7 Atlet Indonesia yang Sempat Heboh Tersandung Kasus Hukum

06 Agustus 2017
|Robertus Ari

Dunia gemerlap olahraga tak bisa dijauhkan dari seks, obat-obatan terlarang, hingga doping. Mungkin kamu juga sudah tahu kalau banyak atlet dunia yang tersandung kasus serupa. Misalnya, Lance Armstrong, seorang atlet balap sepeda yang telah menghebohkan dunia olahraga karena kasus dopingnya.

Sedikit cerita mengenai Lance Armstrong, dirinya berhasil menjuarai Tour de France sebanyak tujuh kali berturut-turut pada tahun 1999-2005. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa sepanjang sejarah balap sepeda profesional kala itu. Namun sayangnya, prestasi gemilangnya itu dibumbui dengan kasus doping yang menjeratnya pada kompetisi yang pernah ia jalani. Bahkan, karena kasusnya ini, Lance Armstrong dilarang ikut berkompetisi seumur hidup dan diharuskan mencabut semua gelar juaranya. Lalu, bagaimana dengan para atlet Indonesia?

Ternyata, atlet Indonesia juga tak sedikit yang pernah tersandung kasus doping, kecurangan, hingga kriminal. Siapa saja mereka? Yuk, kita simak bareng-bareng!

1. Atlet kempo nasional, Arif Rahman

Di ajang Sea Games 2011, Arif meraih medali emas di nomor Kyu Kensi. Namun, dibalik prestasinya ini, ia terbukti menggunakan doping berjenis "anabolic steroid metandionone", yakni semacam obat yang bisa mengencangkan otot. Akibat kasus ini, Arif harus terkena skors dan larangan bertanding selama dua tahun dan medali yang telah diraihnya harus dikembalikan kepada Federasi SEA Games.

2. Atlet renang nasional, Guntur Pratama

Pada tahun 2011, Guntur terkena sanksi atas tindakan penggunakan doping yang mengandung zat "methylhexaneamine". Zat ini ditemukan pada suplemen minuman Jack 3D yang sering ia konsumsi sepanjang latihan. Guntur mengaku dirinya tak mengetahui bahwa minuman suplemen tesebut dikategorikan sebagai doping. Zat methylhexaneamine sendiri memang baru mulai dilarang dan ditetapkan sebagai doping pada tahun 2011.

3. Atlet renang nasional, Indra Gunawan

Atlet renang spesialis gaya dada ini juga tersandung kasus yang sama. Indra pernah menjadi juara pertama pada ajang Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) 2013 di Incheon, Korea Selatan pada nomor 50 meter gaya dada.

Namun sayangnya, Indra dinyatakan positif mengonsumsi doping berjenis zat "methylhexaneamine". Akibatnya, Indra terkena hukuman larangan berkompetisi selama dua tahun oleh FINA. Secara internal, mereka juga dijatuhi hukuman larangan berlomba selama tiga bulan oleh Lembaga LADI.

4. Atlet binaraga, Mheni

Mheni tersandung kasus doping pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat tahun 2016 silam. Ia terbukti menenggak zat "stenzolol" yang disinyalir sebagai doping. Mheni sendiri mengaku tak ada niat buruk untuk mengonsumsi zat terlarang tersebut karena ia bertanding secara sportif dan jujur demi membesarkan nama daerahnya, Semarang, Jawa Tengah.

5. Kasus pemalsuan umur oleh 4 atlet bulu tangkis Indonesia

Ada empat atlet bulu tangkis Indonesia yang terkena sanksi skorsing oleh PBSI pada bulan maret 2017 yang lalu. Mereka adalah Tabita Christian, Cahya Kristian Banjarnahor, Muh. Farhan S., dan Dhiva Ramadhan. Masing-masing merupakan atlet dari PB Jayaraya Abadi Probolinggo, Hiqua Wima Surabaya, serta Djarum Kudus.

Tabita Christian dan Cahya Kristian Banjarnahor diskorsing selama 24 bulan tidak dapat mengikuti kejuaraan resmi PBSI karena terbukti memalsukan dokumen kelahiran serta memudakan usia mereka. Sementara itu, M. Farhan diskorsing selama 24 bulan karena terbukti menggunakan dokumen kelahiran ilegal dan tidak tercatat pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dhiva Ramadhan diberikan hukuman yang lebih berat berupa skorsing selama 36 bulan karena terbukti melakukan manipulasi dokumen kelahiran dan melalukan register dengan menggunakan akta kelahiran orang lain.

6. Hilkiya, atlet bulu tangkis asal Makassar yang tersandung kasus judi bola

Karirnya sebagai seorang pebulu tangkis terpaksa harus terhenti karena kasus judi bola online. Hilkiya yang masih berusia sembilan belas tahun ini adalah atlet bulu tangkis KONI Jatim. Hilkiya ditangkap pada bulan Februari 2017 yang lalu di Surabaya. Ia mengaku menghabiskan uang 200 ribu hingga 1,1 juta untuk taruhan di setiap pertandingan sepak bola.

7. Gonzales, atlet tinju Sumatera Barat yang tersandung kasus pencurian

Tahun 2014 silam, Gonzales berlaga di ajang Sea Games. Setelah ia meninggalkan profesinya sebagai petinju, kini ia malah tersandung banyak kasus kriminal.

Pada bulan Juli 2017 yang lalu, atlet tinju kebanggaan Sumatera Barat, Gonzales, dibekuk kepolisian Kota Padang karena kasus pencurian di tempat ia bekerja. Ia merupakan residivis kasus curanmor pada tahun 2009, kasus pencurian di PT. Semen Padang tahun 2011, 2014, serta 2017.

Begitu banyak atlet nasional yang tersandung masalah hukum. Meski ada yang terkena kasus kriminal, tapi kasus doping cukup mendominasi di kalangan para atlet Indonesia. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi dan pengetahuan para atlet itu sendiri.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Ari
"be kind to each other"
SHARES