6 Peristiwa Penting dalam Perjalanan Karir Seorang KAKA

20 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
323SHARES

Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang biasa disapa KAKA resmi memutuskan untuk pensiun. Hal itu disebabkan sudah tidak ada kepuasan lagi dalam dirinya ketika bermain sepak bola. Selain itu, badai cedera pun kerap kali datang menghampirinya sehingga ia tidak ingin memaksakan tubuhnya untuk berlari lebih jauh lagi. Layaknya sebuah hukum alam, semakin tua usia seseorang semakin rentan pula kondisi tubuhnya. Pun dengan KAKA. Di usianya yang ke-35 tahun, ia pun memutuskan untuk berhenti memainkan si kulit bundar.

Terlepas dari keputusannya tersebut, para pecinta sepak bola pasti akan sangat rindu dengan kehadiran sosok religius yang satu ini. Berbagai momen pun mengiringi perjalanan karirnya, baik suka maupun duka. Kali ini, YuKepo akan sedikit flashback tentang enam peristiwa penting dalam perjalanan karir seorang KAKA. Penasaran? Langsung aja deh, YuKepo!

1. Terlahir dalam keluarga berkecukupan

KAKA terlahir dari keluarga yang terbilang berkecukupan, tidak seperti para pesepak bola asal Brasil lainnya. Ayahnya yang bernama Bosco Izecson Pereira Leite merupakan seorang insyinyur dan ibunya yang bernama Simone Cristina dos Santos Leite merupakan seorang guru sekolah dasar di Brasil. Oleh karena itu, KAKA nyaris tidak pernah bermain sepak bola di jalanan seperti Ronaldinho maupun Pele. Melihat potensi anaknya dalam bermain sepak bola, sang ayah pun langsung memasukkan KAKA ke dalam akademi sepak bola Sao Paulo atas usulan seorang pemandu bakat. Dari sanalah karir KAKA terus melejit.

2. Kecelakaan nyaris memusnahkan karirnya

Pada usia 18 tahun atau tepatnya pada tahun 2001, KAKA mendapatkan kontrak profesional resminya kala dipinang tim senior Sao Paulo. Namun, beberapa bulan sebelumnya, perjalanan karir KAKA yang baru saja akan dimulai nyaris terhenti akibat sebuah kecelakaan di kolam renang yang menimpa dirinya. Pada waktu, KAKA didiagnosis menderita patah tulang belakang dan tentu saja hal itu akan berdampak pada karirnya. Namun, berkat keajaiban Sang Pencipta, kondisi KAKA berangsur pulih dan cedera tersebut pun seakan tidak pernah menghampirinya. KAKA kembali sehat dan dapat bermain sepak bola seperti sedia kala. Sejak saat itu pula KAKA menjadi seorang yang religius dan selalu mendonasikan penghasilannya pada gereja-gereja yang ada di sana. Selain itu, selebrasinya pun tak lepas dari tanda terima kasihnya kepada Sang Pencipta. Pada musim perdananya membela Sao Paulo, KAKA berhasil mencetak 12 gol dari 27 pertandingan dan 10 gol dalam 22 pertandingan pada musim selanjutnya. Penampilan gemilangnya pun kemudian menarik perhatian tim-tim besar Eropa, termasuk AC Milan.

3. AC Milan, pilihan terbaik KAKA

AC Milan dikatakan sangat beruntung dapat merekrut seorang KAKA dengan banderol yang terbilang murah, yakni US $8.5 M bersama dengan adiknya, Digao. Hanya sebulan waktu yang dibutuhkan KAKA untuk masuk ke dalam tim utama Milan. Bersama Rossoneri, KAKA menemukan titik kejayaaannya. Sejak bergabung pada tahun 2003 hingga 2009, KAKA telah mempersembahkan Piala Super Eropa (2003), Seri A (2004), Piala Super Italia (2004), Liga Champions (2007), dan Piala Dunia Antarklub (2007). 

4. Manusia terakhir peraih Ballon d’Or

Puncak pencapaiannya diraih kala KAKA berhasil menggondol trofi impian dari para pesepak bola dunia. Apalagi kalau bukan Ballon d’Or. Pencapaiannya tersebut menjadikan KAKA sebagai manusia terakhir di muka bumi yang berhasil meraih penghargaan Ballon d’Or sebelum era robot (Cristiano Ronaldo) dan alien (Messi) dimulai.

5. Sinarnya meredup di Los Galacticos

Kegemilangannya bersama AC Milan membuat Real Madrid tertarik untuk memboyongnya. Akhirnya, KAKA resmi bergabung dengan Real Madrid pada 8 Juni 2009 dengan nilai transfer sebesar 65 juta euro. Namun, kepindahannya ke Real Madrid seolah menjadi antiklimaks untuk karirnya. Selama membela El Real, badai cedera kerap kali menghampirinya. Namanya pun kalah mentereng dengan Cristiano Ronaldo saat itu. 

6. Pindah ke MLS sebagai penutup karirnya

Karir KAKA bersama Real Madrid hanya sampai tahun 2013. Meski sempat kembali ke klub yang membesarkan namanya, yakni AC Milan, namun tetap saja karir KAKA tidak bisa sementereng dulu. Akhirnya KAKA memutuskan untuk pindah ke MLS pada tahun 2014 dan bergabung dengan Orlando City. Di sinilah akhirnya KAKA memutuskan untuk gantung sepatu.

Itulah enam peristiwa penting dalam perjalanan karir seorang KAKA. Para pecinta sepak bola tentu akan merasa sangat kehilangan sosok religius yang satu ini. Namun, usia tidak bisa berbohong. Pun dengan KAKA yang telah memasuki usia pensiunnya. Kita doakan saja semoga segala hal yang terbaik dapat terus bersama KAKA. Sekali lagi, GRAZIE KAKA!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
323SHARES