Liga 1. Salah satu dari hasil pertemuan tersebut adalah Liga 1 terus berjalan sampai selesai di akhir November 2017 nanti.

 “Kompetisi tetap berjalan hingga akhir musim,” ujar manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji seperti yang dikutip dari Republika.co.id. Selain itu, AKBP Sumardji juga menambahkan, “Kemarin itu kan hanya kurang komunikasi saja antara kami dengan PT LIB. Jadi sekarang semua sudah selesai,” tutupnya.

Itulah tadi lika-liku ke-15 klub yang mengancam mogok main di Liga 1. Tampaknya sekarang sudah selesai dan kompetisi tetap berjalan hingga akhir. Semoga saja hal ini menjadi pelajaran bagi sepak bola Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Jeje
"be kind to each other"
0SHARES