10 Fakta Sejarah Moto GP Ini Unik Banget, Kamu Pasti Belum Tahu!

12 September 2017
|Robertus Ari
154SHARES

Bagi penggemar Moto GP, rasanya perlu tahu bagaimana perjalanan olahraga adu kecepatan motor bisa eksis hingga saat ini. Olahraga balap motor ini ternyata sudah mulai eksis sejak tahun 1900 hingga akhirnya dikenal sebagai Moto GP sekarang ini. Dari masa ke masa, Moto GP mengalami begitu banyak perubahan. Kali ini YuKepo bakal mencoba mengulas fakta-fakta sejarah Moto GP dari dulu hingga sekarang. Yuk, kepo!

1. Kejuaraan dunia balap motor pertama kali diselenggarakan oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) pada tahun 1949

FIM adalah organisasi tertinggi yang mengatur berbagai bentuk kegiatan dalam perlombaan balap motor. Bapal motor sendiri sudah dikenal sejak tahun 1900 yang ketika itu dikelola oleh FICM (Federation Internationale Des Clubs Motocyclistes) atau yang disebut juga kakek buyutnya FIM. FICM yang secara resmi terbentuk pada tahun 1938 ini ingin mengadakan kejuaraan balap motor di Eropa. Namun, rencana tersebut terganggu karena pecahnya Perang Dunia II.

Setelah perang berakhir, barulah kejuaraan balap motor hidup kembali dan mulai mempersiapkan kompetisi yang kala itu masih disebut dengan Kejuaraan Dunia Grand Prix Sepeda Motor pada tahun 1949 yang saat ini menjadi Moto GP untuk kelas para raja.

Pada tahun ini, balap motor dibagi sesuai dengan kapasitas mesin motor, yaitu 50cc, 125cc, serta 250cc untuk single seater, sedangkan 350cc dan 500cc untuk sidecars motor. Namun, pada tahun 1984, kelas 50cc dihapus dan diganti dengan 80cc. Tak lama, pada tahun 1990-an, kelas ini ditiadakan hingga akhirnya menyisakan 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc untuk kejuaraan dunia.

2. Tercatat Kejuaraan Dunia Grand Prix Sepeda Motor pertama kali dimenangkan oleh Leslie Graham

Ketika itu, Leslie Graham berhasil menjuarai kelas 500cc dengan tim AJS Porcupine. Kemudian kelas 350cc dijuarai oleh Freddie frith bersama tim Velocette, kelas 250cc dijuarai oleh Bruno Ruffo bersama tim Moto Guzzi, dan terakhir kelas 125cc dijuarai Nello Pagani bersama tim Mondial.

3. Selama 17 tahun, manufaktur Italia terus mendominasi kejuaraan dunia balap motor

Pada tahun 1958 sampai 1960, manufaktur Italia, seperti Mondial, Moto Guzzi, dan MV Agusta mendominasi sepanjang dekade ini. Di tahun ini pula, MV Agusta berhasil meraih kesuksesan dengan menyabet gelar juara dunia selama tiga musim berturut-turut dengan empat kelas yang berbeda.

4. Dominasi Italia akhirnya mulai pecah setelah pabrikan Jepang ikut masuk dalam Moto GP

Setelah tujuh belas tahun dominasinya tak pernah pecah di kelas 500cc, akhirnya dominasi Italia ini mulai luntur setelah pabrikan Jepang mulai masuk pada tahun 1960-an. Ketika itu, Jepang membawa tiga merek, yaitu Honda, Suzuki, dan Yamaha yang berhasil meneror pabrikan Italia di semua kelas Moto GP. Namun tak lama, Jepang menarik dua pabrikannya karena mahalnya biaya dan hanya menyisakan Yamaha.

5. Setelah hampir 12 tahun Jepang mengistirahatkan Honda, akhirnya pabrikan ini kembali dikancah Moto GP pada tahun 1983

Sekitar tahun 1983, Jepang membawa lagi Honda ke Moto GP dengan mengganti mesinnya dari 4 tak menjadi 2 tak atau yang dulu dikenal dengan NS500. Pada akhirnya mesin ini sukses membawa Honda meraih gelar juara untuk pertama kalinya bersama pembalapnya, yakni Freddie Spencer.

