Waspada! Begini Cara Begadang Merusak Tubuhmu, Pastikan Kamu Tidur Cukup

21 Maret 2018
|Mega Fitriyani
308SHARES

Begadang adalah perilaku buruk yang sering menjadi kebiasaan. Aktivitas begadang pun bisa disebabkan bebragai hal, mulai dari mengerjakan tugas, pekerjaan, hingga bermain game hingga larut. Padahal, aktvitas begadang bisa merusak tubuh. Terutama, apabila begadang dilakukan secara ekstem.

Setelah begadang, tubuh akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Pada kadar normal, kortisol bermanfaat untuk menyediakan energi dan mengendalikan stres. Kortison juga mempertahankan tekanan darah agar tetap normal. Hormon ini pula yang mengatur kadar gula di dalam darah dengan mengeluarkan insulin. Jika seseorang terjaga semalaman, hormon kortisol akan diproduksi secara berlebihan. Efeknya, orang tersebut akan menjadi udah tersinggung, cemas, stres, tertekan, dan perasaan negatif lain.
Normalnya, hormon kortisol akan berada pada puncak tertinggi pukul 7 pagi hari dan akan menurun setelahnya. Kadar terendahnya berada pada saat menjelang tidur. Jika orang tersebut bekerja pada malam hari, dan istirahat pada pagi hari secara rutin, akan terjadi ketidastabilan kondisi hormon. Jika hal ini terjadi, ada kemungkinan tubuh menjadi lebih mudah gendut, dan ada peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
Jika seseorang begadang lebih dari 12 jam, kerja otak akan dipengaruhi. Kemampuan untuk mengambil keputusan, mengerjakan tugas sehari-hari, dan memusatkan perhatian berkurang. Maka, orang tersebut akan kesulitan untuk mengerjakan aktivitas yang biasa ia lakukan. Jika orang tersebut masih tidak juga tidur hingga 24 jam, anomali justru terjadi. Tubuh tidak lagi merasa lelah, namun akan merasa sangat berenergi, lebih produktif dan bersemangat. Akan terjadi peningkatan fungsi pancaindera. Hal ini terjadi karena tubuh melepaskan dopamin sebagai upaya untuk mengimbangi kondisi kurangnya istirahat. 
Namun, jika setelah 24 jam kamu masih juga belum beristirahat, hal buruklah yang akan terjadi. Setelah 2 hari tidak istirahat, daya tahan tubuh dan sistem metabolisme tubuh akan terganggu. Kamu akan menderita kelelahan yang sangat berat, mudah terserang penyakit, dan akan merasa sangat lemah. Jika masih belum tidur juga sampai 3 hari, kamu akan mulai berhalusinasi atau memikirkan hal yang tidak nyata. Objek yang sebenarnya tidak pernah ada terasa begitu dekat dan nyata, hingga mungkin saja kamu akan dipandang gila oleh orang-orang di sekitar.
Jika masih ada yang bertahan untuk tidak tidur lebih dari 4 hari, itu adalah hal yang langka dan tindakan yang tidak perlu dilakukan. Tindakan itu bisa membuat kerusakan di dalam organ tubuh, mulai dari jantung, fungsi penglihatan, dan pendengaran, bahkan kematian. Nah, daripada menambah risiko kesehatan yang tidak perlu, yuk, budayakan tidur dengan teratur.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
308SHARES