Trend Fashion Seragam dari Masa ke Masa Ini Bikin Kamu Ngelus Dada !

23 Agustus 2016
|Indana Putri
11SHARES

Hai Sobat Kepo! Meskipun hari pendidikan nasional udah lewat beberapa bulan yang lalu, tapi ngga ada salahnya dong kita me-review ulang mengenai pendidikan di Indonesia. Apalagi sejak munculnya wacana full day school yang memenya langsung bertebaran di media sosial. Tapi kali ini, kita bahas soal dunia pendidikan dari segi fashion nya aja ya. Bosen ih, masa ngebahas sistem mulu, kayak politikus aja. Yukepo pengen ngajakin Sobat Kepo buat melihat seragam sekolah dari masa ke masa. Banyak banget perubahan fashion yang terjadi mulai dari jaman penjajahan sampai ke jaman serba instan ini. Hmmm, langsung aja yuk kepoin seragam sekolah di Indonesia!

1. Siswa HBS di tahun 1920-an

Jaman dulu, pendidikan adalah hal yang sangat mahal yang hanya bisa dimiliki oleh bangsawan atau Belanda. Rakyat biasa tidak berkesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak. Salah satu sekolah Belanda yang bisa dimasuki oleh pribumi adalah HBS atau Hollandsche Burgere School, yaitu sekolah tingkat SMA pada jaman penjajahan Belanda. Dan presiden pertama kita berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah bergengsi ini. Disana juga dibedakan seragam antara pribumi dan Belanda. Warga pribumi masih memakai pakaian jawa, sedangkan warga belanda memakai baju bebas.

2. Taman Siswa di tahun 1930-an

Penjajahan membuat para pesohor pribumi menjadi geram. Keinginan untuk merdeka pun mulai muncul. Di tahun 1920 akhir, terciptalah Taman Siswa, sekolah untuk pribumi yang didirikan oleh bapak pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Sehingga rakyat pribumi bisa mengenyam pendidikan yang layak, tidak hanya belanda saja. Terlihat disini para pribumi berseragam kebaya yang anggun.

3. Munculnya Sekolah Tionghoa di tahun 1940-an

Di tahun 1940an, kedatangan bangsa tionghoa ke Indonesia semakin membludak, sehingga dibukalah sekolah untuk etnis Tionghoa ini. Untuk seragamnya dibuat rapi seperti baju formal Belanda, dengan jas putih dan celana panjang putih. Sebelumnya, masyarakat tionghoa cukup tersiksa tidak dapat mendapatkan pendidikan formal disekolah, karena tionghoa merupakan etnis pendatang yang kastanya berada dibawah Belanda namun diatas pribumi. Sehingga etnis tionghoa menjadi pelayan Belanda, namun dibenci oleh pribumi. Hal ini pula yang mendorong etnis tionghoa akhirnya membuka sekolah formal untuk kaum mereka.

4. Sekolah Kartini di era 50-an

Setelah indonesia merdeka, pendidikan pun dirasa semakin mudah. Bahkan kaum perempuan bisa mendapat pendidikan setara dengan kaum laki-laki. Terbukti dengan adanya kartini School, sekolah khusus perempuan pada masa itu. Dan seragam yang digunakan pada masa itu tidak lagi berupa baju adat jawa, namun bisa memakai baju bebas yang lagi hits pada masanya.

5. Seragam di era 60-an

Di era tahun 1960-an, mulailah penggunaan seragam yang modelnya dipakai hingga saat ini. Seragam terdiri dari kemeja putih besar dan rok dipinggang yang panjangnya dibawah lutut. Siswi perempuan juga bisa menata rambutnya sesuai hits vintage pada masa itu.

6. Funky ala 70-an

Di era 70an ini mulailah seragam di modif agak sedikit funky, dengan celana cutbray dan kancing baju dibuka sampai ke dada. Ini di sekolah, loh, bukan tempat disko.

7. Gita Cinta dari tahun 1980-an yang jaya!

Tahun 80-an merupakan era bangkitnya pemberontakan remaja. Di tahun ini mulai bermunculan lagu-lagu remaja yang ngehits, juga film-film bertajuk remaja. Yang paling terkenal ya ini, Gita Cinta dari SMA. Terlihat potongan seragam kegedean dengan rok sepinggang dibawah lutut dan rambut yang aduhai mekar bersinar. Untuk gaya para siswa sendiri, seragam dengan kancing dibuka sampai dada tetap menjadi hits! Di era ini, segalanya sudah terlihat mulai berwarna!

8. Mengenang masa 90-an

Di era 90-an, seragam masih belum banyak berubah. Masih berupa kemeja putih kebesaran yang dimasukkan kedalam rok sepinggang dengan panjang dibawah lutut. Pemakaian kaos kaki juga terlihat normal dipadu dengan sepatu pantovel hitam.

9. Cewek 2000, era nya AADC

Memasuki tahun 2000-an, indonesia digemparkan oleh film Ada Apa Dengan Cinta. remaja hitz pada masa ini mulai melakukan beberapa perubahan pada seragamnya. Kemeja putih diperketat mengikuti bentuk tubuh, tidak dimasukkan kedalam rok, dan kancing dibuka satu lebih kebawah, mengikuti kancing kemeja anak laki-laki di tahun 80-an. Sedangkan untuk roknya sendiri dibuat hipster sampai ke pinggul dengan pendek diatas lutut. Kaos kaki dikenakan panjang hingga menutup betis hampir ke lutut. Keren sih, tapi ngga berlaku buat yang berbadan gendut, yah!

10. Fenomena dedek gemes di tahun 2010an

Dan akhirnya kita sampai di era kekinian. Era dimana kita bisa bebas berekspresi tanpa takut diculik atau dihilangkan seperti jaman orde baru. Era dimana segala informasi bebas beredar tanpa difilter terlebih dahulu. Era dimana tayangan sinetron membius para ABG sehingga dihasilkanlah seragam Dedek Gemes semacam ini. Kemeja putih kekecilan dengan kancing terbuka hampir ke dada. Dipadukan dengan rok panjang ketat membentuk lekuk paha yang disertai dengan belahan yang lumayan aduhaaaaaiiii. Sepatu juga mulai bebas, tidak wajib mengenakan pantovel hitam. 

Sudah hampir 1 abad semenjak rakyat Indonesia bisa mengenyam pendidikan formal. Jaman dahulu pendidikan dirasa mahal dan sulit didapat, sehingga siswa yang pergi sekolah pasti betul-betul berusaha untuk mencari ilmu dengan seragam yang sopan pula. Tahun berganti, Pendidikan semakin mudah diakses tertutama di kota besar, sehingga esensi perjuangan belajar itupun jadi semakin luntur. Ditambah kreatifitas anak bangsa yang terkadang tidak terarah menjadikan potret pendidikan di Indonesia semakin buram. Seandainya para dedek gemes itu hidup di tahun 1920-an, mungkin mereka bisa lebih menghargai arti pendidikan dengan berpakaian yang lebih sopan tanpa menggoda iman. Kalau Sobat kepo sendiri, paling suka seragam di tahun berapa?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
100 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Indana Putri
Gak Punya Quote Nih!
11SHARES