6. Setelah dominasi Italia mulai luntur, pada tahun 1980-1990 adalah tahun di mana pabrikan Jepang perlahan mulai mengambil alih dominasi Moto GP. Hal itu ditandai dengan suksesnya Michael Doohan bersama tim Honda

Pada tahun ini motor memasuki ke tahapan teknologi yang lebih modern dengan persaingan yang sangat ketat. Ketika itu tiga pabrikan Jepang, yakni Yamaha, Suzuki, dan Honda menyuguhkan duel-duel klasik dalam balapan. Tercatat Freddie Spencer, Randy Mamola, Wayne Rainey, Kevin Schwantz, dan Eddie Lawson adalah pembalap-pembalap yang cemerlang di masa itu.

Hingga akhirnya generasi tahun 1994 sampai 1998, kejuaraan dunia kelas 500cc didominasi oleh Michael Doohan. Ia berhasil keluar sebagai juara dunia sebanyak lima kali hingga akhirnya Doohan terpaksa pensiun lebih awal karena masalah cedera.

7. Giacomo Agostini adalah rider Moto GP pertama yang berhasil mencatatkan rekor sebagai pembalap tersukses sepanjang sejarah hingga sekarang

Pada tahun 1966-1975 adalah tahun yang paling bersejarah bagi Giacomo Agostini di mana ia berhasil memulai kariernya yang cemerlang di Moto GP. Namanya sangat menonjol kala itu dan menjadi pembalap tersukses sepanjang sejarah Moto GP dengan raihan delapan gelar juara dunia Moto GP. Di masa sekarang, hanya Valentino Rossi yang mampu mendekati rekornya.

8. Pembalap Italia mulai meredup setelah era Giacomo Agostini. Namun pada tahun 1997, muncul nama baru, yakni Valentino Rossi

Rossi menjadi pembalap yang menutup seri Moto GP 2 tak 500cc dengan gelar juara dunia. Ketika itu FIM mengganti kelas 4 tak 500cc menjadi 4 tak 990cc (2002-2006) dengan tingkat kecepatan yang jauh lebih tinggi. Namun, karena tragedi Daijaro Kato yang meninggal pada April 2003, FIM memangkas kecepatan menjadi 800cc dengan alasan keamanan.

9. Valentino Rossi menjadi satu-satunya pembalap angkatan 2000 yang masih bertahan di Moto GP hingga saat ini

Boleh dibilang Rossi menjadi pembalap Moto GP "tertua" saat ini. Rossi menjadi satu-satunya pembalap angkatan 2000 yang masih bertahan hingga sekarang. Sebut saja seperti Max Biagi, Sete Gibernau, Loris Capirossi, serta Alex Barros adalah pembalap seangkatan yang dulu bersaing ketat bersama Rossi. Tapi, kini mereka semuanya sudah meninggalkan Moto GP dan  menyisakan Rossi sendiri untuk bersaing dengan generasi sekarang, semisal Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Maverick Vinales, dan lainnya. Meski begitu, The Doctor telah berhasil mengemas tujuh gelar juara dunia, mendekati legenda Moto GP, Giacomo Agostini, sebagai pembalap tersukses sepanjang sejarang Moto GP dengan raihan delapan gelar juara dunia. Rossi bersama dengan Michael Schumacher (F1), Sebastien Loeb (WRC), dan Jimmie Johnson (NASCAR) bisa disebut sebagai legenda dalam dunia olahraga otomotif di abad ke-21.

10. Tahun 2012 adalah era baru bagi Moto GP dengan menggunakan kapasitas mesin 1000cc

Setelah downgrade menjadi 800cc, ternyata data membuktikan bahwa kecepatan ini tidak lebih lambat dari 990cc karena kemajuan teknologi dan 800cc tetap digunakan hingga tahun 2011. Namun pada akhirnya, tahun 2012 FIM mengumumkan regulasi baru, yakni motor dengan kapasitas mesin 1000cc untuk kelas para raja atau Moto GP. Selain itu, pada tahun yang sama FIM menghapus kelas 125cc. Sebagai gantinya, diperkenalkan Moto 3 dengan kapasitas mesin 250cc dan Moto 2 memakai motor 600cc. Regulasi ini masih berjalan hingga saat ini.

Nah, itu tadi sedikit banyak tentang sejarang Moto GP hingga saat ini. Ternyata begitu banyak ya lika-liku dan proses perjalanan kejuaraan balap motor dunia ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Ari
"be kind to each other"
154SHARES